468x60 Ads

KUMPULAN HADIST BUKHARI MUSLIM

BAB : MENURUNKAN KAIN KARENA SOMBONG


1349.  Ibnu Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah tidak melihat dengan rahmat-Nya pada orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, PAKAIAN. Kaitkata: , . 42 Komentar »

BAB : BOLEH MENGENAKAN BAJU BELUDRU


1348.  Jabir r.a. berkata: Nabi saw. bertanya : Apakah kamu mempunyai anmaath (kain dari beludru) ?  Jawab kami : dari mana kah kami memiliki anmaath?  Maka Nabi saw. bersabda: Akan ada padamu anmaath.      Kemudian Jabir berkata : Maka aku katakan padanya (istrinya): jauhkan dariku anmaath mu  itu.  Maka dijawab: Tidakkah Nabi saw. telah bersabda: Sesungguhnya akan ada padamu anmaath, maka aku biarkan ia. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, PAKAIAN. Kaitkata: , , . 2 Komentar »

BAB : TAWADLU DALAM HAL PAKAIAN


1347.  Abu Budah r.a. berkata,  Aisyah r.a. telah menunjukkan kepada kami kain yang tebal dan baju yang kasar seraya berkata: Rasulullah saw. meninggal dunia dengan mengenakan kain dan baju ini. (Bukhari, Muslim).

BAB: BOLEH MEMAKAI SUTRA BAGI ORANG YANG GATAL-GATAL


1345. Anas bin Malik telah memberitakan kepada mereka, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan dispensasi (keringanan) kepada Abdurrahman bin Auf dan Zubair bin Awwam untuk mengenakan pakaian sutera dalam perjalanan karena adanya penyakit gatal-gatal atau penyakit lain yang menimpa mereka berdua.(Bukhari, Muslim).

أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أَنْبَأَهُمْ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَخَّصَ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَالزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ فِي الْقُمُصِ الْحَرِيرِ فِي السَّفَرِ مِنْ حِكَّةٍ كَانَتْ بِهِمَا أَوْ وَجَعٍ كَانَ بِهِمَا

BAB: HARAM MEMAKAI CINCIN EMAS DAN SUTRA BAGI LAKI-LAKI


1342.  Ali r.a. berkata: Nabi saw.memberiku hadiah kain dari sutra, lalu aku memakainya, tiba-tiba aku melihat kemarahan di wajah Nabi saw., lalu  aku bagi-bagikan kepada istriku.  (Bukhari, Muslim)

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
أَهْدَى إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُلَّةَ سِيَرَاءَ فَلَبِسْتُهَا فَرَأَيْتُ الْغَضَبَ فِي وَجْهِهِ فَشَقَقْتُهَا بَيْنَ نِسَائِي


Ditulis dalam ADAB, HADITS, PAKAIAN, Sutra. Kaitkata: , , , . 12 Komentar »

BAB: HARAM MEMAKAI CINCIN EMAS DAN SUTRA BAGI LAKI-LAKI


1341. Usman An-Nahdi berkata:  Telah datang kepada kami surat Umar yang dibawa oleh Utbah bin Farqad di Azrabijan yang menyatakan bahwa Rasulullah saw. telah melarang memakai sutra kecuali selebar dua jari (telunjuk dan tengah). Abu Usman An-Nahdi berkata: Yang kami ketahui maksudnya untuk tanda. (Bukhari, Muslim)
Rasulullah saw. telah melarang memakai sutra
Ditulis dalam ADAB, AMAL, HADITS, PAKAIAN, Sutra. Kaitkata: , , . 12 Komentar »

BAB: HARAM MEMAKAI CINCIN EMAS DAN SUTRA BAGI LAKI-LAKI


1340.  Abdullah bin Umar r.a. berkata: Umar bin Khatab r.a. melihat perhiasan sutra dijual di muka pintu masjid, kemudian ia berkata:  Ya Rasulullah, andaikan engkau membeli itu untuk engkau pakai hari Jumat dan ketika menerima utusan jika datang kepadamu.  Maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya yang memakai itu hanyalah orang yang tidak mendapat bagian di akhirat.  Kemudian tidak lama Nabi saw. mendapat beberapa perhiasan sutra, maka beliau memberi satu kepada Umar bin Khatab r.a., dan Umar r.a. berkata:  Ya Rasulullah, engkau memberiku pakaian itu sesudah engkau bicara demikian terhadap perhiasan utharid.  Maka Sabda Nabi saw.: Aku tidak memberi kepadamu itu supaya engkau pakai.  Maka oleh Umar diberikan kepada saudaranya yang masih kafir di Makkah.  (Bukhari, Muslim)
Ditulis dalam ADAB, HADITS, PAKAIAN, Sutra. Kaitkata: , , , . 2 Komentar »

BAB: HARAM MEMAKAI CINCIN EMAS DAN SUTRA BAGI LAKI-LAKI


1339.  Abdurrahman bin Abi Laila berkata: Kami berada di tempat Hudzaifah. Hudzaifah minta minum lalu diberi minum oleh pembesar negeri itu dalam bejana perak. Maka bejana itu dilemparkan oleh Hudzaifah seraya berkata:  Ku kabarkan kepadamu bahwa aku telah memerintahkan kepadanya untuk tidak memberiku minum dalam bejana perak. Karena sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda:  Jangan minum dalam bejana emas atau perak, dan jangan memakai sutera kembang atau sutera biasa, karena barang-barang itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia, dan untuk kamu kelak di akhirat. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, Emas, HADITS, PAKAIAN, Sutra. Kaitkata: , , , . 1 Komentar »

BAB: HARAM MEMAKAI CINCIN EMAS DAN SUTRA BAGI LAKI-LAKI


1338.  Al Bara’ bin ‘Azib r.a. berkata: Nabi saw. memerintahkan kami tentang tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk; mengiringi jenazah, menjenguk orang yang sakit, memenuhi undangan, menolong orang yang dizhalimi, berbuat adil dalam pembagian, menjawab salam dan mendoakan orang yang bersin. Dan Beliau melarang kami dari menggunakan bejana terbuat dari perak, memakai cincin emas, memakai kain sutera kasar, sutera halus, baju berbordir sutera dan sutera tebal. (Bukhari, Muslim).

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَإِجَابَةِ الدَّاعِي وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ وَرَدِّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَنَهَانَا عَنْ آنِيَةِ الْفِضَّةِ وَخَاتَمِ الذَّهَبِ وَالْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْقَسِّيِّ وَالْإِسْتَبْرَقِ

Ditulis dalam ADAB, Emas, HADITS, PAKAIAN, Sutra. Kaitkata: , , . 3 Komentar »

KITAB: PAKAIAN & PERHIASAN ; BAB: MEMAKAI WADAH EMAS & PERAK UNTUK MAKAN DAN MINUM.


1337.  Dari Ummu Salamah r.a., Rasulullah saw. bersabda: Orang yang minum dari bejana yang terbuat dari perak, sebenarnya ia menuangkan api neraka Jahanam ke dalam perutnya. (Bukhari, Muslim).

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الَّذِي يَشْرَبُ فِي إِنَاءِ الْفِضَّةِ إِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ



Ditulis dalam ADAB, AMAL, HADITS, PAKAIAN. 8 Komentar »

BAB: FIRMAN ALLAH KEPADA ADAM: “KELUARKAN UTUSAN NERAKA, DARI TIAP SERIBU, SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN”


133.  Abu Sa’id Al Khudriy r.a. berkata,  Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Adam, “. Nabi Adam ‘Alaihissalam menjawab: “Labbaika, kemuliaan milik-Mu dan segala kebaikan berada di tangan-Mu”. Kemudian Allah berfirman: “Keluarkanlah utusan neraka”. Adam bertanya; “Apa yang dimaksud dengan utusan neraka? (berapa jumlahnya?) “. Allah berfirman: “Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh Sembilan dijebloskan neraka!, Ketika perintah ini diputuskan, maka anak-anak belia menjadi beruban, dan setiap wanita hamil kandungannya berguguran dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidaklah mabuk akan tetapi (mereka melihat) siksa Allah yang sangat keras”. (QS. Alhajj 2), Para shahabat bertanya; “Wahai Rasulullah, adakah diantara kami seseorang yang selamat?”. Beliau bersabda: “Bergembiralah, karena setiap seribu yang dimasukkan neraka, dari kalian cuma satu, sedang Sembilan ratus sembilan puluh sembilannya dari Ya’juj dan ma’juj”. Kemudian Beliau bersabda: “Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku berharap kalian menjadi di antara seperempat ahlu surga”. Maka kami bertakbir. Kemudian Beliau bersabda lagi: “Aku berharap kalian menjadi di antara sepertiga ahlu surga”. Maka kami bertakbir lagi. Kemudian Beliau bersabda lagi: “Aku berharap kalian menjadi di antara setengah ahlu surga”. Maka kami bertakbir sekali lagi. Lalu Beliau bersabda: “Tidaklah keberadan kalian di hadapan manusia melainkan bagaikan bulu hitam pada kulit sapi jantan putih atau bagaikan bulu putih yang ada pada kulit sapi jantan hitam”. (Bukhari, Muslim).

BAB: ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB


132.  Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Kami bersama Nabi saw. di dalam gubah (kemah), tiba-tiba Nabi saw. bertanya : Apakah kalian rela bila kalian merupakan seperempat ahli surga?  Jawab kami, Ya.  Lalu Nabi saw. bertanya lagi : Apakah kalian rela bila kalian menjadi sepertiga penduduk surga?  Jawab kami, Ya.  Lalu Nabi saw. bertanya lagi : Apakah puas bila kalian menjadi separuh penduduk surga?  Jawab kami, Ya.  Lalu Nabi saw. bersabda:  Demi Allah yang jiwa Muhammad di tanganNya, sungguh aku berharap semoga kamu merupakan sepenuh penduduk surga, dan tidak akan dapat masuk surga kecuali jiwa yang muslim, sedang kalian jika dibandingkan dengan pemeluk kesyirikan bagaikan sehelai rambut putih di tengah kulit sapi hitam.  (Bukhari, Muslim).
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ فِي قُبَّةٍ فَقَالَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَذَلِكَ أَنَّ الْجَنَّةَ لَا يَدْخُلُهَا إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَمَا أَنْتُمْ فِي أَهْلِ الشِّرْكِ إِلَّا كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ..

BAB: ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB


131.  Ibn Abbas r.a. berkata:      Pada suatu hari Nabi s.a.w. keluar pada kami dan bersabda:  “Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat semuanya,  ada seorang Nabi yang bersama satu orang, ada yang bersama dua orang, dan ada yang bersama rombongan tujuh orang, ada juga seorang Nabi yang sendirian tidak ada pengikutnya, lalu aku melihat rombongan besar yang telah menutup udara, maka aku mengharap semoga mereka umatku, tiba-tiba  diberitahu bahwa mereka Musa dan kaumnya, kemudian dikatakan kepadaku : ” Lihatlah“, maka aku  melihat rombongan yang lebih banyak bahkan telah menutupi ufuk, lalu disuruh melihat ke kanan dan ke kiri, maka aku melihat rombongan yang amat banyak telah memenuhi udara, lalu diterangkan bahwa mereka umatku, dan disamping mereka ada lagi tujuh puluh ribu yang akan masuk surga tanpa hisab.”
Lalu ditinggalkan oleh Nabi dan tidak diterangkan kepada kami sehingga orang-orang berbeda paham. Maka para sahabat berpendapat: Kami lahir dalam syirik, tetapi kami telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tetapi kemungkinan anak-anak kami. Dan tanggapan itu sampai kepada Nabi saw.
Maka Nabi saw. bersabda : Mereka yang tidak mencari nasib dengan burung, tidak berjampi, tidak ber kei (kei = membakar besi lalu ditusukkan ke tempat yang sakit), dan tetap bertawakal kepada Tuhan.  Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan dan bertanya: Apakah aku termasuk mereka ya Rasulullah?  Jawab Nabi saw.: Ya.  Lalu berdiri orang yang  lain dan bertanya: apakah aku dari golongan mereka?  Jawab Nabi saw.:  Engkau telah didahului oleh Ukasyah.  (Bukhari, Muslim).

BAB: ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB


130. Sahl bin Saad r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda:  Pasti akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu (periwayat ragu, antara 70 ribu atau 700 ribu), bersama-sama yang satu memegang yang lain, tidak masuk yang pertama sehingga masuk juga yang akhir, wajah mereka bagaikan bulan purnama. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, HARI KIAMAT, SURGA. Kaitkata: . 34 Komentar »

BAB: ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB


126. Sahl bin Saad r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda : Pasti akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu  (periwayat ragu, 70.000 atau 700.000) bersama-sama yang satu memegang yang lain, tidak masuk yang pertama sehingga masuk juga yang akhir, wajah mereka bagaikan bulan purnama.  (Bukhari, Muslim).

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ شَكَّ فِي أَحَدِهِمَا مُتَمَاسِكِينَ آخِذٌ بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ حَتَّى يَدْخُلَ أَوَّلُهُمْ وَآخِرُهُمْ الْجَنَّةَ وَوُجُوهُهُمْ عَلَى ضَوْءِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِقَالَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

Ditulis dalam HADITS, HARI KIAMAT, SURGA. Kaitkata: , . 15 Komentar »

BAB: ADANYA SEBAGIAN ORANG MUSLIM YANG MASUK SURGA TANPA HISAB


129. Abu Hurairah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:  Akan ada rombongan dari umatku tujuh puluh ribu masuk surga tanpa hisab, bercahaya muka mereka bagaikan bulan purnama.
Abu Hurairah r.a. berkata: Maka berdirilah Ukasyah bin Mihshan Al-Asadi sambil menjinjing selimutnya, lalu berkata: Ya Rasulullah. doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka. Maka Nabi saw. berdoa: Ya Allah, jadikanlah dia dari golongan mereka.  Kemudian seorang sahabat Anshar berdiri dan berkata: Ya Rasulullah doakan semoga Allah menjadikan aku dari golongan mereka.  Jawab Nabi saw.: Engkau telah didahului oleh Ukasyah r.a.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam DOA, HADITS, HARI KIAMAT, SURGA. Kaitkata: , . 36 Komentar »

BAB: AHLI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA


127. An-Nu’man bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (Bukhari, Muslim).

BAB: ORANG YANG TERAKHIR KELUAR DARI NERAKA


117. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:  Nabi SAW. bersabda:  Sungguh aku mengetahui orang-orang yang terakhir keluar dari neraka dan terakhir masuk surga. Ialah seorang yang keluar dari neraka sambil merangkak-rangkak, lalu diperintah oleh Allah:  Masuklah ke surga, maka ia segera pergi ke surga, tetapi terbayang padanya surga telah penuh, maka ia kembali dan berkata:  Ya Tuhan aku dapatkan sudah penuh.  Lalu diperintah lagi: Pergilah masuk surga.  Kemudian ia kembali berkata: Ya Tuhan, aku dapatkan surga sudah penuh, kemudian diperintah: Pergilah masuk surga, maka di sana untukmu seluas dunia sepuluh kali, atau, untukmu seluas dunia dan sepuluh kalinya,  maka ia berkata: Engkau mengejek dan mentertawakan aku sedang Engkau raja yang berkuasa.
Sungguh aku telah melihat Rasulullah saw. tertawa ketika menerangkan hadits ini sehingga terlihat gigi gerahamnya.  Dan itu serendah-rendah tingkat ahli surga.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, NERAKA, SURGA. Kaitkata: , . 23 Komentar »

BAB: KEPASTIAN ADANYA SYAFAAT DAN KELUARNYA ORANG YANG BERTAUHID DARI NERAKA


116. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Nabi SAW. Bersabda: Akan masuk ahli surga ke surga, dan ahli neraka ke neraka, kemudian Allah memerintahkan: Keluarkanlah dari neraka orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari iman.  Lalu dikeluarkan mereka dalam keadaan sudah hitam warna mereka, lalu dimasukkan ke dalam sungai kehidupan (nahrul hayat), maka tumbuhlah mereka itu bagai biji yang tumbuh setelah ada air bah, dan tidaklah tumbuhnya berwarna kuning berbelit (berkait).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT, IMAN, SURGA. Kaitkata: , . 16 Komentar »

BAB: ORANG MUKMIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT ALLAH SWT.


113. Abu Musa r.a. berakata: Rasulullah saw. bersabda : Ada dua buah Surga yang terbuat dari perak beserta wadah dan segala isi kandungannya, dan dua buah Surga yang terbuat dari emas beserta wadah dan segala isi kandungannya. Penghalang ahli Surga untuk memandang Rabb mereka hanyalah hijab Keagungan pada Wajah-Nya di Surga Adn.  (Bukhari, Muslim).

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَجَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ آنِيَتُهُمَا وَمَا فِيهِمَا وَمَا بَيْنَ الْقَوْمِ وَبَيْنَ أَنْ يَنْظُرُوا إِلَى رَبِّهِمْ إِلَّا رِدَاءُ الْكِبْرِيَاءِ عَلَى وَجْهِهِ فِي جَنَّةِ عَدْنٍ


BAB: ORANG MUKMIN DI AKHIRAT PASTI DAPAT MELIHAT ALLAH SWT.


112. ‘Aisyah radliallahu ‘anhu berkata; “Barangsiapa yang mengatakan bahwa Muhammad saw. melihat Rabbnya berarti dia telah masuk pada persoalan (salah) besar. Akan tetapi Beliau melihat Jibril ‘alaihissalam dalam bentuk dan rupa aslinya yang menutupi apa yang ada di antara ufuk langit”. (Bukhari, Muslim).

عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْمَنْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ أَعْظَمَ وَلَكِنْ قَدْ رَأَى جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ وَخَلْقُهُ سَادٌّ مَا بَيْنَ الْأُفُقِ

Ditulis dalam IMAN, Malaikat. 4 Komentar »

BAB: APAKAH NABI SAW. MELIHAT ALLAH DALAM MALAM MI’RAJ


111. Masruq berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah r.a.:  Hai Ibu apakah Nabi Muhammad saw. telah melihat Allah?  Jawab Aisyah r.a. :  Sungguh berdiri bulu romaku sebab pertanyaanmu itu, dimanakah engkau dari tiga macam, orang yang menerangkan itu maka ia dusta:
1. Siapa yang menerangkan padamu bahwa Nabi Muhammad saw. melihat Allah, maka ia dusta. Lalu ia membaca : Laa tudrikuhul abshaaru wa huwa yudrikul abshaara wa huwal lathiful (Allah tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, dan Dia yang mencapai semua penglihatan, dan Dia maha halus kekuasaanNya yang maha mengetahui sedalam-dalamnya) dan ayat: Wama kana libasyarin an  yukallimahullah illa wahyan au min waraa’i hijab (Tiada seorang yang berkata-kata dengan Allah melainkan dengan wahyu atau dari balik tabir/hijab).
2. Siapa yang mengatakan bahwa ia mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, maka sungguh dusta, lalu dibacakan ayat : Wama tadri nafsun madza taksibu ghada (Dan tiada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari).
3. Dan siapa yang berkata bahwa Nabi Muhammad saw. menyembunyikan apa yang diwahyukan oleh Allah maka sungguh orang itu dusta, lalu Siti Aisyah membaca: Ya ayyuhar rasulu balligh maa unzila ilaika min rabbika (Hai utusan Allah sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhan kepadamu).
Tetapi Nabi Muhammad saw. telah melihat Jibril dalam bentuk yang sebenarnya dua kali.  (Bukhari, Muslim).

BAB: SIDRATUL MUNTAHA


110.

أَبُو إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍعَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى{ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى }قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ

Abu Ishaq asy-Syaibaniy berkata; Aku bertanya kepada Zirra bin Hubaisy tentang firman Allah Ta’ala QS an-Najm ayat 9-10: “Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. Fa awhaa ilaa ‘abdihii maa awhaa” (“Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan”). Dia berkata, telah bercerita kepada kami Ibnu Mas’ud bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah melihat Jibril yang memiliki enam ratus sayap”.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam IMAN. 8 Komentar »

BAB: AL-MASIH ISA BIN MARYAM DAN AL-MASIH AD-DAJJAL


109.

جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَمَّا كَذَّبَتْنِي قُرَيْشٌ قُمْتُ فِي الْحِجْرِ فَجَلَا اللَّهُ لِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ فَطَفِقْتُ أُخْبِرُهُمْ عَنْ آيَاتِهِ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَيْهِ

Jabir bin Abdullah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda : Ketika tokoh-tokoh Quraisy mendustakan aku (tentang Isra Mi’raj), maka aku berdiri di hijir (Ismail), tiba-tiba Allah menampakkan kepadaku Baitul Maqdis, sehingga aku dapat memberitakan kepada mereka tanda-tandanya sambil aku terus melihatnya.  (Bukhari, Muslim)
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 12 Komentar »

BAB: AL-MASIH ISA BIN MARYAM DAN AL-MASIH AD-DAJJAL


108. Abdullah bin Umar r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Semalam aku mimpi di dekat Ka’bah ada seorang yang merah bagus rupanya panjang rambutnya sampai ke bahunya, lurus rambutnya bagaikan meneteskan air, sambil meletakkan kedua tangannya di atas bahu orang di kanan kirinya, sedang ia tawaf, maka aku bertanya: Siapakah orang itu?  Jawabnya:  Itu Al-Masih Isa bin Maryam.  Kemudian aku melihat juga seorang di belakangnya, sangat keriting rambutnya, buta matanya sebelah kanan, hampir serupa dengan Ibn Qathan, dia juga meletakkan kedua tangannya di atas bahu dua orang di kanan kirinya, juga tawaf di Ka’bah, ketika aku tanya siapa orang itu?  Dijawab:  Al-Masih Ad-Dajjal.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 18 Komentar »

BAB: AL-MASIH ISA BIN MARYAM DAN AL-MASIH AD-DAJJAL


107. Abdullah bin Umar r.a. berkata:  Pada suatu hari Nabi saw. menceritakan Ad-Dajjal kepada orang-orang, lalu bersabda:  Sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelah, ingatlah sesungguhnya Ad-Dajjal itu buta mata sebelah kanan, bagaikan buah anggur yang timbul (menonjol).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 15 Komentar »

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU


106. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ketika malam Isra aku melihat Musa seorang yang kurus, sedang,  seperti orang dari suku Syanu’ah, juga melihat Isa juga sedang, putih kemerahan bagaikan orang yang baru keluar dari pemandian, dan aku sangat menyerupai Ibrahim.  Kemudian dihidangkan kepadaku dua bejana, satu berisi susu dan yang kedua berisi khamr, dan diperintahkan supaya memilih salah satu yang mana yang aku suka, maka aku ambil susu lalu aku minum, maka diberitahu : Engkau telah mengambil fitrah agama, andaikan engkau mengambil khamr pasti umatmu akan tersesat.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM, WAHYU. 8 Komentar »

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU


105. Mujahid berkata:  Ketika kami di majelis Ibn Abbas r.a. maka orang-orang menyebut Dajjal, dan dikatakan bahwa diantara kedua matanya ada tertulis: Kafir.
Ibn Abbas berkata: Aku tidak mendengar keterangan itu, tetapi Nabi saw. bersabda:  Adapun Musa maka seakan-akan aku melihat padanya ketika turun ke lembah sambil membaca talbiyah (Labbaika Allahumma labbaika). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam DOA, HADITS, IMAN, ISLAM. 6 Komentar »

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU


104. Ibn Abbas r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:  Ketika malam Isra  aku melihat Nabi Musa seorang yang coklat rupanya, tinggi dan keriting rambutnya, bagaikan orang dari suku Syanu’ah, aku juga melihat Isa a.s. orangnya sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, sedang bentuk badannya berkulit putih kemerah-merahan lurus rambutnya.  Aku juga melihat Malaikat Malik penjaga neraka dan Dajjal, dalam beberapa ayat (bukti kebesaran) Allah yang telah diperlihatkan kepadaku, karena itu maka jangan ragu, engkau pasti akan bertemu dengan-Nya.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

KITAB JIHAD ; BAB : PERANG AL-AHZAB ATAU KHANDAQ


1182. Al-Bara’ r.a. berkata:  Aku telah melihat Nabi saw. ketika perang Khandaq memindahkan tanah sehingga debu tanah itu telah menutupi putih rambutnya sambil bersabda:  “Lau laa anta mah tadainaa wa laa tashad daqnaa walaa shallainaa fa anzilan sakinatan alainaa wa tsabbitil aqdaama in laa qainaa innal ula qad baghau alainaa idza araa du fitnatan abainaa.“  ;
Andaikan tidak karena petunjuk hidayat-Mu kami takkan dapat petunjuk, tidak akan shadaqah dan shalat.  Karena itu turunkan ketenangan kepada kami, dan teguhkan tapak kami jika berhadapan dengan musuh. Sesungguhnya orang-orang yang berlaku zalim/aniaya jika mereka akan menggelincirkan kami, kami tolak.  (Bukhari, Muslim).
Ikhwan fillah, hari ini, sekali lagi untuk kesekian ribu kalinya, kita saksikan kebiadaban Israel laknatullah.  Suasana pengepungan Gaza, barangkali boleh diasosiasikan dengan pengepungan madinah saat perang Ahzab atau lebih dikenal dengan perang Khandaq. Untuk itu, dibawah ini, saya kutip tulisan Ustadz Ihsan Tanjung di eramuslim.com (http://www.eramuslim.com/suara-langit/ringan-berbobot/doa-saat-muslimin-terkepung-musuh.htm) :
Saudaraku, walaupun tidak sama persis sesungguhnya apa yang dialami oleh rakyat Gaza dewasa ini mirip dengan kondisi para sahabat saat perang Ahzab. Bangsa Palestina Gaza di bawah kepemimpinan Hamas menghadapi pengepungan pasukan Yahudi Zionis Israel. Selama berbulan-bulan Muslimin Gaza telah dipenjara dengan diberlakukannya blokade atas segenap perbatasan wilayah mereka. Belum lagi ketika agresi Israel atas rakyat Gaza berlangsung tampaknya terjadi kerjasama Israel dengan Amerika dan pemerintahan negera-negara Barat lainnya. Bahkan tidak sedikit pengamat yang memandang bahwa beberapa negara-negara Arab yang tunduk kepada Amerika cenderung berfihak kepada Israel, walaupun dilakukan malu-malu. Yang pasti, dalam berbagai demo yang berlangsung di seantero penjuru dunia tidak sedikit muncul spanduk yang jelas-jelas memposisikan Presiden Mesir Hosni Mubarak sebagai kolaborator Israel karena tidak sudi membuka perbatasan Mesir-Gaza, yakni the Rafah Crossing.
Dalam keadaan seperti ini kita teringat sabda Nabi kepada para sahabat ketika menghadapi kepungan Musyrikin dalam perang Ahzab. Beliau bersabda sebagai berikut:
« والذي نفسي بيده ، ليفرجن عنكم ما ترون من الشدة ، وإني لأرجو أن أطوف بالبيت العتيق آمنا ، وأن يدفع الله عز وجل إلي مفاتيح الكعبة ، وليهلكن الله كسرى وقيصر ، ولتنفقن كنوزهما في سبيل الله عز وجل »
“Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, Allah pasti akan mengeluarkan kalian dari kesulitan yang sedang kalian hadapi. Aku berharap dapat melakukan tawaf dengan aman di sekitar Baitullah (Ka’bah) dan Allah akan menyerahkan kunci-kuncinya kepadaku. Allah pasti akan membinasakan Kisra dan Kaisar, dan harta karun mereka akan kita belanjakan di jalan Allah.” (HR Baihaqy 1292)
Saudaraku, sungguh hati kita menjadi pilu karena hanya bisa menonton lewat layar kaca penderitaan yang dilalui saudara-saudara kita di Gaza. Malam demi malam mereka lalui dengan mencekam karena bertalu-talunya suara dentuman mortir dan rudal Israel. Sebagai pengamat dari kejauhan sungguh tidak banyak yang bisa kita lakukan. Tetapi satu hal yang pasti sebagai sesama orang beriman kita senantiasa optimis bahwa Allah akan menolong saudara-saudara kita orang-orang beriman dan para Mujahidin Gaza. Maka marilah mulai malam ini kita sampaikan doa untuk mereka. Marilah kita bacakan doa yang Nabi baca ketika kepungan pasukan Ahzab sudah sedemikian rupa menimbulkan ketegangan di dalam barisan kaum Muslimin. Inilah doa beliau sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Bukhary:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ فِي بَعْضِ أَيَّامِهِ الَّتِي لَقِيَ فِيهَا الْعَدُوَّ يَنْتَظِرُ حَتَّى إِذَا مَالَتْ الشَّمْسُ قَامَ فِيهِمْ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَاسْأَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلَالِ السُّيُوفِ ثُمَّ قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ وَمُجْرِيَ السَّحَابِ وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ

“Sesungguhnya Rasulullah pada sebagian harinya ketika berhadapan dengan musuh menunggu terbenamnya matahari. Kemudian beliau tampil di hadapan para sahabat dan bersabda: ”Wahai manusia, janganlah kalian berangan-angan ingin segera berjumpa dengan musush. Mohonlah kepada Allah keselamatan. Dan bila kalian berhadapan dengan musuh, maka bersabarlah. Dan ketahulaih bahwa surga berada di bawah bayang-bayang pedang.” Kemudian Nabi berdiri dan berdoa: ”Allahumma munzilal-kitab wa mujriyas-sahab wa hazimal-ahzab, ahzimhum wanshurnaa ’alaihim” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, menggerakkan awan dan menghancurkan pasukan bersekutu, hancurkanlah mereka dan tolonglah kami mengalahkan mereka.” (HR Muslim 3276)

دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ عَلَى الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Nabi berdoa pada saat perang Ahzab menghadapi (kepungan) Musyrikin: “Allahumma munzilal-Kitab, sari’al hisab. Allahummahzim Al-Ahzab, Allahummahzimhum wa zalzilhum.” (Ya Allah, yang menurunkan Kitab, cepat perhitungannya. Ya Allah hancurkanlah pasukan bersekutu. Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak=porandakanlah mereka).” (HR Bukhary 2716)
Ditulis dalam DOA, HADITS, IMAN, ISLAM, JIHAD. 4 Komentar »

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU


103. Malik bin Sha’sha’ah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda:  Ketika aku di dekat Ka’bah diantara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar suara salah seorang, yaitu yang diantara dua orang, lalu disediakan bejana emas yang berisi hikmat dan iman, lalu dibelah dari bawah tenggorokan hingga perutku, kemudian dibasuh dadaku dengan air zamzam, lalu dipenuhi dengan hikmat dan iman.
Lalu didatangkan untukku binatang yang putih lebih besar dari himar dan dibawah baghl (turunan kuda jantan dengan keledai betina) bernama buraq. Lalu berangkat bersama Jibril hingga sampai ke langit dunia, dan ketika ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Ditanya: Bersama siapa?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Dijawab: Ya. Maka disambut selamat datang, maka aku bertemu dengan Adam a.s. dan memberi salam, dan menyambutku dengan Selamat datang putraku dan nabi.
Kemudian kami naik ke langit kedua, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Ditanya: Siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya:  Ya.  Lalu disambut:  Selamat datang, dan di sana kami bertemu dengan Isa dan Yahya a.s. Keduanya menyambut:  Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit ketiga, lalu ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Dan siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Yusuf a.s. dan setelah memberi salam padanya ia menyambut: Selamat datang Saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit keempat, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut dengan selamat datang, dan di situ bertemu dengan Idris s.a. Sesudah aku beri salam, ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit kelima, dan ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril. Dan ditanya: Siapakah yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad. Ditanya pula: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang.  Di situ kami bertemu dengan Harun a,s, maka aku memberi salam, dan ia menyambut: Selamat datang saudara sebagai nabi.
Kemudian kami naik ke langit keenam, juga ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Lalu ditanya: Dan siapa yang bersamamu?  Dijawab: Muhammad.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang, ia menyambut dengan ucapan: Selamat datang saudara sebagai nabi. Dan ketika kami meninggalkannya ia menangis dan ketika ditanya: Mengapakah ia menangis?  Jawabnya: Ya Rabbi itu pemuda yang Tuhan utus sesudahku, akan masuk surga dari umatnya lebih banyak dari umatku.
Kemudian naik ke langit ketujuh, maka ditanya: Siapakah itu?  Jawab: Jibril.  Ditanya: Siapa yang bersamamu?  Jawabnya: Muhammad.  Ditanya: Apakah ia dipanggil?  Jawabnya: Ya.  Maka disambut: Selamat datang. Dan di situ kami bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s.  Sesudah aku memberi salam, maka ia sambut dengan: Selamat datang putraku sebagai nabi.
Kemudian tampak kepadaku Al-Bait Al-Ma’mur, tiap hari dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat untuk shalat, jika telah keluar tidak akan masuk lagi untuk selamanya.
Kemudian diperlihatkan kepadaku Sidratul Muntaha, buahnya bagaikan gentong (tempat air) Hajar, sedang daunnya bagaikan telinga gajah dan di bawahnya terdapat sumber empat sungai, dua ke dalam dan dua ke luar.  Aku bertanya kepada Jibril, jawabnya: Yang dalam itu di surga, sedang yang keluar itu yaitu sungai Nil dan Furat.
Kemudian diwajibkan atasku limapuluh kali shalat. Lalu aku turun dan bertemu dengan Musa, lalu ia bertanya: Apakah yang engkau dapat?  Jawabku: Diwajibkan atasku lima puluh kali shalat.  Musa berkata: aku lebih berpengalaman daripadamu, aku telah bersusah payah melatih  Bani Israil, dan umatmu tidak akan kuat, karena itu engkau kembali kepada Tuhan minta keringanan, maka aku kembali minta keringanan, dan diringankan sepuluh hingga tinggal empat puluh, kemudian dikurangi lagi sepuluh sehingga tinggal tiga puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal dua puluh, kemudian diringankan lagi sepuluh sehingga tinggal sepuluh, dan aku kembali kepada Musa, tetapi ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, maka aku minta keringanan dan dijadikan-Nya lima kali.
Maka aku bertemu dengan Musa dan menyatakan bahwa kini telah tinggal lima, maka ia tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab: Aku telah menerima dengan baik.  Maka terdengar seruan: Aku telah menetapkan kewajiban-Ku, dan meringankan pada hamba hamba Ku, dan akan membalas tiap kebaikan dengan sepuluh kalinya.  (Bukhari, Muslim).

BAB: ISRA DAN MI’RAJ KE LANGIT DAN SHALAT FARDLU LIMA WAKTU


102. Abu Dzar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu malam terbuka atap rumahku di Makkah, lalu turun Jibril, dan membelah dadaku, kemudian membasuhnya dengan air zamzam, kemudian ia membawa bejana emas yang berisi hikmat dan iman lalu dituangkan ke dalam dadaku, lalu ditutup kembali.
Kemudian ia membimbing tanganku dan menaikkan aku ke langit dunia, dan ketika sampai di langit, Jibril berkata kepada penjaganya: Bukalah.  Lalu ditanya: Siapakah itu?  Jawabnya: Jibril.  Lalu ditanya: Apakah engkau bersama orang lain?  Jawabnya: Ya, bersamaku Muhammad saw.  Ditanya: Apakah dipanggil?  Jawabnya : Ya.
Ketika telah dibuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba bertemu dengan orang yang duduk, sedang di kanan dan kirinya tampak sekumpulan orang, bila ia melihat ke kanan tertawa, tetapi bila melihat ke kiri menangis, maka ia menyambut: Marhaban (selamat datang) nabi yang saleh dan putra yang saleh.
Aku bertanya kepada Jibril: Siapakah itu?  Jawabnya: itu Adam a.s., sedang sekumpulan orang yang di kanan kirinya adalah anak cucunya, yang di kanan ahli surga dan yang di krinya ahli neraka, karena itu ia tertawa bila melihat ke kanan, dan menangis bila melihat ke kirinya.
Kemudian dinaikkan ke langit ke dua, dan minta buka pada penjaganya, juga dikatakan oleh penjaganya sebagaimana langit pertama, lalu dibuka.
Anas r.a. berkata: Maka menyebut bahwa di langit-langit itu telah bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, Ibrahim a.s. tetapi tidak dijelaskan tempat masing-masing, hanya menyebut bahwa Adam di langit pertama dan Ibrahim di langit ke enam.
Anas r.a. berkata:  Ketika Jibril bersama Nabi Muhammad saw.  berjumpa dengan nabi Idris maka disambut: Marhaban (Selamat datang) nabi yang saleh dan saudara yang saleh.  Lalu aku tanya: Siapakah ini?  Jawabnya: Ini Idris.  Kemudian melalui Nabi Musa juga disambut: Marhaban nabi yang saleh, dan aku bertanya: Siapakah ini?  Jawab Jibril: Itu Musa.  Lalu melalui Isa, juga menyambut: selamat datang nabi yang saleh dan saudara yang saleh. Ketika aku tanya: Siapakah itu?  Jawab Jibril: Itu Isa a.s.  Kemudian melalui Ibrahim, juga menyambut: Selamat datang nabi yang saleh dan putra yang saleh. Lalu aku bertanya: Siapakah itu?  Jawab Jibril: Itu Ibrahim a.s.
Kemudian aku dibawa naik  sehingga ke atas mustawa, dimana aku mendengar suara kalam yang tercatat di lauh mahfuzh. Maka Allah mewajibkan atas umatku lima puluh kali shalat. Lalu aku kembali membawa perintah kewajiban itu sehingga melalui Musa, maka ia bertanya: Apakah yang diwajibkan Tuhan atas umatmu?  Jawabku: Lima puluh kali shalat. Langsung ia berkata: Kembalilah kepada Tuhan untuk minta keringanan, sebab umatmu takkan kuat melakukan itu. Maka aku kembali kepada Tuhan minta keringanan dan diringankan setengahnya.
Tetapi Musa tetap berkata: Mintalah keringanan karena umatmu tidak akan kuat, maka kembali aku minta keringanan kepada Tuhan dan mendapat keringanan setengahnya. Tetapi Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan karena umatmu tidak akan kuat melakukan itu, maka kembalilah aku minta keringanan kepada Tuhan, sehingga Allah berfirman: Itu hanya lima kali dan nilainya sama dengan lima puluh, tidak akan berubah lagi putusanku.   Maka aku kembali kepada Musa dan Musa tetap menganjurkan supaya minta keringanan, tetapi aku jawab bahwa aku malu kepada Tuhan.
Kemudian aku dibawa ke sidratul muntaha yang diliputi oleh berbagai warna sehingga aku tidak mengerti apakah itu.
Kemudian aku dimasukkan ke surga, yang kubah-kubahnya terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi (misk).  (Bukhari, Muslim).

BAB: PERTAMA TURUNNYA WAHYU


101. Jabir r.a.:  Yahya bin Katsir berkata:  Aku bertanya kepada Abu Salamah bin Abdurrahman tentang wahyu pertama yang turun dari ayat Al-Qur’an, maka dijawab: Ya Ayyuhal muddatsir. Aku berkata:  Orang-orang berkata: Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaqa.  Jawab Abu Salamah:  Aku bertanya pada Jabir bin Abdullah tentang itu, dan juga aku tegur sebagaimana katamu itu, maka Jabir berkata:  Aku tidak meriwayatkan kepadamu kecuali apa yang diceritakan oleh Rasulullah saw. kepada kami, yaitu:  Ketika aku beribadah di Hira, dan ketika telah selesai, aku turun dari Hira, tiba-tiba aku dipanggil, maka aku melihat ke kanan, ke kiri tidak ada apa-apa, melihat ke muka ke belakang, juga tidak melihat apa-apa, lalu aku melihat ke atas, terlihatlah olehku sesuatu, maka segera aku pergi kepada Khadijah dan berkata kepadanya:  Selimutilah aku dan siramkan air dingin kepadaku, maka diselimutilah aku dan diusap dengan air dingin, maka turunlah ayat : Ya ayyuhal muddatstsir. Qum fa andzir. Wa Rabbaka fakabbir. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM, WAHYU. 1 Komentar »

BAB: PERTAMA TURUNNYA WAHYU


100. Jabir bin Abdullah Al-Anshari r.a. ketika memberitakan turunnya wahyu berkata:  Nabi saw. bersabda:  Ketika aku berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara orang dari langit, maka aku melihat ke atas, tiba-tiba malaikat yang datang kepadaku di gua Hira itu duduk di kursi diantara langit dan bumi sehingga aku merasa sangat gentar, dan kembali ke rumah minta diselimuti (zammiluni, zammiluni), maka Allah menurunkan kepadaku:  “Ya ayyuhal muddatsir.  Qum fa andzir. Wa rabbaka fakabbir. Wa tsyiabaka fathahir. Warrujza fahjur” (Wahai orang yang berselimut. Bangunlah dan peringatkanlah. Dan nama Tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan semua berhala tinggalkanlah).  Kemudian berturut-turut turun wahyu dan semakin banyak. (Bukhari, Muslim).  Yakni lebih sering turun.
Ditulis dalam AMAL, HADITS, IMAN, ISLAM, WAHYU. 5 Komentar »

BAB: PERTAMA TURUNNYA WAHYU


99. Ummul mukminin, Aisyah r.a. berkata: Pertama turunnya wahyu kepada Nabi saw. berupa mimpi yang baik dan tepat,  setiap bermimpi pada waktu malam, maka terjadilah mimpi itu pada esok harinya bagaikan pastinya terbitnya fajar Subuh.   Kemudian ia menjadi senang menyendiri di gua Hira, di sana ia beribadah beberapa hari dengan malamnya sebelum kembali kepada istrinya untuk mengambil bekal dan kembali ke tempat khalwatnya, kemudian kembali kepada istrinya Siti Khadijah dan mengambil bekal pula seperti semula, sehingga tibalah masa turunnya wahyu yang haq ketika Nabi di gua Hira.  Maka datanglah Malaikat dan menyuruhnya: Iqra’ (bacalah).   Nabi saw. berkata:  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca),  tiba-tiba malaikat mendekapnya sehingga habis tenaganya, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra’ (bacalah).  Dijawab:  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca).  Maka dibekap untuk kedua kalinya sehingga terasa payah, kemudian dilepas dan diperintah: Iqra’ (bacalah).  Dijawab :  Ma ana biqaari’ (Aku tidak dapat membaca), maka dibekap untuk ketiga kalinya, kemudian dilepas dan diperintah  Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaqa, khalaqal insana min ‘alaq, iqra’ wa rabbukal akram. (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan, menjadikan manusia dari sekepal darah, bacalah dan Tuhanmu yang termulia).
Maka kembalilah Rasulullah saw. dengan hati yang gemetar, sehingga sampai ke rumah Khadijah binti Khuwailid r.a. dan berkata:  Selimutilah aku (zammiluni, zammiluni),  lalu diselimuti dan ditenangkan hingga hilang rasa takut dan gemetarnya, lalu Nabi saw. bersabda kepada Khadijah sesudah menceritakan semua kejadian yang dialaminya:  Aku khawatir atas diriku.  Jawab Khadijah untuk menenangkan hatinya:  Tidak, jangan khawatir. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau untuk selamanya. Engkau selalu menghubungi famili, senang menanggung kesukaran yang berat, membantu orang yang fakir miskin, menjamu tamu, dan membantu meringankan penderitaan yang hak.
Kemudian Khadijah membawanya ke rumah Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza sepupu Siti Khadijah. Waraqah adalah seorang yang telah masuk Nasrani di masa Jahiliah, dan biasa menulis injil yang berbahasa Ibrani, dan ia seorang yang telah tua bahkan buta, maka berkata Khadijah:  Hai anak pamanku, dengarkanlah apa yang diutarakan oleh keponakanmu ini.  Waraqah berkata:  Hai keponakanku apakah yang telah engkau alami?  Maka Nabi saw. memberitakan semua yang dialami dan dilihatnya.  Lalu berkata waraqah:  Itu malaikat yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa.  Aduhai andaikan aku masih muda dan kuat, semoga aku masih hidup ketika engkau diusir oleh kaummu.  Nabi saw. bertanya:  Apakah mereka akan mengusirku?  Jawab Waraqah:  Ya, tiada seorangpun yang mengajar kepada kaumnya seperti ajaranmu itu melainkan dimusuhi, dan sekiranya aku mendapati saat itu pasti aku akan membantumu dengan bantuan yang memuaskan dan gemilang.  (Bukhari, Muslim).
Kemudian     :
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM, WAHYU. 2 Komentar »

BAB: WAKTUNYA TIDAK LAGI DITERIMA IMAN YANG BARU


98. Abu Dzar r.a. berkata: Ketika aku masuk majid, Rasulullah saw. sedang duduk, dan ketika terbenam matahari Nabi saw. bersabda:  Hai Abu Dzar tahukah engkau kemana matahari itu pergi?  Jawabku:  Allahu warasuluhu a’lam.  Maka sabda Nabi saw.: Dia minta izin kepada Tuhan untuk sujud, lalu diizinkan terbit kembali, dan akan tiba masa diperintahkan kepadanya:  Kembalilah dari mana engkau datang. Sehingga ia terbit dari barat (tempat terbenamnya). Dan itulah tempatnya.  (Bukhari, Muslim).

BAB: WAKTUNYA TIDAK LAGI DITERIMA IMAN YANG BARU


97. Abu Hurairah r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:  Tidak akan tiba hari kiamat sehingga matahari terbit dari barat, maka bila matahari telah terbit dari barat, dan orang-orangpun melihatnya, segera mereka beriman semuanya, pada saat itu tidak berguna iman yang baru, jika dahulunya mereka tidak beriman. Kemudian Nabi saw. membaca ayat 158 surat Al-An’am: “Pada hari tibanya salah satu ayat (bukti) yang telah ditentukan oleh Tuhanmu, maka tidak akan berguna iman yang baru bagi orangnya jika dahulunya mereka tidak beriman“.  (Bukhari, Muslim).

BAB: AKAN TURUNNYA NABI ISA A.S. UNTUK MELAKSANAKAN SYARIAT NABI MUHAMMAD SAW.


96. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Bagaimanakah kamu, jika turun kepadamu Isa putra Maryam a.s. sedang imam (pimpinanmu) tetap dari kamu sendiri.  (Bukhari, Muslim).

BAB: AKAN TURUNNYA NABI ISA A.S. UNTUK MELAKSANAKAN SYARIAT NABI MUHAMMAD SAW.


95. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, hampir (sebentar lagi – pent)  akan turun kepadamu Nabi Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil, lalu ia akan memecah semua salib, membunuh babi, menghapuskan cukai, dan berlimpah harta kekayaan sehingga tiada seorangpun yang akan menerimanya.  (Bukhari, Muslim).   Yakni shadaqah.

BAB: WAJIB BERIMAN PADA NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI UTUSAN ALLAH BAGI SELURUH MANUSIA, DAN SYARIATNYA ME-MANSUKH-KAN SYARIAT SYARIAT SEBELUMNYA


94. Abu Musa r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Tiga macam orang yang akan mendapat pahala dua kali lipat:  1.  Seorang ahli kitab yang dahulu percaya kepada nabinya, kemudian beriman kepada Nabi Muhammad saw.    2. Hamba sahaya yang menunaikan kewajibannya terhadap Allah dan kewajibannya terhadap majikannya.   3. Seorang majikan yang memiliki budak wanita dididik dengan baik, diajar agama sebaik-baiknya kemudian dimerdekakan lalu dikawininya,  maka dia mendapat pahala dua kali lipat.   (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, AMAL, HADITS, IMAN, ISLAM. 7 Komentar »

BAB: WAJIB BERIMAN PADA NABI MUHAMMAD SAW. SEBAGAI UTUSAN ALLAH BAGI SELURUH MANUSIA, DAN SYARIATNYA ME-MANSUKH-KAN SYARIAT SYARIAT SEBELUMNYA


93. Abu Hurairah r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:  Tiada seorang nabi melainkan telah diberi mukjizat yang karenanya orang-orang percaya kepadanya.  Mukjizat yang diberikan kepadaku berupa wahyu (Al-Quran) yang diturunkan kepadaku.  Maka aku berharap semoga akulah yang terbanyak pengikutnya pada hari kiamat.  (Bukhari, Muslim)
Sebab Mukjizat Al-Quran akan tetap hingga hari kiamat.
Pengertian Mansukh : Pembatalan hukum yang ditetapkan terdahulu oleh hukum yang ditetapkan kemudian.

BAB: KETENANGAN HATI KARENA MELIHAT BUKTI NYATA


92. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Kami lebih layak untuk ragu daripada Nabi Ibrahim a.s., ketika Ia berkata: Ya Tuhan perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang yang telah mati.   Tuhan bertanya:  Apakah engkau tidak percaya?   Jawab Ibrahim a.s.:  Benar aku telah percaya, tetapi supaya lebih tenteram hatiku.    Dan semoga Allah merahmati Nabi Luth a.s. ketika akan berlindung kepada pelindung yang kuat.   Dan andaikan aku tinggal dalam penjara, selama Nabi Yusuf dipenjara, niscaya segera aku sambut panggilan raja.  (Bukhari, Muslim).
Diriwayatkan: Rasul menanggapi begitu beruntungnya Nabi Ibrahim yg mendapat kesempatan untuk meyakinkan dirinya bahwa Allah memang ada, dengan diperlihatkan kepadanya burung mati yang bisa hidup lagi.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 7 Komentar »

BAB: MENGAMBIL HATI ORANG YANG LEMAH IMAN


91. Saad bin Abi Waqash r.a. berkata:  Rasulullah saw. memberi kepada beberapa orang, saat itu Saad sedang duduk melihat, maka Saad berkata: Ya Rasulullah, mengapakah Tuan tinggalkan si Fulan padahal aku tahu dia seorang mukmin.  Nabi saw. bersabda: Ataukah muslim.  Maka diamlah Saad sementara, kemudian mengulang pertanyaannya: Ya Rasulullah mengapakah Tuan tinggalkan Fulan, demi Allah aku tahu dia seorang mukmin.  Nabi saw. bertanya: Ataukah muslim?   Maka diamlah Saad sementara, lalu mengulang kembali pertanyaannya, dan Nabi juga mengulangi sabdanya.  Kemudian Nabi saw. bersabda:  Ya Saad, ada kalanya aku memberi kepada seseorang, padahal orang yang lain itu lebih aku sayang, karena khawatir kalau ia terjerumus ke dalam api neraka.  (Bukhari, Muslim).
Yakni khawatir jika yang lemah iman itu tidak diberi lalu ia mencela Nabi saw. sehingga menyebabkan ia masuk ke dalam neraka.
Ditulis dalam ADAB, AMAL, DOSA, HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: BOLEH MERAHASIAKAN IMANNYA BAGI ORANG YANG TAKUT


90. Hudzaifah r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:  Catatkanlah untukku nama orang-orang yang telah masuk Islam.   Maka kami catat seribu lima ratus orang. Dan kami berkata:  Apakah Tuan khawatir terhadap kami padahal kini sudah seribu lima ratus orang?    Kemudian nyata kami telah diuji dengan bala’ ketakutan sehingga ada kalanya orang shalat sendirian karena takut.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: ISLAM PADA MULANYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING. DAN IMAN AKAN KEMBALI KE KOTA MADINAH SEBAGAIMANA ULAR KEMBALI KE LUBANGNYA


89. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Sesungguhnya iman itu akan kembali berkumpul di Madinah sebagaimana ular kembali ke dalam lubangnya.  (Bukhari, Muslim).

BAB: ISLAM PADA MULANYA ASING DAN AKAN KEMBALI ASING. DAN IMAN AKAN KEMBALI KE KOTA MADINAH SEBAGAIMANA ULAR KEMBALI KE LUBANGNYA


88. Hudzaifah r.a. berkata: Ketika kami duduk di majelis Umar r.a. tiba-tiba ia bertanya:  Siapakah diantara kalian ingat sabda Nabi saw. mengenai fitnah?    Jawabku: Aku.   Umar r.a.: berkata: Engkaulah yang berani menerangkannya.   Lalu aku berkata:  Fitnah (ujian/bala’) yang menimpa seseorang pada keluarga, harta dan anak-anaknya atau tetangganya dapat tertebus oleh shalat, puasa, shadaqah dan amar makruf nahi munkar.   Umar r.a. berkata: Bukan itu yang aku tanyakan, tetapi fitnah yang besar bagaikan gelombang air laut.   Jawabku: Engkau tidak usah khawatir ya amirul mukminin, diantaramu dengan fitnah itu ada dinding pintu yang masih tertutup.  Umar r.a. bertanya: Apakah pintu itu akan dibuka atau dipecah?   Jawabku: Dipecah.   Umar r.a. berkata: Jika demikian maka tidak akan dapat ditutup untuk selamanya.
Kami bertanya kepada Hudzaifah:  Apakah Umar mengetahui siapakah pintu itu?  Jawab Hudzaifah: Ya.  Sebagaimana mengetahui bahwa sebelum esok hari, ada ini malam. Sungguh aku telah menerangkan padanya hadis.   Kami merasa gentar untuk bertanya kepada Hudzaifah, maka kami menyuruh Masruq menanyakan siapakah pintu itu?  Jawab Hudzaifah r.a.: Pintu itu ialah Umar r.a.  (Bukhari, Muslim).

BAB: TERANGKATNYA/TERCABUTNYA AMANAH DAN IMAN DARI BEBERAPA HATI DAN BANYAKNYA FITNAH UJIAN HIDUP


87. Hudzaifah r.a. berkata:  Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kami dua hadits, dan aku telah melihat yang satu dan sedang menanti yang kedua.       Rasulullah saw. menceritakan bahwa amanat (iman) pada mulanya turun dalam lubuk hati manusia, lalu mereka mengerti Al-Qur’an dan mengetahui sunah rasul.
Kemudian Rasulullah saw. menceritakan tercabutnya amanat (iman). Ketika orang sedang tidur, tercabutlah amanat dari hatinya, sehingga tinggal bekasnya seperti bintik yang yang hampir hilang, kemudian tidur pulas, maka tercabut pula sehingga tinggal bekasnya bagaikan kapalan (kulit yang mengeras bekas bekerja). Bagaikan bara api yang engkau injak di bawah tapak kaki, sehingga membengkak maka tampaknya membesar tetapi tidak ada apa-apanya.
Maka esok harinya orang-orang berjual beli, dan sudah tidak terdapat orang yang amanat/dapat dipercaya.  Sehingga mungkin disebut-sebut ada dari suku Bani Fulan seorang yang amanat (dapat dipercaya),  sehingga dipuji-puji:  Alangkah pandainya, alangkah ramahnya, alangkah baiknya, padahal di dalam hatinya tidak ada seberat zarah dari iman.  (Bukhari, Muslim).
Hudzaifah berkata:  Dan aku telah pernah berada dalam suatu masa, tidak usah memilih orang dalam jual beli. Jika bertepatan dengan seorang Kristen (atau Kafir), maka ia takut kepada hukuman pemerintahnya.  Adapun saat ini, aku tidak dapat mempercayai kecuali satu dua orang, yaitu fulan dan fulan.
Ditulis dalam AMAL, DOSA, HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: PEMERINTAH YANG KORUPSI PADA RAKYATNYA AKAN MASUK NERAKA


86. Ma’qil bin Yasar r.a. ketika sakit dijenguk oleh Gubernur Ubaidillah bin Ziyad, maka Ma’qil berkata:  Aku akan menyampaikan kepadamu suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah saw., beliau bersabda:  Siapa yang diamanati oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak akan dapat merasakan bau surga.  (Bukhari, Muslim).     Yakni bila tidak merasakan bau surga maka pasti masuk neraka.
Ditulis dalam ADAB, AMAL, DOSA, HADITS, ISLAM. 12 Komentar »

BAB: SIAPA YANG MATI KARENA MEMBELA HAK NYA MAKA IA MATI SYAHID, DAN YANG TERBUNUH KARENA AKAN MERAMPOK/MERAMPAS, GUGUR DARAHNYA DAN DALAM NERAKA


85. Abdullah bin Amr r.a. berkata:  Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda:  Siapa yang terbunuh mati karena membela (mempertahankan) haknya (harta, miliknya) maka ia mati syahid.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, AMAL, DOSA, HADITS, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG MENGAMBIL HAK ORANG MUSLIM DENGAN SUMPAH PALSU


84. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Siapa yang berani sumpah untuk mengambil hak (harta) seorang muslim, ia akan menghadap kepada Allah, sedang Allah murka kepadanya.  Allah menurunkan keterangan itu di ayat 77 Ali Imran :
“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. bagi mereka azab yang pedih
Kemudian masuklah Al-Asy’ats bin Qais dan bertanya:  Apakah yang diceritakan oleh Abu Abdurrahman kepada kalian?  Jawab kami: Ini dan itu.  Lalu ia berkata:  Ayat itu turun mengenai diriku, yaitu aku memiliki sebuah sumur di tanah sepupuku, mendadak ia akui haknya, maka Nabi saw. bersabda kepadaku:  Harus engkau membawa bukti, jika tidak, maka akan diminta sumpahnya, lalu aku berkata:  Jika demikian pasti ia akan bersumpah ya Rasulullah.  Maka Nabi saw. bersabda:  Siapa yang berani bersumpah untuk mengambil hak seorang muslim, padahal ia lancung, maka ia akan menghadap Allah sedang Allah murka kepadanya.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, DOSA, HADITS, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: BISIKAN RAGU DALAM IMAN DAN CARA MENGELAKNYA


83. Anas bin Malik r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Selalu orang bertanya-tanya sehingga mereka berkata:  Allah yang menjadikan segala sesuatu, maka siapakah yang menjadikan Allah?  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, DOSA, HADITS, IMAN, ISLAM. 4 Komentar »

BAB: BISIKAN RAGU DALAM IMAN DAN CARA MENGELAKNYA


82. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Setan datang pada tiap orang dan bertanya (berbisik):  Siapakah yang menjadikan ini?  Siapakah yang menjadikan itu?  Sehingga bertanya: Siapakah yang menjadikan Tuhanmu?   Apabila sampai di sini, maka hendaklah membaca: A’udzubillahi minasysyaihtanirrajim, dan menghentikan suara bisikan itu. (Yakni tidak melayaninya).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: NIAT AKAN BERBUAT KEBAIKAN DICATAT BAIK, DAN NIAT AKAN BERBUAT DOSA TIDAK DICATAT APA-APA


81. Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi saw. dari apa yang diriwayatkan dari Allah azza wa jalla, bersabda:  Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang niat akan berbuat kebaikan (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya satu kebaikan, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh kebaikan, dapat bertambah hingga tujuh ratus kali, dan dapat berlipat lebih dari itu.  Sebaliknya, jika niat akan berbuat keburukan (dosa) lalu tidak dikerjakan, dicatat untuknya satu kebaikan yang cukup (sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam AMAL, DOSA, HADITS, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: NIAT AKAN BERBUAT KEBAIKAN DICATAT BAIK, DAN NIAT AKAN BERBUAT DOSA TIDAK DICATAT APA-APA


80. Abu Hurairah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Jika seorang berbuat baik dalam Islamnya maka tiap kebaikan yang diamalkannya dicatat sepuluh kali lipat sehingga tujuh ratus, dan tiap dosa yang dilakukannya hanya dicatat satu.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam AMAL, DOSA, HADITS, ISLAM. 3 Komentar »

BAB: ALLAH MEMAAFKAN SUARA HATI SELAMA BELUM DIBICARAKAN ATAU DILAKSANAKAN


79. Abu Hurairah r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda:  Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku, apa-apa yang masih tergerak dalam hati selama belum dibicarakan atau dilaksanakan (dikerjakan). (Bukhari, Muslim)

BAB: IMAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH IKHLAS


78. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Ketika turun ayat : “Mereka yang beriman dan tidak menodai (mencampuri) iman mereka dengan zhulm (aniaya), merekalah yang terjamin keamanannya, dan mereka yang mendapat petunjuk hidayat. Ayat ini benar-benar terasa berat bagi sahabat Nabi saw. sehingga mereka berkata: Ya Rasulullah, siapakah diantara kami yang tidak pernah berbuat zalim (dosa)?   Jawab Nabi saw.: Bukan itu yang dimaksud, yang dimaksud ialah syirik, tidakkah kamu mendengar nasihat Luqman pada putranya:  Hai anakku jangan mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu zhulm (aniaya) yang sangat besar.  (Bukhari, Muslim).

BAB: HUKUM AMAL KEBAIKAN KAFIR JIKA MASUK ISLAM


77. Hakim bin Hizam r.a. berkata:  Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ibadah yang telah aku lakukan di masa Jahiliah, seperti shadaqah, memerdekakan budak dan silaturrahmi, apakah mendapat pahala?  Jawab Nabi saw.:  Engkau masuk Islam dengan apa yang telah engkau lakukan dari amal kebaikan.  (Bukhari, Muslim).
Yakni engkau akan mendapat pahala dari amal-amal yang lalu di masa jahiliah itu, selama engkau melakukan seperti itu sesudah Islam.
Ditulis dalam HADITS, ISLAM, TAUBAT. 3 Komentar »

BAB: ISLAM, HIJRAH, DAN HAJI DAPAT MENGHAPUS APA YANG TERJADI SEBELUMNYA


76. Ibnu Abbas r.a. berkata:  Ada beberapa orang musyrik yang telah banyak membunuh dan berzina datang bertanya kepada Nabi Muhammad saw. : Sesungguhnya yang engkau ajarkan itu baik, andaikan engkau dapat memberitahu bahwa ada jalan untuk menebus dosa-dosa yang telah kami perbuat?                      Maka turunlah ayat:  “Dan mereka yang tidak meminta kepada Tuhan yang lain selain Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, dan tidak berzina.” (Q.S. Al-Furqan : 68)            dan ayat : “Katakanlah, hai hamba-hambak-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah.” (Q.S. Az-Zumar : 53).   (Bukhari, Muslim).
Lanjutan ayat Al-Furqan:  “Dan siapa yang berbuat semua itu tentu mendapat dosa. Akan dilipatgandakan siksa atasnya di hari kiamat, dan kekal dalam siksa terhina. Kecuali orang yang taubat dan beriman serta beramal saleh, maka untuk mereka Allah akan mengganti semua dosa mereka dengan kebaikan (kebaikan), dan Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (Al-Furqan: 69-70).
Lanjutan ayat Az-Zumar: “Sesungguhnya Allah dapat mengampuni semua dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang.” (Az-Zumar: 53)

BAB: APAKAH ADA TUNTUTAN TERHADAP AMAL DI MASA JAHILIAH ?


75. Ibn Mas’ud r.a. berkata: Seorang bertanya:  Ya Rasulullah apakah kami akan dituntut karena amal perbuatan kami di masa jahiliah?  Jawab Nabi saw.: Siapa yang berbuat baik di dalam Islam maka tidak akan dituntut terhadap amal yang dilakukan di masa jahiliah, dan siapa yang berbuat jahat dosa dalam Islam maka akan dituntut yang pertama hingga yang akhir.  (Bukhari, Muslim).

BAB: HARAM GHULUL (MENGAMBIL BARANG GHANIMAH SEBELUM DIBAGI)


74. Abu Hurairah r.a. berkata:  Ketika kami selesai membuka Khaibar dalam ghanimah tidak terdapat emas perak, hanya ternak unta, lembu dan barang perkakas dan kebun. Kemudian kita kembali bersama Nabi saw. ke WadilQura, dan bersama Nabi saw. seorang hamba bernama Mid’am hadiah dari seorang suku Bani  Adh Dhibab, dan ketika hamba itu menurunkan kendaraan Nabi saw. tiba-tiba ada panah jatuh dan kena pada hamba itu hingga ia mati, maka orang-orang berkata: Untunglah ia mati syahid.  Mendadak Rasulullah saw. bersabda:  Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, selimut yang ia ambil dari ghanimah Khaibar yang belum dibagi itu, kini menyalakan api atas badannya.
Setelah itu maka datanglah seorang yang mendengar sabda Nabi saw. itu membawa dua tali sepatu (sandal), sambil berkata:  Ini aku ambil dari ghanimah sebelum dibagi, maka sabda Nabi saw.:  Satu atau dua tali sepatu dari api neraka.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA YANG BERIMAN


73. Jundub bin Abdillah r.a. berkata:  Rasulullah saw. bersabda: Ada di masa dahulu sebelum kamu, seorang menderita luka, tiba-tiba ia jengkel lalu mengambil pisau dan memotong lukanya, maka tidak berhenti darahnya hingga mati.  Allah Ta’ala berfirman:  Hamba Ku akan mendahului Aku terhadap dirinya (jiwanya), maka Aku haramkan padanya surga. (Bukhari, Muslim).
Yakni haram ia masuk surga karena ia telah membunuh dirinya dan tidak sabar menerima ujian Allah.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA YANG BERIMAN


72. Sahl bin Saad As-Saidi r.a. berkata:  Rasulullah saw. berhadapan dengan kaum musyrikin dalam perang, kemudian ketika Nabi saw. telah berkumpul dengan pasukannya, demikian pula kaum musyrikin kini telah kembali kepada pasukannya, sedang ada seorang dari sahabat Nabi saw. yang sangat hebat perjuangannya pada hari itu sehingga serbuannya benar-benar mengagumkan sahabat-sahabat lainnya, mengejar musuh ke sana kemari, memenggal dengan pedangnya, sehingga sahabat berkata:  Hari ini tiada seorang yang sehebat Fulan,     tiba-tiba Rasulullah saw. bersabda: Ingatlah dia seorang ahli neraka.      Maka seorang sahabat berkata: Aku akan menyelidiki keadaannya.   Lalu sahabat ini selalu mengikutinya jika lari maupun berhenti.  Tiba-tiba orang itu terkena luka yang sangat parah, lalu ia tidak tahan menderita dan meletakkan pedangnya di tanah sedang tajamnya di letakkan di dada antara kedua teteknya, lalu ditekannya sehingga mati bunuh diri.        Maka segera sahabat itu lari kepada Rasulullah saw. dan berkata:  Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.   Ditanya oleh Nabi saw.:  Mengapakah?    Jawabnya:  Orang yang tuan sebut ahli neraka itu, karena orang-orang ragu dan bingung menerimanya, maka aku selidiki keadaannya, kemudian setelah ia luka parah, ia ingin segera mati dan meletakkan pedangnya di tanah dan tajamnya di antara kedua teteknya, kemudian ditekan sehingga mati bunuh diri.    Maka sabda Nabi saw.:  Sesungguhnya ada kalanya seorang berbuat amal ahli surga pada lahirnya yang terlihat pada orang, padahal ia ahli neraka, dan adakalanya seorang mengerjakan amal ahli neraka dalam pandangan orang, padahal ia ahli surga.  (Bukhari, Muslim).
Sebab yang menentukan surga dan neraka ialah husnul khatimah atau su’ul khatimah, jika sampai mati dalam amal yang diridhai Allah maka ahli surga, tetapi jika mati dalam murka Allah pasti neraka. Na’udzubillahi min dzalik.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 3 Komentar »

BAB: HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA YANG BERIMAN


71. Abu Huraiarah r.a. berkata:  Kami hadir bersama Nabi saw. di perang Khaibar tiba-tiba Nabi saw. bersabda terhadap seorang yang mengaku Muslim:  Orang itu ahli neraka.   Kemudian ketika terjadi perang Khaibar, orang itu ikut berperang dengan semangat yang keras sehingga luka parah, maka orang-orang berkata kepada Nabi:  Ya Rasulullah, orang yang Tuan katakan ia ahli neraka, ia telah ikut perang yang hebat sekali sehingga ia mati.  Maka sabda Nabi saw.:  Ia menuju ke neraka.  Orang-orang mendengar keterangan Nabi saw. itu hampir ragu menanggapinya, tiba-tiba ada berita bahwa orang itu belum mati tetapi luka parah (berat), dan pada waktu malam ia tidak sabar menderita lukanya hingga membunuh dirinya.  Dan ketika berita ini disampaikan kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Allahu akbar, asyhadu anni abdullahi warasuluhu (Allah  Maha Besar, aku bersakdi bahwa aku hamba Allah dan utusan-Nya).  Kemudian Nabi saw. menyuruh Bilal supaya berseru pada semua orang:  Sesungguhnya tidak dapat masuk surga  kecuali jiwa yang benar-benar patuh Islam, dan sungguh Allah akan membantu agama ini dengan perjuangan seorang fajir (yang tidak jujur imannya).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA YANG BERIMAN


70. Tsabit bin Adh-Dhahhaak r.a. sahabat yang ikut baiat pada Nabi saw. di bawah pohon Baiatur Ridhwan, berkata:  Rasulullah saw. bersabda:  Siapa yang bersumpah dengan nama Islam maka ia sebagaimana yang disumpahkan itu. Dan tidak dianggap nazar seorang terhadap sesuatu yang tidak dimilikinya. Dan siapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu alat di dunia, akan disiksa di hari kiamat dengan alat itu. Dan siapa yang mengutuk (melaknat) seorang mukmin maka sama dengan membunuhnya. Dan siapa yang menuduh berzina terhadap seorang mukmin maka sama dengan membunuhnya.  (Bukhari, Muslim).

BAB: HARAM BUNUH DIRI DAN TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI JIWA YANG BERIMAN


69. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang terjun dari gunung untuk bunuh diri, maka ia kelak di neraka Jahanam akan tetap terjun untuk selama-lamanya. Dan siapa yang makan racun untuk bunuh diri, maka racun akan tetap di tangannya dijilatinya dalam neraka Jahanam untu selama-lamanya. Dan siapa yang membunuh diri dengan senjata besi maka besi itu akan tetap di tangannya untuk menikamkan ke perutnya dalam neraka Jahanam untuk selamnya.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: Tiga macam Orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan Pandangan Rahmat-Nya


68. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan pandangan rahmat-Nya pada hari kiamat, dan tidak akan dimaafkan, dan bagi mereka tetap siksa yang pedih. 1. Seorang yang memiliki kelebihan air di tengah perjalanan lalu menolak orang rantau yang membutuhkannya.  2. Seorang yang berbaiat pada imam (pimpinan), semata-mata untuk dunia, jika ia diberi tetap rela, bila tidak diberi maka marah.  3. Seorang menjual barangnya sesudah Asar, lalu ia bersumpah: “Demi Allah aku telah membayar sekian pada penjualnya”, lalu dipercaya oleh pembelinya, padahal ia berdusta.    Kemudian Nabi saw. membacakan ayat:  “Sesungguhnya mereka yang menukar janji Allah dan sumpah mereka dengan harga (harta dunia) yang sedikit, mereka tidak mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dan tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, bahkan tidak akan memaafkan mereka, dan bagi mereka tetap mendapat siksa yang sangat pedih”. (Q.S. Ali Imran:77). (Bukhari, Muslim).

BAB: SANGAT HARAM FITNAH NAMIMAH (MENGADU DOMBA)


67. Hudzaifah r.a. berkata:  Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda: Tidak akan masuk surga seorang yang memfitnah (mengadu domba).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: HARAM MEMUKUL PIPI, MEROBEK BAJU & MERATAP KETIKA KEMATIAN


66. Abu Musa r.a. menderita salit keras hingga pingsan, sedang kepalanya di pangkuan istrinya, tiba-tiba menjeritlah seorang wanita dari keluarganya, tetapi Abu Musa tidak dapat menjawab apa-apa.  Kemudian setelah ia sadar kembali ia berkata: Aku bebas/lepas dari orang yang Nabi saw. lepas bebas dari mereka,  Nabi saw. lepas bebas dari orang-orang yang menjerit ketika kematian, dan yang mencukur rambutnya dan yang merobek-robek bajunya.  (Bukhari, Muslim).
Nabi lepas bebas berarti tidak akan memberikan syafaatnya.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, ISLAM. 4 Komentar »

BAB: HARAM MEMUKUL PIPI, MEROBEK BAJU & MERATAP KETIKA KEMATIAN


65. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Bukan dari umatku orang yang memukul-mukul pipinya, merobek bajunya dan berseru meratap dengan ratapan jahiliah (ketika kematian).  (Bukhari, Muslim).

BAB: SIAPA MENYERANG ORANG ISLAM DENGAN SENJATANYA MAKA BUKAN MUSLIM


64. Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang menyerang kita dengan senjata maka bukan dari umatku.  (Bukhari, Muslim).

BAB: SIAPA MENYERANG ORANG ISLAM DENGAN SENJATANYA MAKA BUKAN MUSLIM


63. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang menyerang kita dengan senjata maka ia bukan dari umatku.  (Bukhari, Muslim).

BAB: HARAM MEMBUNUH ORANG KAFIR YANG SUDAH MENGUCAP LAA ILAHA ILLALLAH


62. Usamah bin Zaid r.a. berkata: Rasulullah saw. mengutus kami ke daerah Al-Huraqah, maka kami segera menyerbu suku daerah itu di pagi hari sehingga mengalahkan mereka, kemudian aku dengan seorang sahabat Anshar mengejar seorang dari mereka, dan ketika telah kami kepung tiba-tiba ia berkata: Laa ilaha illallah, maka kawanku Al-Anshari itu menahan pedangnya, dan aku langsung menikamnya dengan tombakku hingga mati.  Dan ketika kami kembali ke Madinah berita itu telah sampai kepada Nabi saw. sehingga Nabi saw. langsung bertanya kepadaku:  Ya Usamah apakah engkau membunuhnya sesudah ia berkata Laa ilaha illallah ?  Jawabku: Dia hanya akan menyelamatkan diri.  Maka Nabi saw. mengulang-ulang tegurannya itu sehingga aku sangat menyesal dan ingin andaikan aku belum Islam sebelum hari itu. (Bukhari, Muslim).
Yakni ia merasa dosanya sesudah ia masuk Islam lalu berdosa sedemikian, dan andaikan belum Islam, maka dapat ditebus dengan masuk Islam.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: HARAM MEMBUNUH ORANG KAFIR YANG SUDAH MENGUCAP LAA ILAHA ILLALLAH


61. Al-Miqdad bin Al-Aswad r.a. bertanya kepada Nabi saw.: Bagaimana pendapatmu jika aku berhadapan dengan orang kafir berperang lalu ia memukul tanganku dengan pedang hingga patah, lalu ia lari berlindung di belakang pohon dan berkata  “Aku Islam kepada Allah”,  apakah boleh aku bunuh ya Rasulullah?  Jawab Nabi saw.: Jangan engkau bunuh.   Al-Miqdad berkata: Ya Rasulullah ia telah mematahkan tanganku, kemudian menyatakan Islam.  Nabi saw. bersabda:  Jangan engkau bunuh, maka jika engkau membunuhnya, maka ia akan menduduki kedudukanmu sebelum membunuhnya, dan engkau akan menduduki kedudukannya sebelum ia menyatakan kalimat yang diucapkannya itu.  (Bukhari, Muslim).

BAB: SIAPA YANG MATI DAN TIDAK SYIRIK TERHADAP ALLAH PASTI MASUK SURGA


60. Abu Dzar r.a. berkata: Aku datang kepada Nabi saw. sedang beliau tidur berbaju putih, kemudian aku datang kembali dan ia telah bangun, lalu bersabda: Tiada seorang hamba yang membaca: Laa ilaha illallah kemudian ia mati atas kalimat itu, melainkan pasti masuk surga.  Aku tanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri?  Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri.  Aku tanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri?  Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri.  Aku bertanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri?  Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri, meskipun mengecewakan hidung Abu Dzar (meskipun mengecewakan diri Abu Dzar).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 4 Komentar »

BAB: SIAPA YANG MATI DAN TIDAK SYIRIK TERHADAP ALLAH PASTI MASUK SURGA


59. Abu Dzar r.a. berkata:  Nabi saw. bersabda: Telah datang kepadaku utusan Tuhanku dan memberitakan bahwa siapa yang mati dari umatku tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga.  Lalu aku bertanya: Meskipun ia berzina dan mencuri?  Jawab Nabi saw. Meskipun pernah berzina dan mencuri.  (Bukhari, Muslim).

BAB: SIAPA YANG MATI DAN TIDAK SYIRIK TERHADAP ALLAH PASTI MASUK SURGA


58. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang mati dan ia mempersekutukan Allah dengan suatu apapun pasti masuk neraka. Dan berkata: Siapa yang mati tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: DOSA-DOSA BESAR


57. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah saw. berkata: Sesungguhnya yang terbesar dari dosa-dosa yang besar ialah orang yang memaki (mengutuk) kedua ayah bundanya.  Ketika ditanya: Bagaimana seseorang mengutuk ayah bundanya?  Jawab Nabi saw.: Memaki ayah orang lain lalu dibalas ayahnya dimaki, dan memaki ibunya orang lalu dibalas ibunya dimaki.  (Bukhari, Muslim).

BAB: DOSA-DOSA BESAR


56. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tinggalkan tujuh dosa yang dapat membinasakan. Sahabat bertanya: Apakah itu ya Rasulullah?  Jawab Nabi saw.:  Syirik mempersekutukan Allah, Berbuat sihir (tenung), Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, Makan harta riba, Makan harta anak yatim, Melarikan diri dari perang jihad pada saat berperang, dan Menuduh wanita mukminat yang sopan (berkeluarga) dengan zina.  (Bukhari, Muslim).

BAB: DOSA-DOSA BESAR


55. Anas r.a. berkata: Ketika Nabi saw. ditanya tentang dosa-dosa besar, maka jawabnya:  Syirik mempersekutukan Allah, dan durhaka terhadap kedua ayah bunda, membunuh jiwa (manusia), dan saksi palsu.  (Bukhari, Muslim).

BAB: DOSA-DOSA BESAR


54. Abu Bakrah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sukakah aku beritahukan kepadamu sebesar dosa-dosa yang besar?  Pertanyaan ini diulang tiga kali.  Jawab sahabat: Baiklah ya Rasulullah.  Maka sabda Nabi saw.: Syirik mempersekutukan Allah, dan Durhaka terhadap kedua ayah bunda.  Nabi saw. tadinya menyandar tiba-tiba duduk dan bersabda: Ingatlah, dan Kata-kata dusta, tipuan.  Lalu mengulang yang ketiga ini beberapa kali sehingga kami (sahabat) berkata: Semoga berhenti (diam).  (Bukhari, Muslim).
Yakni Nabi saw. benar-benar minta perhatian terhadap sesuatu yang biasa diremehkan oleh masyarakat, dan mungkin dianggap sepele / remeh.

BAB: SEBESAR-BESAR DOSA IALAH SYIRIK (MEMPERSEKUTUKAN ALLAH)


53. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah dosa yang terbesar di sisi Allah?   JawabNabi saw.: Jika engkau mengadakan sekutu bagi Allah padahal Dia lah yang menjadikan engkau.  Aku bertanya: Kemudian apakah?  Jawab Nabi saw.: Jika engkau membunuh anakmu khawatir makan bersamamu.  Aku bertanya: Kemudian apakah?  Jawab Nabi saw.: Berzina dengan istri tetanggamu.  (Bukhari, Muslim).

BAB: IMAN ITU SEUTAMA-UTAMA AMAL


52. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah amal yang lebih disukai Allah?  Jawab Nabi saw.: Shalat tepat pada waktunya.  Kemudian apakah?  Jawab Nabi saw.: Patuh taat kepada kedua orangtua.  Kemudian apakah?  Jawab Nabi saw.: Jihad fi sabilillah (berjuang untuk menegakkan agama Allah).  Ibn Mas’ud berkata: Demikian Rasulullah saw. menerangkan kepadaku, dan andaikan aku minta tambah tentu ditambah.  (Bukhari, Muslim).

BAB: IMAN ITU SEUTAMA-UTAMA AMAL


51. Abu Dzar r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah amal yang utama?  Jawabnya: Iman pada Allah dan jihad fi sabilillah.  Lalu aku tanya: Memerdekakan budak mana yang lebih utama?  Jawab Nabi saw.: Yang lebih mahal harganya dan yang sangat disayang oleh pemiliknya.  Abu Dzar bertanya: Jika aku tidak dapat berbuat itu?  Sabda Nabi saw.: Membantu orang yang berbuat, atau membuatkan orang yang tunanetra (tidak dapat berbuat).  Bertanya: Jika tidak dapat?  Jawab Nabi saw.: Menjauhkan orang-orang dari kejahatan, maka itu sebagai shadaqah untuk dirimu.  (Bukhari, Muslim).

BAB: IMAN ITU SEUTAMA-UTAMA AMAL


50. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. ditanya: Apakah amal yang utama?  Jawab Nabi saw.: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.  Lalu ditanya: Kemudian apakah?  Jawabnya: Jihad berjuang fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah).  Ditanya: Kemudian apakah?  Jawab Nabi saw.: Haji yang mabrur (diliputi amal kebaikan).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: IMAN DAPAT BERKURANG KARENA KURANGNYA TAAT


49. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah saw. keluar ke mushala untuk shalat Idul Fitri atau Adha, maka ia berjalan ke bagian wanita dan bersabda: Wahai kaum wanita bershadaqahlah kalian, sebab aku melihat kalian bagian terbanyak dalam neraka.  Mereka bertanya: Mengapakah ya Rasulullah?  Jawab Nabi saw.: Karena banyak mengomel (mencaci) dan melupakan kebaikan suami, tidak pernah aku melihat orang yang kurang akal dan agama, dapat menawan hati lelaki yang pandai selain kamu.  Mereka bertanya: Apakah kekurangan agama dan akal kami ya Rasulullah?  Sabda Nabi saw.: Tidakkah persaksian wanita separo dari persaksian laki-laki?  Jawab mereka: Benar.  Sabda Nabi saw.: Itu tanda kekurangan akalnya. Tidakkah diwaktu haid seorang wanita tidak shalat dan puasa?  Jawab mereka: Benar.  Maka sabda Nabi saw.: Itu dari kekurangan agamanya.  (Bukhari, Muslim).

BAB: CINTA PADA SAHABAT ANSHAR TANDA BERIMAN


48. Al-Baraa’ r.a. berkata: Nabi saw. bersabda tentang sahabat Anshar :  tidak cinta pada mereka kecuali orang mukmin, dan tidak membenci mereka kecuali orang munafik, maka siapa yang cinta kepada mereka (Al-Anshar) Allah cinta kepadanya, dan siapa yang membenci mereka, Allah benci kepadanya.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: CINTA PADA SAHABAT ANSHAR TANDA BERIMAN


47. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tanda adanya iman itu cinta pada sahabat Anshar, dan tanda nifaq (munafik) itu benci pada sahabat Anshar.  (bukhari, Muslim).

BAB: KAFIRLAH ORANG-ORANG YANG BERKATA: HUJAN INI KARENA BINTANG


46. Zaid bin Khalid Al-Juhani r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw. shalat subuh berjamaah dengan kami di Hudaibiyah, yang mana pada malamnya telah turun hujan, maka sesudah shalat Nabi saw. langsung menghadap kami dan bersabda: Tahukah kamu apakah yang difirmankan Tuhanmu?  Jawab kami: Allahu warasuluhu a’lam (Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui).  Maka sabda Nabi saw.: Allah berfirman: Di waktu pagi hamba-Ku ada yang mukmin (percaya) kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun yang berkata: Hujan ini dengan karunia dan rahmat Allah, maka ia percaya kepada-Ku dan kafir terhadap bintang, adapun orang yang berkata: Hujan ini karena bintang ini dan bintang itu, maka kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang. (Bukhari, Muslim).

BAB: JANGANLAH KALIAN KEMBALI KAFIR SEPENINGGALANKU, YANG SATU MEMENGGAL LEHER YANG LAIN


45. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Awaslah/celakalah kalian, jangan sampai kembali menjadi kafir sepeninggalanku, yaitu yang satu memenggal leher yang lain. (Bukhari, Muslim).  Yakni karena berebut dunia, kekayaan dan kedudukan.

BAB: JANGANLAH KALIAN KEMBALI KAFIR SEPENINGGALANKU, YANG SATU MEMENGGAL LEHER YANG LAIN


44. Jarir r.a. berkata: Ketika hajjatul wada’ Nabi saw. menyuruhnya supaya memanggil orang-orang untuk mendengarkan khotbah Nabi saw. Lalu Nabi saw. bersabda: Janganlah kalian kembali sepeninggalanku menjadi kafir karena setengah kamu memenggal leher setengahnya. (Bukhari, Muslim).

BAB: MEMAKI ORANG MUSLIM ITU FUSUQ DAN MEMERANGINYA BERARTI KUFUR


43. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Memaki orang muslim itu fusuq, dan memeranginya berarti kufur. (Bukhari, Muslim).  Fusuq berarti menyeleweng dari kebenaran agama, menyimpang dari garis.  Kufur berarti ingkar.

BAB: IMAN ORANG YANG TIDAK MENGAKUI AYAHNYA, PADAHAL IA MENGETAHUI BENAR ITU AYAHNYA


42. Saad bin Abi Waqaash r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda: Siapa yang mengakui nasab yang bukan ayah kandungnya, sedang ia mengetahui, maka haram baginya masuk surga.    Hadits ini ketika diceritakan kepada Abu Bakar r.a., Abu Bakar r.a. berkata: Aku juga telah mendengar hadis itu dengan kedua telingaku, dan diingat oleh hatiku dari Rasulullah saw.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: IMAN ORANG YANG TIDAK MENGAKUI AYAHNYA, PADAHAL IA MENGETAHUI BENAR ITU AYAHNYA


41. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jangan kalian mengabaikan ayah kandungmu,  siapa yang tidak sudi bernasab pada ayah kandungnya, maka itu suatu kekufuran. (Bukhari, Muslim).

BAB: IMAN ORANG YANG TIDAK MENGAKUI AYAHNYA, PADAHAL IA MENGETAHUI BENAR ITU AYAHNYA


40. Abu Dzar r.a. telah mendengar Rasulullah saw. bersabda:  Tiada seorang yang bernasab kepada orang yang bukan ayahnya padahal ia mengetahui bahwa itu bukan ayahnya, melainkan ia kafir. Dan siapa mengakui bernasab pada suatu kaum yang ia tidak bernasab kepada mereka, maka hendaklah menempatkan dirinya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim).

BAB: ORANG YANG MENGATAI SESEORANG: HAI KAFIR


39. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiap orang yang berkata pada saudaranya hai kafir, maka pasti akan menimpa pada salah satunya. (Bukhari, Muslim).
Yakni bila yang dituduh kafir tidak kafir, maka kembali kepada yang menuduh menjadi kafir. Jadi salah satu pasti akan terkena.
Ditulis dalam ADAB, HADITS, IMAN, ISLAM. 4 Komentar »

BAB: SIFAT-SIFAT MUNAFIK


38. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tanda seorang munafik itu tiga: Jika berkata-kata dusta, jika berjanji menyalahi janji, jika diamanati khianat.  (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim ada tambahan: Walaupun ia shalat, puasa dan mengaku muslim.
Ditulis dalam ADAB, IMAN, ISLAM. 2 Komentar »

BAB: SIFAT-SIFAT MUNAFIK


37. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Empat sifat siapa yang melakukannya menjadi munafik sepenuhnya, dan siapa yang melakukan sebagian, berarti ada padanya sebagian dari nifaq hingga meninggalnya, yaitu:  Jika diamanati (dipercaya) khianat, jika berkata-kata dusta, jika berjanji menyalahi, jika bertengkar curang. (Bukhari, Muslim).

BAB: BERKURANGNYA IMAN KARENA MAKSIAT, DAN TERLEPASNYA KETIKA MELAKUKAN MAKSIAT


36. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan berzina seorang pelacur di waktu berzina jika ia sedang beriman. Dan tidak akan minum khamr di waktu minum jika ia sedang beriman. Dan tidak akan mencuri di waktu mencuri jika ia sedang beriman.   Di lain riwayat: Dan tidak akan merampas rampasan yang berharga sehingga orang-orang membelalakan mata kepadanya, ketika merampas jika ia sedang beriman.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam IMAN, ISLAM. 3 Komentar »

BAB: POKOK AGAMA NASIHAT


35. Jarir bin Abdullah r.a. berkata: Aku telah berbaiat kepada Nabi saw. untuk mendengar dan patuh taat, lalu dituntun oleh Nabi saw. untuk menyebut kalimat:  Dalam apa yang dapat aku perbuat, dan nasihat baik terhadap tiap orang muslim. (Bukhari, Muslim).

BAB: PERBEDAAN TINGKAT IMAN


34. Abu Hurairah berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bangga dan sombong ada pada orang-orang peternak unta yang bersuara besar, sedang ketenangan umumnya pada peternak kambing. Dan iman itu layak pada orang-orang Yaman, demikian pula hikmat layak disebut Yamaniah. (Bukhari, Muslim).

BAB: PERBEDAAN TINGKAT IMAN


33. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Induk kekafiran itu di timur, dan sombong kebanggaan itu pada ahli kuda dan peternak unta, sedang ketenangan itu pada peternak kambing.  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam IMAN, ISLAM. 1 Komentar »

BAB: PERBEDAAN TINGKAT IMAN


32. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Telah datang kepadamu orang-orang Yamn, mereka itu lebih lunak hatinya dan halus perasaannya.  Fiqih itu layak pada orang Yaman dan hikmat itu juga Yamaniyah. (Bukhari, Muslim).

BAB: PERBEDAAN TINGKAT IMAN


31. Uqbah bin Amr (Abu Mas’ud) r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Iman itu di sini, sambil menunjuk ke arah negeri Yaman, sedang keras hati dan kekejaman itu ada pada hartawan ternak yang selalu di belakang ekor unta, di tempat keluar tanduk setan di suku Rabi’ah dan Mudhar.  (Bukhari, Muslim).

BAB: TERMASUK DALAM IMAN, BERSIKAP BAIK PADA TETANGGA, MENGHORMATI TAMU DAN SELALU DIAM KECUALI DALAM KEBAIKAN


30. Abu  Syurai Al-Adawy r.a. berkata: Telah mendengar kedua telingaku, juga telah melihat kedua mataku ketika Nabi saw. bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka harus menghormati tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka harus menghormati tamunya ja’izahnya.  Sahabat bertanya: Apakah  ja’izahnya itu ya Rasulullah?  Jawab Nabi saw.: Ja’izahnya itu ialah hidangan jamuan pada hari pertama (sehari semalam). Dan hidangan dhiyafah (tamu) itu hingga tiga hari, dan selebihnya dari itu, maka dianggap shadaqah. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka harus berkata baik atau diam. (bukhari, Muslim).

BAB: TERMASUK DALAM IMAN, BERSIKAP BAIK PADA TETANGGA, MENGHORMATI TAMU DAN SELALU DIAM KECUALI DALAM KEBAIKAN


29. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang percaya (beriman) kepada Allah dan hari kemudian, maka jangan mengganggu tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka harus menghormati (menjamu) tamunya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaknya berkata baik atau diam.  (Bukhari, Muslim).

BAB: TANDA ADANYA IMAN


28. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak sempurna iman seseorang sehingga ia suka untuk saudaranya (sesama muslim) apa yang ia suka untuk dirinya sendiri.  (Bukhari, Muslim).

BAB: WAJIB CINTA KEPADA RASULULLAH LEBIH DARI KEPADA ANAK, KELUARGA DAN SEMUA MANUSIA


27. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada sempurna iman seseorang sehingga ia cinta kepadaku melebihi dari anak, ayah kandungnya dan semua manusia. (Bukhari, Muslim)

BAB: SIFAT-SIFAT UNTUK MENCAPAI KELEZATAN IMAN


26. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiga sifat, siapa melakukannya pasti dapat merasakan manisnya iman:  1. Cinta kepada Allah dan Rasulullah melebihi dari cintanya kepada yang lainnya.   2. Cinta kepada sesama manusia semata-mata karena Allah.    3. Enggan (tidak suka) kembali kepada kekafiran sebagaimana enggan (tidak suka) dimasukkan ke dalam api neraka. (Bukhari, Muslim).

BAB : AMAL YANG UTAMA DALAM ISLAM


25. Abu Musa r.a. berkata:  Sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah yang utama dalam Islam?  Jawab Nabi saw.: Orang yang dapat menyelamatkan semua orang Islam (muslim) dari gangguan lidah dan tangannya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ISLAM. 3 Komentar »

BAB : AMAL YANG UTAMA DALAM ISLAM


24. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Seorang bertanya kepada Nabi saw.: Apakah yang baik dalam Islam?  Jawab Nabi saw.:  Memberi makan, dan memberi salam pada orang yang engkau kenal atau tidak engkau kenal. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEORANG AKAN BERKUMPUL DENGAN YANG DICINTAINYA


1694. Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw. ditanya: Bagaimana jika seseorang cinta pada suatu kaum tetapi tidak dapat tinggal bersama mereka?  Jawab Nabi saw.: Seseorang akan berkumpul bersama yang dicintai.(Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 2 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEORANG AKAN BERKUMPUL DENGAN YANG DICINTAINYA


1693. Anas r.a. berkata: Seorang bertanya kepada Nabi saw.: Bilakah hari kiamat ya Rasulullah?     Jawab Nabi: Apakah yang engkau persiapkan untuk menghadapi kiamat itu?    Jawabnya: Aku tidak mempersiapkan shalat, puasa atau shadaqah yang banyak, tetapi aku merasa cinta pada Allah dan Rasulullah saw.    Jawab Nabi saw. Engkau bersama yang engkau cintai. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: JIKA ALLAH KASIH PADA SEORANG HAMBA, DICINTAKAN KEPADA HAMBA-HAMBANYA


1692. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala jika cinta pada seorang hamba-Nya, memanggil jibril dan berfirman: Sesungguhnya Allah kasih kepada Fulan, maka engkau harus kasih padanya, lalu Jibril cinta pada hamba itu, kemudian Jibril berseru di langit: Sesungguhnya Allah cinta pada Fulan, maka cintailah kalian semua padanya, maka dicintai oleh semua penduduk langit, kemudian ia disambut baik oleh ahli bumi. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: FADHILAH ORANG YANG KEMATIAN ANAK KECIL


1691. Abdurrahman Al-Ashbahani dari Dzakwan dari Abu Said Al-Khudri seperti hadits sebelumnya. Tetapi Abdurrahman Al-Ashbahani berkata: Aku mendengar Hazim meriwayatkan dan Abu Hurairah menyebut : Tiga anak yang belum balig.
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: FADHILAH ORANG YANG KEMATIAN ANAK KECIL


1690. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Seorang wanita datang kepada Nabi saw. dan berkata: Ya Rasulullah, kaum pria telah memborong semua hadits mu, maka berilah waktu untuk kami sehari, kami akan datang untuk belajar apa yang diajarkan Allah kepadamu. Nabi saw. menyuruh mereka berkumpul pada hari tertentu di tempat ini. Maka berkumpullah wanita-wanita dan didatangi oleh Nabi saw. dan mengajarkan kepada mereka ilmu agama, kemudian Nabi saw. bersabda: Tiada seorang dari kamu yang kematian tiga anak, melainkan akan menjadi dinding baginya dari api neraka. Lalu ada wanita bertanya: YaRasulullah, jika dua? Pertanyaan diulang dua kali.  Jawab Nabi saw. Dan dua, dan dua, dan dua. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 3 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: FADHILAH ORANG YANG KEMATIAN ANAK KECIL


1689. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiada seorang muslim yang kematian tiga anak, lalu masuk neraka kecuali menepati sumpah semata-mata. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: BERLAKU BAIK PADA PUTRI-PUTRI


1688. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang wanita datang kepadaku membawa dua putrinya minta-minta, karena aku tidak mempunyai apa-apa selain biji kurma maka aku berikan padanya, lalu dibagi diantara kedua putrinya sedang ia sendiri tidak makan, kemudian ia keluar.  Maka masuklah Nabi saw. dan aku beritahu keadaan wanita peminta itu dengan kedua putrinya, lalu Nabi saw. bersabda: Siapa yang diuji oleh Allah dengan putri-putri maka InsyaAllah kelak akan menjadi dinding baginya dari api neraka. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: BERGAUL DENGAN ORANG SALIHIN DAN MENJAUHI KAWAN YANG JAHAT


1687. Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Perumpamaan kawan yang baik dan yang jelek, bagaikan pembawa misik (minyak wangi) dengan peniup api tukang besi, maka yang membawa misik, adakalanya memberimu atau engkau membeli padanya, atau mendapat bau harum daripadanya. Adapun peniup api tukang besi, jika tidak membakar bajumu atau engkau mendapat bau yang busuk daripadanya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SUNAH MEMBERI BANTUAN DALAM HAL YANG TIDAK HARAM


1686. Abu Musa r.a. berkata Rasulullah saw. jika didatangi oleh peminta atau diminta suatu hajat, maka bersabda pada sahabat: Bantulah (sampaikanlah urusannya) niscaya kalian mendapat pahala, dan Allah akan memutuskan di atas lidah Nabi-Nya sekehendak-Nya. (Bukhari, Muslim).

Maulid Nabi Muhammad saw. – 12 Rabi’ul Awal


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al-Ahzab : 21)
Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah bagi Baginda Junjungan kita, Suri Teladan kita, Nabi besar MUHAMMAD saw.
dan semoga kita adalah umatnya yang akan mendapat Syafaat nya di hari akhir nanti
–  12 Rabi’ul Awal   –

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARUS BERLAKU BAIK PADA TETANGGA


1685. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Selalu Jibril berwasiat kepadaku supaya berlaku baik pada tetangga sehingga aku kira kemungkinan akan diberi hak waris. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARUS BERLAKU BAIK PADA TETANGGA


1684. ‘Aisyah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jibril selalu berpesan padaku supaya baik pada tetangga, sehingga aku menyangka kemungkinan akan diberi hak waris. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM MENYIKSA KUCING DAN BINATANG LAIN YANG TIDAK MENGGANGGU


1683. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang wanita telah disiksa disebabkan kucing yang dikurung sehingga mati, sehingga ia masuk ke dalam neraka. Sebab tidak diberi makan, minum ketika dikurung, juga tidak dilepas untuk mencari makanan dari binatang-binatang bumi yang menjadi makanannya. (bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: FADHILAH MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI TENGAH JALAN


1682. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Ketika seorang berjalan di suatu jalan tiba-tiba melihat dahan berduri di tengah jalan maka segera ia singkirkan, maka Allah memuji perbuatannya dan mengampunkan baginya (dosanya). (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: MENUNJUK ORANG DENGAN UJUNG SENJATA


1681. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jangan ada seorang yang menunjuk saudaranya dengan senjata, sebab ia tidak mengetahui kemungkinan setan mencabut dari tangannya sehingga menjerumuskannya ke dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 2 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: YANG MEMEGANG SENJATA TAJAM DI TEMPAT UMUM / MASJID HARUS MEMEGANG UJUNG TAJAMNYA


1680. Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika seorang berjalan di masjid atau di pasar sedang ia membawa anak panah maka hendaknya memegang ujungnya yang tajam di dalam tapak tangannya, jangan sampai mengenai seorang dari kaum muslimin. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: YANG MEMEGANG SENJATA TAJAM DI TEMPAT UMUM / MASJID HARUS MEMEGANG UJUNG TAJAMNYA


1679. Jabir bin Abdillah r.a. berkata: Seorang berjalan di masjid membawa anak panah, maka Nabi saw. bersabda padanya: Peganglah ujungnya yang tajam. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: LARANGAN MEMUKUL MUKA


1678. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika memukul seseorang maka hindarilah mukanya (maka jangan memukul mukanya). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: KEUNTUNGAN ORANG YANG DAPAT MENAHAN NAFSU KETIKA MARAH


1677. Sulaiman bin Shurad ra.a. berkata: Dua orang saling caci maki di majelis Nabi saw. sedang kami duduk, dan salah satunya telah merah mukanya maka Nabi saw. bersabda: Aku mengetahui suatu kalimat jika dibaca olehnya pasti hilang rasa jengkelnya, andaikan ia membaca: A’udzu billahi minasysaitanirrajiim.  Maka orang-orang berkata kepadanya: Tidakkah anda mendengar sabda Nabi saw. itu ? Jawabnya: Aku bukan gila. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: KEUNTUNGAN ORANG YANG DAPAT MENAHAN NAFSU KETIKA MARAH


1676. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Bukan seorang kuat karena bergulat, tetapi orang yang kuat ialah yang sanggup menahan hawa nafsunya ketika marah. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: KEUNTUNGAN JUJUR DAN BAHAYANYA DUSTA


1675. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya benar (jujur) itu menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke surga, dan seorang itu berlaku benar sehingga tercatat di sisi Allah seorang siddiq (yang sangat jujur benar).  Dan dusta menuntun kepada berbuat curang, dan kecurangan itu menuntun ke dalam neraka. Dan seorang itu berdusta sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: DUSTA YANG DIBOLEHKAN


1674. Ummu Kaltsum binti Uqbah telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Bukan pendusta orang yang mendamaikan sengketa di antara sesama orang, lalu berkata baik atau mengusahakan kebaikan. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: ORANG YANG DIMAKI OLEH NABI SAW.


1673. Abu Hurairah r.a. telah mendengar Nabi saw. bersabda: Ya Allah, tiap orang mukmin yang aku maki, maka jadikan makian itu sebagai rahmat yang mendekatkan ia kepadamu di hari kiamat. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: MENGAMBIL HATI ORANG YANG DIKHAWATIRKAN KEKEJAMANNYA


1672. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang laki-laki datang minta izin masuk ke rumah Nabi saw. Nabi saw. bersabda: Izinkan masuk ‘saudara yang jelek dalam keluarga itu’,  kemudian ketika orang itu di dalam, Nabi saw. berkata kepadanya dengan ucapan yang lembut. Kemudian sesudah orang itu keluar aku tanya: Orang itu engkau katakan jahat tetapi engkau lunak dalam bicara padanya?  Jawab Nabi saw.: Hai  ‘Aisyah, sejahat-jahat manusia adalah yang ditakuti orang kejahatannya (yang dibiarkan orang karena kejahatannya).  (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: KASIH SAYANG DIANTARA SESAMA MUKMININ


1671. Annu’man bin Basyier r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Anda akan melihat kaum mukminin dalam kasih sayang, cinta mencintai dan pergaulan mereka bagaikan satu badan, jika satu anggotanya sakit maka menjalar kepada lain-lain anggota sehingga terasa panas dan tidak dapat tidur. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: KASIH SAYANG DIANTARA SESAMA MUKMININ


1670. Abu Musa r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Seorang mukmin terhadap sesama mukmin bagaikan satu bangunan yang setengahnya menguatkan setengahnya, lalu Nabi saw. menggenggamkan jari-jarinya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 1 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: MEMBANTU KAWAN YANG ZALIM ATAU TERANIAYA


1669. Jabir bin Abdillah r.a. berkata: Ketika kami sedang berperang, tiba-tiba seorang sahabat Muhajir memukul seorang Anshar, maka berserulah orang Anshar: Hai orang-orang Anshar.  Lalu sahabat Muhajir juga berseru: Hai orang-orang Muhajirin.  Suara itu terdengar oleh Rasulullah saw. lalu bersabda: Mengapa ada seruan jahiliyah itu?  Jawab seorang: Ya Rasulullah, ada seorang Muhajir memukul seorang Anshar.  Maka sabda Nabi saw.: Tinggalkan seruan itu sudah basi.   Sabda Nabi saw. terdengar oleh Abdullah bin Ubay, maka ia berkata: Apakah begitu, demi Allah bila kami telah kembali ke Madinah maka orang yang mulia akan mengusir kepada yang hina.  Suara Abdullah bin Ubay ini terdengar oleh Umar, maka ia berkata: Ya Rasulullah, biarkan aku penggal leher orang munafik itu.  Jawab Nabi saw.: Biarkan dia, jangan sampai orang-orang berkata: Muhammad telah membunuh kawan-kawannya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM BERBUAT ZALIM (ANIAYA)


1668. Abu Musa r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tetap akan memberi kesempatan (dan membiarkan) orang yang zalim, sampai pada saat menangkapnya maka tidak akan dilepaskannya, kemudian Nabi saw. membaca ayat : Wa kadzalika akhdzu rabbika idza akha dzal qura wahiya zalimatun inna akh dzahu alimun syadid (Demikianlah siksa Tuhanmu jika menyiksa penduduk dusun yang zalim, sungguh siksa-Nya sangat pedih dan berat). (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM BERBUAT ZALIM (ANIAYA)


1667. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, tidak menganiayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan urusan saudaranya, maka Allah akan menyampaikan urusannya.  Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari kiamat, dan siapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari kiamat. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM BERBUAT ZALIM (ANIAYA)


1666. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Zalim aniaya itu akan berupa kegelapan di hari kiamat. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEMUA YANG MENIMPA ORANG MUKMIN ADA PAHALANYA


1665. Athaa’ bin Abi Rabaah berkata: Ibn Abbas r.a. berkata kepadaku: Sukakah aku tunjukkan kepadamu wanita ahli surga?  Jawabku: Ya.   Ibn Abbas berkata: Itu wanita yang hitam, ia datang kepada Nabi saw. dan berkata: Aku sering ayan, dan sering terbuka auratku, maka doakan pada Allah untukku.   Jawab Nabi saw.: Jika anda sabar maka pasti dapat surga, dan jika anda minta aku doakan sembuh, maka akan aku doakan.   Jawab wanita itu: Aku akan sabar, tetapi doakan tidak sampai terbuka auratku, maka didoakan oleh Nabi saw. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 4 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEMUA YANG MENIMPA ORANG MUKMIN ADA PAHALANYA


1664. Abu Said dan Abu Hurairah r.a. keduanya berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada suatu yang menimpa pada seorang muslim berupa lelah atau penyakit, atau kerisauan, kesedihan atau gangguan sampaipun duri yang mengenainya melainkan Allah akan menjadikan semua itu sebagai penebus dosanya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEMUA YANG MENIMPA ORANG MUKMIN ADA PAHALANYA


1663. ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiada musibah (bala’) yang menimpa pada seorang muslim, melainkan Allah menghapuskan dosanya dengan musibah itu, walaupun hanya duri yang mengenainya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEMUA YANG MENIMPA ORANG MUKMIN ADA PAHALANYA


1662. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Aku masuk ke tempat Rasulullah saw. ketika beliau sakit panas, maka aku bertanya: Ya Rasulullah, panasmu ini sangat keras.  Jawab Nabi saw.: Benar aku menderita panas seperti yang diderita oleh dua orang dari kalian.   Aku berkata: Yang demikian itu karena engkau mendapat pahala lipat dua kali.  Jawab Nabi saw.: Benar demikian.  Tiada seorang muslim yang menderita gangguan berupa duri atau lebih dari itu melainkan Allah akan menghapuskan dengan gangguan itu dosa-dosanya sebagaimana gugurnya daun yang kering dari dahan pohon. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SEMUA YANG MENIMPA ORANG MUKMIN ADA PAHALANYA


1661. ‘Aisyah r.a. berkata: Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih berat jika menderita sakit dari Rasulullah saw. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM BURUK SANGKA, MENYELIDIKI URUSAN ORANG, BERLOMBA MENGHASUT, MEMBENCI DAN MEMBELAKANGI


1660. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Awaslah kalian dari sangka-sangka, sebab sangka itu sedusta-dusta cerita (berita), jangan menyelidiki, jangan memata-matai (mengamati) hal orang, jangan menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan hasud menghasud, jangan benci-membaenci, jangan belakang-membelakangi, dan jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: HARAM MENDIAMKAN (TIDAK MAU MENYAPA) LEBIH DARI TIGA HARI TANPA UZUR SYAR’I


1659. Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak dihalalkan bagi seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari sehingga jika bertemu saling berpaling muka, dan sebaik-baik keduanya ialah yang mendahului memberi salam. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 4 Komentar »

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: LARANGAN HASUD (IRI HATI), BENCI MEMBENCI, BELAKANG-MEMBELAKANGI


1658. Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kalian jangan saling benci membenci, dan jangan hasud-menghasud, dan jangan belakang membelakangi, jadilah kalian hamba Allah yang bagaikan saudara, dan tidak dihalalkan seorang muslim mendiamkan (tidak mau menyapa) saudaranya lebih dari tiga hari. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SILATURRAHMI DAN HARAM MEMUTUSKANNYA


1657. Anas bin Malik r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Saiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dilanjutkan umurnya maka hendaknya menyambung hubungan famili (kerabat). (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SILATURRAHMI DAN HARAM MEMUTUSKANNYA


1656. Jubair bin Muth’im r.a. telah mendengar Nabi saw. bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kerabat (famili). (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: SILATURRAHMI DAN HARAM MEMUTUSKANNYA


1655. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Allah telah menjadikan mahluk, dan ketika selesai, berdiri Rahim dan berpegang pada Tuhan Arrahman, lalu ditanya: Mengapakah?  Jawabnya: Inilah tempat berlindung kepada-Mu daripada yang memutuskan hubungan.  Jawab Tuhan: Tidakkah anda puas jika aku akan menghubungi siapa yang menghubungimu?  Jawab Rahim: Baiklah Tuhan.  Firman Tuhan: Maka itulah. (Bukhari, Muslim).
Abu hurairah berkata: Bacalah anda: Fahal asaitum in tawallaitum antufsidu fil ardhi wa tuqaththi’uu arhaa makum (Apakah mungkin jika kamu berkuasa lalu merusak di bumi dan memutuskan hubungan familimu).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: MENGUTAMAKAN TAAT PADA KEDUA AYAH BUNDA DARIPADA SHALAT SUNAH


1654. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada bayi yang dapat bicara ketika dalam haribaan kecuali tiga: Isa a.s.    Dan dahulu di masa Bani Israil ada orang bernama Juraij, selalu shalat, maka datanglah ibunya memanggilnya. Juraij berkata: Apakah aku harus pergi menyambut panggilan ibu atau terus shalat?  Karena Juraij tidak datang pada ibunya, maka ibunya berdoa: Ya Allah, jangan mematikannya sehingga melihat wajah wanita pelacur.  Maka ketika Juraij dalam tempat ibadahnya datang merayu padanya seorang pelacur dan ketika Juraij menolak, maka pelacur itu berzina dengan penggembala sehingga hamil dan melahirkan bayi laki-laki, dan ketika ditanya: Dari siapa bayi itu? Jawab pelacur itu: Dari Juraij, maka orang-orang datang untuk merobohkan biara Juraij dan memaki serta mengusirnya dari biara itu, kemudian ia berwudhu lalu shalat dan menanyakan dimana bayi itu, dan ketika dibawakan bayi itu kepadanya: ia bertanya kepada bayi itu: Siapa ayahmu hai bayi? Jawab bayi: Penggembala. Ketika itu maka orang banyak menyesal dan mereka berkata: Kami akan membangun kembali biaramu dari emas. Tetapi Juraij berkata: Tidak, tetapi bangunlah dari tanah.
Dan yang ketiga: Ada wanita yang sedang meneteki bayinya di masa Bani Israil, ketika kelihatan seorang yang tampan berkendara kuda maka ibunya berdoa: Ya Allah, semoga putraku ini menjadi orang seperti itu. Tiba-tiba bayi itu melepaskan tetek ibunya dan melihat orang yang berkendaraan itu sambil berdoa: Ya Allah, jangan menjadikan aku seperti orang itu, kemudian kembali menghisap tetek ibunya. Kemudian ibunya melihat wanita yang dipukuli orang banyak karena dituduh berzina, maka ibunya berdoa: Ya Allah, jangan Engkau jadikan anakku seperti orang itu. Tiba-tiba anaknya melepaskan tetek ibunya dan melihat wanita yang dituduh berzina itu lalu berdoa: Ya Allah, jadikan aku seperti orang itu. Kemudian ibunya bertanya: Mengapakah itu? Dijawab: Orang yang berkendaraan itu seorang penguasa yang kejam, sedang wanita itu dituduh mencuri dan berzina padahal tidak mencuri dan tidak berzina. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: TAAT BAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA


1653. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. minta izin untuk berjihad. Maka ditanya oleh Nabi saw.: Apakah kedua ayah bundamu masih hidup?  Jawabnya: Ya.  Sabda Nabi saw.: Di dalam melayani keduanya itulah anda berjihad. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ADAB SOPAN SANTUN, HUBUNGAN SILATURRAHMI, TAAT BAKTI ; BAB: TAAT BAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA


1652. Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. dan berkata: Ya Rasulullah, siapakah yang berhak aku layani? Jawab Nabi saw.: Ibumu.   Ditanya: Kemudian siapakah?   Jawab Nabi saw.: Ibumu.  Ditanya: Kemudian siapakah?  Jawab Nabi saw.: Ibumu.  Ditanya: Kemudian siapakah?  Jawab Nabi saw.: Ayahmu. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ADAB. 2 Komentar »

BAB : SIAPA YANG MENGHADAP ALLAH DENGAN IMAN YANG TIDAK RAGU PASTI MASUK SURGA


20. Anas bin Malik r.a. berkata: Ketika Nabi saw.  memboncengkan Muadz bin Jabal di atas kendaraannya, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika, lalu dipanggil lagi: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika, kemudian diulangi lagi: Ya Muadz, maka dijawab: Labbaika ya Rasulullah wa sa’daika. Lalu Nabi saw. bersabda: Tiada seorang yang bersyahadat, mempercayai bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah benar-benar dari lubuk hatinya, melainkan Allah akan mengharamkannya dari api neraka. Muadz r.a. bertanya: Bolehkah aku beritakan hal itu pada orang-orang supaya gembira mereka?   Jawab Nabi saw.: Jika diberitakan mereka akan sembrono. Tetapi Muadz r.a. memberitakan hadits ini ketika hampir mati, karena khawatir menanggung dosa menyembunyikan ilmu dalam agama. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam IMAN, ISLAM. 4 Komentar »

BAB : RUKUN ISLAM LIMA


9. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Islam didirikan di atas lima perkara:  1. Percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.  2. Mendirikan shalat.  3. Mengeluarkan zakat.  4. Haji ke baitullah jika kuat perjalanannya.   5. Puasa bulan Ramadhan.  (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: TIDUR DALAM KEADAAN DUDUK YANG MANTAP TIDAK MEMBATALKAN WUDHU


212. Anas bin Malik r.a. berkata: Setelah iqamat sedang Nabi saw. masih bicara dengan dua orang di samping masjid, mak a tiadalah Nabi saw. melaksanakan shalat, sehingga sahabat-sahabat yang menantikannya tidur, kemudian mereka bangun dan langsung shalat. (Bukhari, Muslim).   Yakni tanpa memperbarui wudhu.
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: DOA YANG HARUS DIBACA UNTUK MASUK KAMAR MANDI, WC


211. Anas r.a. berkata: Biasa Nabi saw. jika masuk kamar mandi atau WC membaca: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaa’itsi. (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gangguan setan atau binatang yang jahat jantan atau betina). (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: ORANG MUSLIM TIDAK NAJIS


210. Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika aku sedang junub (janabat) bertemu dengan Nabi saw. lalu dipegang tanganku, maka aku berjalan bersama beliau sehingga sampai di suatu tempat lalu beliau duduk, maka aku berusaha meloloskan diri dari padanya dan segera mandi kemudian kembali ke tempat Nabi saw.    maka beliau bertanya: Kemana engkau ya Aba Hir?     Jawabku: Aku tadi sedang junub dan enggan duduk bersamamu, maka aku segera mandi.      Nabi saw. bersabda: Subhanallah hai Abu Hurairah, sesungguhnya seorang mukmin itu tidak najis. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM


209. Umair Maula Ibn Abbas r.a. berkata: Aku bersama Abdullah bin Yasar Maula Maimunah r.a. pergi ke tempat Abul Juhaim bin Al-Harits Al-Anshari r.a. lalu berkata Abul Juhaim: Rasulullah saw. datang dari arah bi’r jamal (sumur jamal), lalu bertemu dengan orang yang memberi salam padanya, tetapi tidak dijawab salamnya oleh Nabi saw. sehingga beliau menghadap dinding dan mengusap muka dan kedua tangannya kemudian menjawab salam pada orang itu. (Bukhari, Muslim).
Demikian Nabi saw. menunjukkan adabnya terhadap nama Allah sehingga tidak suka menyebut nama Allah kecuali dalam keadaan yang sungguh-sungguh suci lahir batin.

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM


208. Seorang datang kepada Umar bin Al-Khatthab r.a. dan bertanya: Aku berjanabat lalu tidak mendapat air. Jawab Umar: Jangan Shalat. Maka Ammar r.a. berkata kepada Umar: Ya Amirul Mukminin. Apakah engkau tidak ingat ketika aku bersamamu dalam bepergian lalu kita berdua berjanabat, adapun engkau tidak shalat sedang aku berguling-guling di tanah lalu shalat, lalu hal itu aku ceritakan kepada Nabi saw. lalu Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini, lalu Nabi saw. memukulkan kedua tapak tangan ke tanah, lalu ditiup kemudian diusapkan mukanya dan kedua tapak tangannya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM


207. Syaqiq berkata: Ketika aku duduk bersama Abdullah dan Abu Musa Al-Asy’ari r.a. maka Abu Musa bertanya: Bagaimana jika seorang janabat lalu tidak mendapat air hingga satu bulan. Tidakkah ia tetap tayamum dan shalat?     Jawab Abdullah: Tidak boleh tayamum meskipun sampai sebulan.      Abu Musa berkata: Lalu bagaimana maksud ayat dalam surat Al-Ma’idah: Lalu kamu tidak mendapat air, maka tayamumlah kalian dengan tanah yang suci.       Abdullah berkata: Jika diizinkan begitu, kemungkinan jika mereka merasa kedinginan lalu bertayamum.       Lalu Abu Musa berkata: Jadi kamu tidak suka karena khawatir ini.       Jawab Abdullah: Benar.       Maka Abu Musa berkata: Apakah kamu tidak mendengar keterangan Ammar bin Yasir kepada Umar: Nabi saw. telah mengutusku dalam suatu hajat, kemudian aku janabat dan tidak mendapat air, sehingga aku berguling-guling di tanah bagaikan binatang, kemudian aku ceritakan kejadian itu kepada Nabi saw., maka Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya cukup bagimu berbuat begini lalu diusapkan tangan kanan pada tangan kiri dan yang kiri pada yang kanan dan mengusap mukanya.          Abdullah berkata: Tidakkah engkau mengetahui bahwa Umar tidak puas dengan keterangan Ammar r.a.? (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: TAYAMUM


206. ‘Aisyah r.a. berkata: Aku keluar bersama Nabi saw. dalam suatu perjalanan, dan ketika kami berada di lapangan Baida’ atau Dzatil Jaisy (nama lembah di dekat Madinah), tiba-tiba putus kalungku, maka Nabi saw. terpaksa tinggal untuk mencarinya, orang-orang juga tinggal, sedang di situ tidak ada air, maka orang-orang mengadu kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq: Tidakkah engkau melihat perbuatan ‘Aisyah, ia telah menahan Rasulullah dan sahabatnya di tempat yang tidak ada air, sedang mereka sudah kehabisan air. ‘Aisyah berkata: Maka datanglah Abu Bakar kepadaku sedang Rasulullah saw. tidur di pangkuanku (di pahaku), lalu ia berkata: Engkau telah menahan Rasulullah saw. dan orang-orang di tempat yang tidak ada air, sedang persediaan air juga sudah habis, maka Abu Bakar marah kepadaku sambil menusukkan tangannya di pinggangku, tetapi aku tidak berani bergerak karena Rasulullah sedang nyenyak tidur di pahaku. Kemudian bangunlah Nabi saw. di waktu pagi tidak ada air, maka Allah menurunkan ayat hukum tayamum, maka tayamumlah semua sahabat. Usaid bin Al-Hudair r.a. berkata: Ini bukan pertama berkatmu hai keluarga Abu Bakar. ‘Aisyah berkata: Kemudian membangunkan unta yang kami kendarai, mendadak kami dapatkan kalung di bawahnya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: KULIT BANGKAI DAPAT MENJADI SUCI DENGAN DISAMAK


205. Ibn Abbas r.a. berkata: Nabi saw. melihat bangkai kambing milik bekas budak Maimunah yang ia dapat dari shadaqah, maka Nabi saw. bertanya: Mengapa kalian tidak mempergunakan kulitnya? Jawab mereka: Itu bangkai. Maka sabda Nabi saw.: Sesungguhnya hanya haram bila memakannya. (Bukhari, Muslim).
Bangkai kambing haram dimakan, tetapi kulit dapat disamak dan dipergunakan untuk tempat air dan lain-lainnya.

KITAB : HAID ; BAB: JIKA YAKIN BERWUDHU KEMUDIAN RAGU-RAGU APAKAH BERHADAS, MAKA BOLEH SHALAT TANPA MEMPERBARUI WUDHU


204. Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Anshari r.a. mengadu kepada Rasulullah saw.: Bagaimana jika seorang merasa seakan-akan keluar sesuatu daripadanya ketika sedang shalat? Jawab Nabi saw.: Jangan berhenti (jangan berubah) sehingga mendengar suara atau mendapat bau. (Bukhari, Muslim).
Yakni merasa seperti kentut, jangan membatalkan shalat atau wudhu sehingga terbukti dengan suara atau bau, demikian pula jika merasa seperti kencing, sehingga benar-benar keluar air kencingnya.
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: TIDAK WAJIB WUDHU KARENA MAKAN DAGING (IKAN PANGGANGAN)


203. Ibn Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw. telah minum susu, kemudian berkumur dan bersabda: Susu itu mengandung lemak. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 4 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: TIDAK WAJIB WUDHU KARENA MAKAN DAGING (IKAN PANGGANGAN)


201. Amru bin Umayyah r.a. telah melihat Rasulullah saw. menggigit (makan) panggangan lengan kambing, kemudian mendengar azan, lalu meletakkan pisau dan langsung shalat tanpa memperbarui wudhu. (Bukhari, Muslim).
202. Maimunah r.a. berkata: Nabi saw. telah makan di rumahnya panggangan lengan kambing kemudian langsung shalat tanpa memperbarui wudhu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: TIDAK WAJIB WUDHU KARENA MAKAN DAGING (IKAN PANGGANGAN)


200. Abdullah bin Abbas r.a. berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. makan panggangan paha kambing, kemudian shalat tanpa memperbaharui wudhunya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: HADIS AL-MAA’U AL-MAA’I (WAJIBNYA MANDI HANYA KARENA KELUAR MANI) MANSUKH DENGAN HADIS YANG MEWAJIBKAN KARENA BERTEMUNYA DUA KEMALUAN DALAM JIMAK WALAU TIDAK KELUAR MANI


199. Abu Hurairah r.a. berkata:Nabi saw. bersabda: Jika duduk diantara cabangnya yang empat, kemudian menekannya, maka telah wajib  mandi. (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim; Meskipun tidak keluar mani. Juga ada riwayat: Dan telah bersentuh kemaluan laki-laki dengan kemaluan istrinya yang disebut kemudian ditekankan.

KITAB : HAID ; BAB: WAJIB MANDI JANABAT KARENA KELUAR MANI


198. Zaid bin Khalid bertanya kepada Usman bin Affan r.a.: Bagaimana pendapatmu jika seorang berjimak tidak keluar mani? Jawab Usman: Mencuci kemaluannya lalu wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, demikian yang aku dengar dari Rasulullah saw. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: WAJIB MANDI JANABAT KARENA KELUAR MANI


197. Ubay bin Ka’ab r.a. bertanya: Ya Rasulullah jika seorang berjimak (bersetubuh) dengan istrinya, lalu tidak keluar mani? Jawab Nabi saw.: Membasuh kemaluannya kemudian berwudhu dan shalat. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 4 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: WAJIB MANDI JANABAT KARENA KELUAR MANI


196. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah saw. memanggil seorang sahabat Anshar, maka datang orang itu kepalanya masih basah, maka Nabi saw. bertanya: Mungkin kami mengganggu engkau sehingga engkau tergesa-gesa? Jawabnya: Ya. Maka sabda Nabi saw.: Jika engkau tergesa-gesa atau kering, maka cukup berwudhu. (Bukhari, Muslim).
Yakni bila masih kering belum keluar mani maka hanya wajib wudhu. Hadits ini mansukh dengan hadits ‘Aisyah yang menyatakan apabila telah bertemu dua kemaluan kemudian ditekan maka wajib mandi meskipun tidak keluar mani.

KITAB : HAID ; BAB: MENJAGA AURAT


195. Jabir bin Abdullah r.a. berkata: Ketika Nabi saw. ikut membantu pembangunan Ka’bah dan memindahkan batu bersama bangsa Quraisy sedang ia memakai sarung, maka diberitahu oleh Al-Abbas pamannya: Hai keponakanku, andaikan engkau lepas baju, dan engkau letakkan di bahu untuk menahan batu yang engkau angkat, maka dilepas oleh Nabi saw. dan diletakkan di atas bahunya, tiba-tiba beliau jatuh pingsan, maka sejak itu tidak pernah telanjang. (Bukhari, Muslim). Ketika itu Nabi masih berusia 35 tahun dan belum diutus sebagai Nabi.
Ditulis dalam HAID. 2 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: MANDI DENGAN TELANJANG JIKA SENDIRIAN (DI KAMAR MANDI)


194. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Dahulu Bani Israil biasa mandi telanjang sehingga yang satu dapat melihat aurat yang lain, sedang Musa a.s. mandi sendirian, sehingga mereka berkata: Musa malu mandi bersama kami karena dia besar buah kemaluannya. Tiba-tiba pada suatu ketika Nabi Musa a.s. mandi dan meletakkan kain bajunya di atas sebuah batu, mendadak dibawa lari oleh batu, maka keluar Nabi Musa dari pemandian itu telanjang sambil mengejar batu yang melarikan bajunya, dan berkata: Kembalikan bajuku hai batu. Sehingga Bani Israil berkesempatan melihat aurat Nabi Musa, dan mereka berkata: Musa tidak berpenyakit. Lalu berhenti batunya dan dipukuli oleh Nabi Musa a.s.
Abu Hurairah r.a. berkata: Demi Allah di batu itu ada tanda bekas pukulan Nabi Musa a.s. itu tujuh atau enam. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: ORANG YANG MANDI HENDAKNYA BERDINDING WALAU DENGAN KAIN


193. Ummu Hani’ binti Abu Thalib r.a. berkata: Ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) aku pergi kepada Rasulullah saw. maka aku mendapatinya sedang mandi ditutup kain oleh Fatimah r.a. (putrinya), maka aku memberi salam, dan ditanya oleh Nabi saw.: Siapakah itu? Jawabku: Ummu Hani’ binti Abi Thalib, langsung disambut dengan: Marhaban bi Ummu Hani’, kemudian setelah selesai mandi, berdiri shalat delapan rakaat berselimut dengan satu baju (selimut), kemudian setelah selesai aku bertanya: Ya Rasulullah, saudaraku sekandung (yakni Ali bin Abi Thalib) akan membunuh seorang yang telah aku lindungi yaitu Ibn Hubairah. Maka sabda Nabi saw.: Kami telah melindungi orang yang engkau lindungi hai Ummu Hani’. Ummu Hani’ berkata: Dan itu tepat waktu duha. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: WAJIB MENGGANTI (QADHA) PUASA BAGI ORANG HAID DAN TIDAK WAJIB QADHA SHALAT


192. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang wanita bertanya kepada ‘Aisyah: Apakah wanita wajib mengganti shalatnya jika telah suci dari haid? ‘Aisyah bertanya padanya: Apakah engkau termasuk golongan hururiyah (Khawarij)? Lalu ‘Aisyah berkata: Kami dahulu haid di masa Nabi saw. maka beliau tidak menyuruh kami mengganti shalat. (Bukhari, Muslim). Sebab ada sebagian khawarij yang mewajibkan Qadha shalat bagi wanita yang haidh, dasarnya akal dan kira-kira.

KITAB : HAID ; BAB: MANDI DAN SHALATNYA ORANG YANG ISTIHADHAH (MENGELUARKAN DARAH YANG TIDAK BERHENTI/PENYAKIT)


191. ‘Aisyah r.a. berkata: Ummu Habibah r.a. pernah istihadhah selama tujuh tahun, maka ia bertanya kepada Nabi saw. dan diperintah oleh Nabi saw. supaya mandi tiap akan shalat, dan diberi tahu bahwa itu penyakit urat darah. (Bukhari, Muslim).

Pengantar Mushthalah Hadits


Oleh: Tim dakwatuna.com
PENDAHULUAN
  1. Pada awalnya Rasulullah saw melarang para sahabat menuliskan hadits, karena dikhawatirkan akan bercampur-baur penulisannya dengan Al-Qur’an.
  2. Perintah untuk menuliskan hadits yang pertama kali adalah oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau menulis surat kepada gubernurnya di Madinah yaitu Abu bakar bin Muhammad bin Amr Hazm Al-Alshari untuk membukukan hadits.
  3. Ulama yang pertama kali mengumpulkan hadits adalah Ar-Rabi Bin Shabi dan Said bin Abi Arabah, akan tetapi pengumpulan hadits tersebut masih acak (tercampur antara yang shahih dengan, dha’if, dan perkataan para sahabat.
  4. Pada kurun ke-2 imam Malik menulis kitab Al-Muwatha di Madinah, di Makkah Hadits dikumpulkan oleh Abu Muhammad Abdul Malik Bin Ibnu Juraiz, di Syam oleh imam Al-Auza i, di Kuffah oleh Sufyan At-Tsauri, di Bashrah oleh Hammad Bin Salamah.
  5. Pada awal abad ke-3 hijriyah mulai dikarang kitab-kitab musnad, seperti musnad Na’im ibnu hammad.
  6. Pada pertengahan abad ke-3 hijriyah mulai dikarang kitab shahih Bukhari dan Muslim.
PEMBAHASAN
Ilmu Hadits:
ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak.
Hadits:
Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah saw, berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat (lahiriyah dan batiniyah).
Sanad:
Mata rantai perawi yang menghubungkannya ke matan.
Matan:
Perkataan-perkataan yang dinukil sampai ke akhir sanad.
PEMBAGIAN HADITS
Dilihat dari konsekuensi hukumnya:
  1. Hadits Maqbul (diterima): terdiri dari Hadits shahih dan Hadits Hasan
  2. Hadits Mardud (ditolak): yaitu Hadits dha’if
Penjelasan:
HADITS SHAHIH:
Yaitu Hadits yang memenuhi 5 syarat berikut ini:
  1. Sanadnya bersambung (telah mendengar/bertemu antara para perawi).
  2. Melalui penukilan dari perawi-perawi yang adil.Perawi yang adil adalah perawi yang muslim, baligh (dapat memahami perkataan dan menjawab pertanyaan), berakal, terhindar dari sebab-sebab kefasikan dan rusaknya kehormatan (contoh-contoh kefasikan dan rusaknya kehormatan adalah seperti melakukan kemaksiatan dan bid’ah, termasuk diantaranya merokok, mencukur jenggot, dan bermain musik).
  3. Tsiqah (yaitu hapalannya kuat).
  4. Tidak ada syadz. Syadz adalah seorang perawi yang tsiqah menyelisihi perawi yang lebih tsiqah darinya.
  5. Tidak ada illat atau kecacatan dalam Hadits
Hukum Hadits shahih: dapat diamalkan dan dijadikan hujjah.
HADITS HASAN:
Yaitu Hadits yang apabila perawi-perawinya yang hanya sampai pada tingkatan shaduq (tingkatannya berada di bawah tsiqah).
Shaduq: tingkat kesalahannya 50: 50 atau di bawah 60% tingkat ke tsiqahannya. Shaduq bisa terjadi pada seorang perawi atau keseluruhan perawi pada rantai sanad.
Para ulama dahulu meneliti tingkat ketsiqahan seorang perawi adalah dengan memberikan ujian, yaitu disuruh membawakan 100 hadits berikut sanad-sanadnya. Jika sang perawi mampu menyebutkan lebih dari 60 hadits (60%) dengan benar maka sang perawi dianggap tsiqah.
Hukum Hadits Hasan: dapat diamalkan dan dijadikan hujjah.
HADITS HASAN SHAHIH
Penyebutan istilah Hadits hasan shahih sering disebutkan oleh imam Tirmidzi. Hadits hasan shahih dapat dimaknai dengan 2 pengertian:
  • Imam Tirmidzi mengatakannya karena Hadits tersebut memiliki 2 rantai sanad/lebih. Sebagian sanad hasan dan sebagian lainnya shahih, maka jadilah dia Hadits hasan shahih.
  • Jika hanya ada 1 sanad, Hadits tersebut hasan menurut sebagian ulama dan shahih oleh ulama yang lainnya.
HADITS MUTTAFAQQUN ‘ALAIHI
Yaitu Hadits yang sepakat dikeluarkan oleh imam Bukhari dan imam Muslim pada kitab shahih mereka masing-masing.
TINGKATAN HADITS SHAHIH
  • Hadits muttafaqqun ‘alaihi
  • Hadits shahih yang dikeluarkan oleh imam Bukhari saja
  • Hadits shahih yang dikeluarkan oleh imam Muslim saja
  • Hadits yang sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim, serta tidak dicantumkan pada kitab-kitab shahih mereka.
  • Hadits yang sesuai dengan syarat Bukhari
  • Hadits yang sesuai dengan syarat Muslim
  • Hadits yang tidak sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim
Syarat Bukhari dan Muslim: perawi-perawi yang dipakai adalah perawi-perawi Bukhari dan Muslim dalam shahih mereka.
HADITS DHA’IF
Hadits yang tidak memenuhi salah satu/lebih syarat Hadits shahih dan Hasan.
Hukum Hadits dha’if: tidak dapat diamalkan dan tidak boleh meriwayatkan Hadits dha’if kecuali dengan menyebutkan kedudukan Hadits tersebut. Hadits dha’if berbeda dengan hadits palsu atau hadits maudhu`. Hadits dha’if itu masih punya sanad kepada Rasulullah SAW, namun di beberapa rawi ada dha`f atau kelemahan. Kelemahan ini tidak terkait dengan pemalsuan hadits, tetapi lebih kepada sifat yang dimiliki seorang rawi dalam masalah dhabit atau al-`adalah. Mungkin sudah sering lupa atau ada akhlaqnya yang kurang etis di tengah masyarakatnya. Sama sekali tidak ada kaitan dengan upaya memalsukan atau mengarang hadits.
Yang harus dibuang jauh-jauh adalah hadits maudhu`, hadits mungkar atau matruk. Dimana hadits itu sama sekali memang tidak punya sanad sama sekali kepada Rasulullah saw. Walau yang paling lemah sekalipun. Inilah yang harus dibuang jauh-jauh. Sedangkan kalau baru dha`if, tentu masih ada jalur sanadnya meski tidak kuat. Maka istilah yang digunakan adalah dha`if atau lemah. Meski lemah tapi masih ada jalur sanadnya.
Karena itulah para ulama berbeda pendapat tentang penggunaan hadits dha`if, dimana sebagian membolehkan untuk fadha`ilul a`mal. Dan sebagian lagi memang tidak menerimanya. Namun menurut iman An-Nawawi dalam mukaddimahnya, bolehnya menggunakan hadits-hadits dha’if dalam fadailul a’mal sudah merupakan kesepakatan para ulama.
Untuk tahap lanjut tentang ilmu hadits, silakan merujuk pada kitab “Mushthalahul Hadits”
Buat kita orang-orang yang awam dengan ulumul hadits, tentu untuk mengetahui derajat suatu hadits bisa dengan bertanya kepada para ulama ahli hadits. Sebab merekalah yang punya kemampuan dan kapasitas dalam melakukan penelusuran sanad dan perawi suatu hadits serta menentukan derajatnya.
Setiap hadits itu harus ada alur sanadnya dari perawi terakhir hingga kepada Rasulullah SAW. Para perawi hadits itu menerima hadits secara berjenjang, dari perawi di atasnya yang pertama sampai kepada yang perawi yang ke sekian hingga kepada Rasulullah SAW.
Seorang ahli hadits akan melakukan penelusuran jalur periwayatan setiap hadits ini satu per satu, termasuk riwayat hidup para perawi itu pada semua level / tabaqathnya. Kalau ada cacat pada dirinya, baik dari sisi dhabit (hafalan) maupun `adalah-nya (sifat kepribadiannya), maka akan berpengaruh besar kepada nilai derajat hadits yang diriwayatkannya.
Sebuah hadits yang selamat dari semua cacat pada semua jalur perawinya hingga ke Rasulullah SAW, dimana semua perawi itu lolos verifikasi dan dinyatakan sebagai perawi yang tisqah, maka hadits itu dikatakan sehat, atau istilah populernya shahih. Sedikit derajat di bawahnya disebut hadits hasan atau baik. Namun bila ada diantara perawinya yang punya cacat atau kelemahan, maka hadits yang sampai kepada kita melalui jalurnya akan dikatakan lemah atau dha`if.
Para ulama mengatakan bila sebuah hadits lemah dari sisi periwayatannya namun masih tersambung kepada Rasulullah SAW, masih bisa dijadikan dalil untuk bidang fadhailul a`mal, atau keutamaan amal ibadah.
Sedangkan bila sebuah hadits terputus periwayatannya dan tidak sampai jalurnya kepada Rasulullah SAW, maka hadits ini dikatakan putus atau munqathi`. Dan bisa saja hadits yang semacam ini memang sama sekali bukan dari Rasulullah SAW, sehingga bisa dikatakan hadits palsu atau maudhu`. Jenis hadits yang seperti ini sama sekali tidak boleh dijadikan dasar hukum dalam Islam.
Untuk mengetahui apakah sebuah hadits itu termasuk shahih atau tidak, bisa dilihat dalam kitab susunan Imam Al-Bukhari yaitu shahih Bukhari atau Imam Muslim yaitu shahih muslim. Untuk hadits-hadits dha’if juga bisa dilihat pada kitab-kitab khusus yang disusun untuk membuat daftar hadits dha’if.
Di masa sekarang ini, para ulama yang berkonsentrasi di bidang hadits banyak yang menuliskannya, seperti karya-karya Syaikh Nashiruddin Al-Albani. Di antaranya kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah yang berjumlah 11 jilid.
Ditulis dalam HADITS. 2 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: MANDI DAN SHALATNYA ORANG YANG ISTIHADHAH (MENGELUARKAN DARAH YANG TIDAK BERHENTI/PENYAKIT)


190. ‘Aisyah r.a. berkata: Fatimah binti Abi Hubaisyr r.a. bertanya: Ya Rasulullah aku sering istihadhah dan tidak berhenti, apakah tetap tidak shalat? Jawab Nabi saw.: Tidak, itu hanya urat (penyakit urat kotor) dan bukan haid, maka bila tiba masanya haid tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haid maka cucilah darahmu lalu shalat, dan engkau harus wudhu untuk tiap shalat. (Bukhari, Muslim).
Itu urat bernama irqul adzil, di samping urat yang mengeluarkan darah haid. Dan hukum istihadhah itu sama dengan kencing, hanya saja karena tidak berhenti, maka sama dengan kencing res-resan, karena itu diwajibkan wudhu untuk tiap shalat.
Ditulis dalam HAID. 2 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: SUNAH BAGI WANITA SETELAH SUCI DAN MANDI DARI HAID MENGUSAP BEKAS TEMPAT DARAH DENGAN KAPAS YANG DIBASAHI DENGAN MISIK (KASTURI)


189. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang wanita bertanya kepada Nabi saw. tentang mandi sesudah haid, maka dijawab oleh Nabi saw.: Ambillah sedikit kapas yang diberi misik (kasturi) dan bersihkan dengan itu. Wanita itu bertanya: Bagaimana bersuci dengan itu? Nabi saw. bersabda: Subhanallah bersihkan dengan itu. Lalu ditarik oleh ‘Aisyah dan dijelaskan: Usapkan di tempat bekas-bekas darah itu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: MENUANGKAN AIR DI ATAS KEPALA DAN LAINNYA TIGA KALI


188. Jabir bin Abdillah r.a. ketika Abu Ja’far dan ayahnya di rumah Jabir bertepatan di situ ada beberapa orang yang bertanya pada Jabir r.a. tentang mandi janabat. Dijawab oleh Jabir r.a.: Cukup bagimu satu sha’. Ada orang berkata: Bagiku tidak cukup sebab rambutku lebat. Dijawab oleh Jabir r.a.: Itu dapat mencukupi pada orang yang lebih lebat rambutnya daripadamu dan lebih baik daripadamu (yaitu Rasulullah saw.). Kemudian ia mengimami kami. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: MENUANGKAN AIR DI ATAS KEPALA DAN LAINNYA TIGA KALI


187. Jubair bin Muth’im r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Adapun aku maka menyiram di atas kepalaku tiga kali, sambil mencontohkan dengan kedua tapak tangannya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: KADAR YANG SUNAH UNTUK MANDI JANABAT


184. ‘Aisyah r.a. berkata: Aku mandi bersama Nabi saw. dari satu bejana (ember) yang bernama al-faraq. (Bukhari, Muslim).
185. ‘Aisyah r.a. ketika ditanya oleh saudaranya tentang mandinya Nabi saw. lalu ia minta tempat air yang berisi satu gantang air, lalu ia mandi dan menuangkan air di atas kepalanya. Dan diantara kami dengan dia ada dinding. (Bukhari, Muslim).
186. Anas r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. mandi dengan air satu sha’ dan wudhu dengan satu mud. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

Penghinaan terhadap ALLAH, Nabi Muhammad saw. & Umat Muslim


kemarin, sekilas saya sempat membaca top of blog berbahasa Indonesia. Blog nomor satu adalah blog berisi berita muslim sahih.  Awalnya saya bangga, blog islami bisa menempati top of blog. tapi ternyata, setelah masuk ke blog tersebut, ternyata, nauzubillah, isinya semua adalah penghinaan kepada ALLAH, NabiAllah Muhammad saw. dan juga kepada umat muslim.
kepada para blogger muslim, khususnya blogger wordpress, ayo sama-sama kita laporkan ke wordpress bahwa blog tersebut adalah spam, agar keberadaannya segera dihapuskan dari wordpress ini.
dan kita do’akan juga agar pembuat blog tersebut dibukakan pintu hatinya oleh ALLAH Sang Maha Penguasa, diberikan Rahmat dan HidayahNya, sehingga dia dapat melihat Islam dengan benar, dan dapat menjadi muslim sejati.

KITAB : HAID ; BAB: CARA MANDI JANABAT


183. ‘Aisyah r.a. berkata: Adalah Nabi saw. jika mandi janabat lalu minta timba sebesar panci perahan susu, yang berisi air, lalu diambil dengan tapak tangannya dan memulai menyiramkan kepala sebelah kanan, kemudian yang kiri, kemudian semuanya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 3 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: CARA MANDI JANABAT


182. Maimunah r.a. berkata: Aku menuangkan air pada Nabi saw. ketika mandi, maka menuangkan air dengan tangan kanan pada tangan kiri dan mencuci keduanya, lalu membasuh kemaluannya, kemudian mengusapkan tangannya ke tanah, kemudian mencucinya, lalu berkumur dan menghirup air kemudian membasuh muka, lalu menyiramkan air atas kepalanya kemudian menyamping dan membasuh kedua kakinya, lalu diberikan kepadanya handuk, tetapi tidak memakainya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB: CARA MANDI JANABAT


181. ‘Aisayah r.a. berkata: Adalah Nabi saw. jika mandi janabat, beliau mulai dengan membasuh kedua tapak tangannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian memasukkan tangannya ke dalam air untuk membasuh sela-sela rambutnya sampai ke dalamnya, kemudian menuangkan air di atas kepalanya tiga kali dengan kedua tangannya, kemudian menyiram semua badannya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: WAJIB MANDI TERHADAP WANITA YANG MIMPI DAN KELUAR MANI


180. Ummu Salamah r.a. berkata: Ummu Sulaim bertanya kepada Nabi saw.: Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran (hak), apakah wanita itu wajib mandi jika ihtilam (mimpi berjimak)? Jawab Nabi saw.: Ya, jika keluar mani. Ummu Salamah r.a. lalu menutup mukanya sambil bertanya: Ya Rasulullah, apakah wanita itu keluar maninya? Jawab Nabi saw.: Ya, maka dengan apakah anaknya menyerupai dia? (Yakni: bila tidak dari maninya). (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB : ORANG JANABAT BOLEH TIDUR SEBELUM MANDI DAN SUNAH BERWUDHU


178. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Umar bin Al-Khatthab r.a. bertanya kepada Nabi saw. bahwa sering janabat di waktu malam. Maka Nabi saw. bersabda padanya: Basuhlah kemaluanmu, lalu wudhu kemudian tidurlah. (Bukhari, Muslim).
179. Anas r.a. berkata: Ada kalanya Nabi saw. pada suatu malam keliling pada semua istrinya, sedang beliau mempunyai sembilan istri. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB : ORANG JANABAT BOLEH TIDUR SEBELUM MANDI DAN SUNAH BERWUDHU


177. Ibn Umar r.a. berkata: Umar bin Al-Khatthab r.a. bertanya pada Rasulullah saw.: Bolehkah seorang tidur sedang ia junub? Jawab Nabi saw.: Ya, jika ia berwudhu maka boleh tidur dalam keadaan junub (janabat). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HAID. 2 Komentar »

KITAB : HAID ; BAB : ORANG JANABAT BOLEH TIDUR SEBELUM MANDI DAN SUNAH BERWUDHU


176. ‘Aisyah r.a. berkata: Adalah Nabi saw. jika akan tidur dengan janabat, maka beliau membasuh kemaluannya dan wudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. (Bukhari, Muslim).

KITAB : HAID ; BAB: HUKUM KELUAR MADZI


(Cairan keluar dari kemaluan ketika naik syahwat atau karena sangat panas)
175. Ali r.a. berkata: Aku biasa keluar madzi, dan aku merasa malu untuk menanyakan hukumnya kepada Nabi saw. Maka aku menyuruh Al-Miqdad bin Al-Aswad untuk menanyakanny. Maka dijawab oleh Nabi saw.: Hanya wajib wudhu. (Bukhari, Muslim).
Yakni tidak wajib mandi sebagaimana jika keluar mani.

KITAB : HAID ; BAB: ISTRI YANG HAID BOLEH MENYIRAM KEPALA SUAMINYA DAN MENYISIRNYA


172. ‘Aisyah r.a. berkata: Adakalanya Nabi saw. ketika di masjid memasukkan kepalanya ke rumahku untuk aku sisirkan rambutnya, sebab jika ia sedang i’tikaf di masjid tidak pulang ke rumah kecuali untuk berhajat (buang air), atau hajat yang sangat penting. (Bukhari, Muslim).
173. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. bersuka-suka padaku sedang aku haid, dan ada kalanya ia mengeluarkan kepala dari masjid ketika i’tikaf ke rumahku untuk aku siram sedang aku haid. (Bukhari, Muslim).
Yakni terhadap istri yang sedang haid boleh bersuka-suka dalam segala bentuk kecuali bersetubuh (jimak) saja yang dilarang.
174. ‘Aisyah r.a. berkata: Ada kalanya Nabi saw. bersandar di pangkuanku ketika aku sedang haid, kemudian membaca Al-Quran. (Bukhari, Muslim).

mohon maaf atas kelambatan penyajian tulisan arab-nya


Ikhwan dan Ukhti sekalian,  terimakasih atas masukan-masukannya. Salah satunya adalah permintaan untuk menyajikan hadits yang ada dalam bahasa arab.
Mohon maaf dan mohon dimengerti, karena beberapa keterbatasan saya belum bisa menyajikan hadits dalam bahasa arab secara konsisten berbarengan dengan hadits dalam bahasa indonesianya.
Saran dan perhatian dari Ikhwan & Ukhti sekalian tetap akan menjadi motivasi bagi saya untuk dapat menyajikan yang terbaik bagi dunia dakwah.

KITAB : HAID ; BAB: TIDUR BERSAMA ISTRI YANG SEDANG HAID DALAM SATU SELIMUT


170. Ummu Salamah r.a. berkata: Ketika aku bersama Nabi saw. dalam satu selimut, tiba-tiba aku haid, maka aku keluar dari selimut berganti dengan kain haid (pakaian untuk haid), maka ditanya: Apakah engkau haid? Jawabku: Benar, lalu Nabi saw. memanggil aku supaya kembali ke dalam selimut. (Bukhari, Muslim).
171. Ummu Salamah r.a. berkata: Aku mandi janabat bersama Nabi saw. dari satu bejana. (Bukhari, Muslim).

KITAB: HAID ; BAB: BERGAUL DENGAN ISTRI YANG HAID


168. ‘Aisyah r.a. berkata: Jika salah satu diantara kami (istri-istri Nabi saw.) sedang haid, dan Rasulullah saw. akan tidur bersama maka disuruh berkain, kemudian tidur bersama di luar kain. Siti ‘Aisyah r.a. berkata: Tetapi siapakah diantara kamu yang kuat menahan nafsunya sebagaimana Nabi saw. menahan nafsunya. (Bukhari, Muslim).
169. Maimunah r.a. berkata: Rasulullah saw. jika akan tidur dengan istrinya yang sedang haid, maka disuruh supaya bersarung (yakni mempererat ikatan sarungnya). (Bukhari, Muslim).    Maimunah r.a. ini juga istri Nabi saw.
Ditulis dalam HAID. 1 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB: DIANTARA TIUPAN DUA SANGKAKALA


1864. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Diantara dua kali tiupan sangkakala itu kira-kira empat puluh. Ditanya apakah empat puluh hari? Jawab Abu Hurairah r.a.: Aku tidak berkata itu. Ditanya: Empat puluh bulan? Jawabnya: Aku tidak berkata begitu. Ditanya: Empat puluh tahun? Jawabnya: Aku tidak berkata begitu. Kemudian Allah menurunkan hujan maka tumbuhlah manusia yang sudah mati bagaikan tumbuhnya biji. Tiada sesuatu dari jasad manusia melainkan rusak kecuali satu tulang di belakang punggung yang terbawah, tulang ekor, dari itulah tersusunnya mahluk di hari kiamat. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 7 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB: DEKATNYA HARI KIAMAT


1861. Ibn Mas’ud r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda: Sejahat-jahat manusia adalah orang-orang yang mendapati hari kiamat sedang mereka masih hidup. (Bukhari, Muslim).
1862. Sahl bin Sa’ad r.a. berkata: Aku telah melihat Rasulullah saw. ketika menunjuk dengan kedua jarinya yang tengah dan telunjuknya bersabda: Aku diutus disaat dekat tibanya hari kiamat bagaikan ini (dekatnya kedua jari ini). (Bukhari, Muslim).
1863. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Aku diutus oleh Allah pada saat yang sangat dekat dengan hari kiamat bagaikan kedua jari ini. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : LAMANYA DAJJAL DI BUMI


1860. Anas bin Malik r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada suatu negeri melainkan akan diinjak (didatangi) Dajjal kecuali Makkah dan Madinah tiada suatu dari jalannya (pintunya) melainkan dijaga oleh Malaikat yang berbaris, kemudian Madinah bergerak tiga kali, maka keluar dari padanya tiap-tiap orang kafir dan munafik. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB: DAJJAL SANGAT HINA DI SISI ALLAH AZZA WA JALLA


1859. Almughirah bin Syu’bah r.a. berkata: Tiada seorang yang menanyakan kepada Nabi saw. mengenai Dajjal sebagaimana yang aku tanya. Dan Nabi saw. bersabda kepadaku: Tiada sesuatu yang berbahaya bagimu daripadanya. Aku tanya: Mereka berkata: Bahwa Dajjal itu mempunyai gunung roti dan sungai air. Jawab Nabi saw.: Dia lebih hina di sisi Allah dari itu. (Bukhari, Muslim).
Yakni yang sedemikian itu bukan tanda atas kebenarannya sesudah Allah membuktikan kedustaan dan kepalsuannya.
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 1 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB: KOTA MADINAH HARAM DIMASUKI DAJJAL, DIA AKAN MEMBUNUH SORANG MUKMIN LALU MENGHIDUPKANNYA KEMBALI


1858. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah saw. menceritakan kapada kami tentang Dajjal riwayat yang panjang, dan diantara yang disabdakan: Akan datang Dajjal dan haram atasnya untuk masuk Madinah, sehingga ia berada di luar kota dataran luas, lalu ada seorang mukmin yang terbaik dari semua orang datang berkata kepadanya: Aku bersaksi bahwa engkau Dajjal yang telah diceritakan oleh Nabi saw. Lalu Dajjal berkata: Bagaimana jika aku bunuh orang ini kemudian aku hidupkan kembali, apakah kalian ragu tentang aku? Jawab mereka: Tidak. Lalu dibunuh orang itu kemudian dihidupkannya kembali, maka orang itu langsung berkata: Demi Allah kini aku lebih yakin tentang dirimu bahwa engkau Dajjal. Maka berkata Dajjal: Apakah aku bunuh lagi. Tetapi Allah tidak mengizinkan sehingga tidak dapat membunuhnya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 1 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : SIFAT DAJJAL


1854. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari Nabi saw. menyebut Dajjal pada orang-orang lalu bersabda: Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, ingatlah bahwa Dajjal itu buta mata sebelah yang kanan, sedang matanya bagaikan buah anggur yang timbul. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 3 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : SIFAT DAJJAL


1856. Uqbah bin Amr Tanya pada Hudzaifah: Tidakkah engkau ceritakan pada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah saw. Hudzaifah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Jika keluar Dajjal membawa air dan api, adapun yang dilihat orang-orang itu api maka itu air yang dingin. Apa yang dilihat orang-orang air yang dingin, maka itu api yang membakar. Maka siapa yang mendapatinya hendaknya masuk pada yang dilihatnya berupa api, sebab sebenarnya itu air tawar yang dingin. (Bukhari, Muslim).
1857. Abu Hurairah r.a.  berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sukakah aku beritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelah, dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka, adapun yang dikatakan surga maka itu api neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s. telah memperingatkan kepada kaumnya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 3 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : SIFAT DAJJAL


1855. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tiada seorang Nabi yang diutus melainkan memperingatkan kaumnya dari si pendusta yang buta mata sebelah. Ingatlah ia buta mata sebelah, sedang Tuhanmu tidak buta sebelah, dan di antara kedua matanya ada tertulis: Kafir. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : SIFAT DAJJAL


1854. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari Nabi saw. menyebut Dajjal pada orang-orang lalu bersabda: Sesungguhnya Allah tidak buta sebelah, ingatlah bahwa Dajjal itu buta mata sebelah yang kanan, sedang matanya bagaikan buah anggur yang timbul. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : IBN SHAYYAD


1851. Ibn Umar r.a. berkata: Umar bersama beberapa sahabat pergi bersama Nabi saw. Ke tempat Ibn Shayyad, sehingga mendapatkannya sedang main bersama anak-anak di daerah dataran tinggi Bani Maghalah, dan ketika itu Ibn Shayyad remaja yang hampir balig, dia tidak mengetahui sehingga Nabi saw. menepuk punggungnya dengan tangannya, kemudian Nabi saw. tanya padanya: Apakah engkau percaya bahwa aku utusan Allah?, maka dilihat oleh Ibn Shayyad dan berkata: Aku percaya bahwa engkau utusan pada orang ummiyyin. Lalu Ibn Shayyad tanya pada Nabi saw.: Apakah engkau percaya bahwa aku utusan Allah? Jawab Nabi saw.: Aku percaya kepada Allah dan semua utusan-Nya. Lalu Nabi saw. tanya padanya: Apakah yang engkau lihat? Jawab Ibn Shayyad: Yang datang kepadaku berita benar dan dusta. Nabi saw.: bersabda: Telah kabur bagimu urusannya. Lalu Nabi saw. mengujinya: Aku menyembunyikan sesuatu bagimu? Ibn Shayyad: Yaitu Addukh. Maka Nabi saw. bersabda padanya: Kecewalah engkau maka engkau takkan lebih dari tingkatmu (yakni dukun-dukun), Umar berkata: Ya Rasulullah, izinkan padaku memenggal lehernya. Jawab Nabi saw.: Jika ia akan jadi maka engkau tak dapat mengalahkannya, jika tidak maka tidak ada gunanya untuk membunuhnya. (Bukhari, Muslim).
1852. Ibnu Umar r.a. berkata: Nabi saw. berjalan bersama Ubay bin Ka’ab ke kebun kurma tempat Ibn Shayyad, maka ketika masuk kebun Nabi saw. berusaha bersembunyi diantara pohon-pohon kurma untuk mendengar apa yang dikatakan oleh Ibn Shayyad sebelum ia melihatnya,waktu itu Ibn Shayyad berbaring di tempat tidurnya di atas permadani sambil mendengungkan suara yang tidak dapat dimengerti, tiba-tiba Ibn Shayyad melihat Nabi saw. sedang sembunyi di sela-sela pohon, maka segera ia memberi tahu pada Ibn Shayyad: Hai Shaaf, maka bangunlah Ibn Shayyad, Nabi saw. bersabda: Andaikan dibiarkan pasti akan jelas keadaannya. (Bukhari, Muslim).
1853. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. berdiri dan sesudah memanjatkan puji syukur kepada Allah sebagaimana lazimnya, beliau menyebut Addajjal dan bersabda: Sungguh, aku memperingatkan kepada kamu, dan tiada seorang Nabi pun melainkan telah memperingatkan kepada kaumnya. Nabi Nuh telah mengingatkan kaumnya, dan aku akan berkata kepadamu keterangan yang belum pernah dikatakan oleh Nabi kepada kaumnya. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta mata sebelah, dan Allah tidak buta sebelah. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TIDAK AKAN TIBA HARI KIAMAT SEHINGGA SEORANG INGIN MENGGANTI KUBUR ORANG YANG TELAH MATI


1842. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga terjadi jika seorang berjalan melalui kubur, maka ia berkata: Aduhai sekiranya akulah yang di dalam kubur ini. (Bukhari, Muslim).                                                                                                                                                        Yakni karena suasana hidup pada masa ini sangat menjemukan.
1843. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Akan ada orang yang akan merobohkan Ka’bah yaitu seorang yang berbetis kecil dari Habasyah (Etiopia). (Bukhari, Muslim).
1844. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga keluar seorang dari Qah-than yang menggiring (menghalau) orang-orang dengan tongkatnya. (Bukhari, Muslim).
1845. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga kalian memerangi suatu kaum yang sandalnya dari rambut (bulu), dan takkan tiba hari kiamat sehingga kamu memerangi kaum yang wajah mereka bagaikan perisai yang telah diratakan. (Bukhari, Muslim).                                                                                                                                                                                                                                                                              Atau bagaikan lembaran besi yang dibakar, dan diratakan.
1846. Abu Hurairah r.a.  berkata: Nabi s.a.w.  bersabda: Yang akan membinasakan orang-orang ialah pemuda-pemuda dari suku ini dari Quraisy. Sahabat bertanya: Lalu apakah engkau pesankan kepada kami? Jawab Nabi s.a.w.: Andaikan orang-orang menjauh dari mereka niscaya lebih aman dan selamat. (Bukhari, Muslim).       Yakni jika orang-orang menjauh dari mereka niscaya lebih aman dan selamat.
1847. Abu Hurairah r.a.  berkata: Nabi s.a.w.  bersabda: Telah binasa Kisra maka tidak diganti oleh Kisra sesudahnya, dan akan binasa Kaisar kemudian tidak akan diganti oleh Kaisar sesudahnya, dan akan dibagi-bagi kekayaan kedua kerajaan itu fi sabilillah. (Untuk kepentingan agama Allah). (Bukhari, Muslim).
1848. Jabir bin Samurah r.a. berkata: Nabi s.a.w.  bersabda: Jika telah binasa Kisra maka tidak akan ada Kisra sesudahnya, dan jika telah mati Kaisar maka tidak akan ada Kaisar sesudahnya, demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, akan dibelanjakan kekayaan keduanya dalam kepentingan agama Allah. (Bukhari, Muslim).
1849. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Kamu akan memerangi kaum Yahudi dan dimenangkan terhadap mereka, sehingga jika ada orang Yahudi sembunyi di belakang batu maka batu itu berkata: Hai orang muslim ini di belakangku ada orang Yahudi maka bunuhlah ia. (Bukhari, Muslim).
1850. Abu Hurairah r.a.  berkata: Nabi s.a.w.  bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga bangkit tiga puluh dajjal pendusta, semuanya mengaku sebagai Rasulullah. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 1 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TIDAK AKAN TIBA HARI KIAMAT SEHINGGA SUKU DAUS KEMBALI MENYEMBAH BERHALA DZUL KHALASHAH


1841. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga bergoyang pinggul wanita-wanita Daus menuju berhala Dzul Khalashah, berhala suku Daus di masa jahiliyah. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 3 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : FITNAH ITU TIMBULNYA DARI TIMUR DIMANA NAIKNYA TANDUK SETAN


1840. Ibn Umar r.a. telah mendengar Rasulullàh saw. sambil menghadap timur bersabda: Ingatlah sesungguhnya fitnah dari sana di tempat naiknya tanduk setan. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TAKKAN TIBA KIAMAT DARI SUNGAI FURAT TIMBUL GUNUNG EMAS


1838. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Hampir saja akan timbul dari sungai Furat perbendaharaan (simpanan emas), maka siapa yang hadir waktu itu, janganlah mengambil apa-apa dari padanya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TAKKAN TIBA HARI KIAMAT SEHINGGA KELUAR API DARI HIJAZ


1839. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga keluar api dari tanah Hijaz yang dapat menerangi unta-unta di Bushra. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : FITNAH ITU BERGELOMBANG BAGAIKAN GELOMBANG LAUT


1837. Hudzaifah r.a. berkata: Ketika kami duduk di tempat Umar r.a. tiba-tiba ia berkata: Siapakah di antara kalian yang ingat sabda Nabi saw. mengenai fitnah? Jawabku: Aku, sebagáimana yang disabdakan. Ia berkata: Memang engkau berani. Lalu aku berkata: Fitnah ujian seseorang mengenai keluarga, harta, anak dan tetangganya dapat ditebus dengan shalat, puasa, shadaqah, amar ma’ruf dan nahi munkar. Umar berkata: Bukan itu yang aku maksud, tetapi fitnah yang bergelombang bagaikan laut. Jawab Hudzaifah: Engkau takkan terkena dari padanya, ya Amirulmukminin, sebab di antaramu dengan fitnah ada pintu yang masih tertutup. Umar tanya: Apakah dibuka atau dipecah? Jawab Hudzaifah: Dipecah, Umar berkata: Jika demikian maka tidak akan tertutup untuk selamanya. (Bukhari, Muslim).
Kami bertanya: Apakah mengetahui bahwa ia sebagai pintunya? Jawab Hudzaifah: Ya, sebagaimana mengetahui bahwa semalam itu sebelum hari ini. Sungguh aku menerangkan hadis yang bukan omong kosong. Maka kami gentar untuk tanya pada Hudzaifah, sehingga menyuruh Masruq untuk tanya padanya. Dijawab oleh Hudzaifah: Pintunya ialah Umar r.a.
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 2 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : KETERANGAN NABI SAW. TERHADAP APA YANG AKAN TERJADI HINGGA HARI KIAMAT


1836.  Hudzaifah r.a. berkata: Nabi saw. berkhutbah dan menerangkan semua yang akan terjadi hingga hari kiamat, diketahui (diingat) oleh yang mengetahui dan tidak diketahui oleh yang bodoh, sungguh adakalanya aku melihat sesuatu yang telah aku lupakan, kemudian setelah terjadi lalu aku ingat sebagaimana jika seorang sudah kenal lalu lupa kemudiàn jika bertemu maka ingat kembali. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 1 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : JIKA BERHADAPAN DUA MUSLIM DENGAN PEDANG MASING-MASING


1834. Abu Bakrah r.a. dan Al-Ahnaf bin Qais berkata: Ketika aku keluar untuk membantu orang itu (Ali bin Abi Thalib r.a.) tiba-tiba bertemu dengan Abu Bakrah; lalu ia tanya padaku: Ke mana engkau akan pergi? Jawabku: Aku akan membantu orang itu (Ali r.a.). Maka ia berkata: Kembalilah engkau karena aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jika dua orang muslim berhadapan dengan pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang dibunuh keduanya dalam neraka. Aku tanya: Ya Rasulullah, itu yang membunuh jelas dalam neraka, tetapi mengapakah yang dibunuh? Jawab Nabi saw: Sebab Ia bersungguh-sungguh juga akan membunuh lawannya. (Bukhari, Muslim).
ini juga menunjukkan pengaruh niat.

1835. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak akan tiba hari kiamat sehingga terjadi perang hebat antara kedua golongan yang tujuan keduanya sama (satu). (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : JIKA BERHADAPAN DUA MUSLIM DENGAN PEDANG MASING-MASING


1834. Abu Bakrah r.a. dan Al-Ahnaf bin Qais berkata: Ketika aku keluar untuk membantu orang itu (Ali bin Abi Thalib r.a.) tiba-tiba bertemu dengan Abu Bakrah; lalu ia tanya padaku: Ke mana engkau akan pergi? Jawabku: Aku akan membantu orang itu (Ali r.a.). Maka ia berkata: Kembalilah engkau karena aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jika dua orang muslim berhadapan dengan pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang dibunuh keduanya dalam neraka. Aku tanya: Ya Rasulullah, itu yang membunuh jelas dalam neraka, tetapi mengapakah yang dibunuh? Jawab Nabi saw: Sebab Ia bersungguh-sungguh juga akan membunuh lawannya. (Bukhari, Muslim).
ini juga menunjukkan pengaruh niat.

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : BUKTI NAJISNYA KENCING DAN HARUS MENYELESAIKANNYA HINGGA TUNTAS


167. Ibn Abbas r.a. berkata: Nabi saw. berjalan melalui dua kubur, lalu beliau bersabda: Sesungguhnya kedua orang dalam kubur inii sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena suatu dosa yang besar. Adapun yang satu maka tidak menyelesaikan (tuntas) jika kencing. Sedang yang kedua, dia biasa mengadu domba (namimah). Kemudian Nabi saw. mengambil dahan pohon yang masih basah dan membelah dua lalu menancapkan pada tiap kubur satu potongan dahan itu. Sahabat bertanya: Mengapa engkau berbuat itu? Jawab Nabi saw.: Semoga Allah meringankan keduanya selama dahan itu belum kering. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : NAJISNYA DARAH DAN CARA MEMBASUHNYA


166. Asma’ r.a. berkata: Seorang wanita datang kepada Nabi saw. dan bertanya: Bagaimana pendapatmu jika pakaian kami terkena darah haid, bagaimana kami harus berbuat? Jawab Nabi saw: Dikorek lalu dibilas dengan air, lalu disiram, kemudian dapat dipakai untuk shalat. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : MENCUCI MANI YANG LEKAT DI BAJU ATAU MENGOREKNYA


165. Aisyah ketika ditanya tentang mani yang lekat di baju. Jawabnya: Biasa aku mencucinya dari baju Rasulullah saw. lalu dipakai untuk shalat sedang bekas air siramannya masih tampak di bagian kain bajunya itu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : HUKUM KENCING BAYI LAKI DAN CARA MENYUCIKANNYA


163. Aisyah r.a. berkata: Biasa orang-orang membawa bayinya kepada Nabi saw. lalu didoakannya, maka diberikan padanya bayi, tiba-tiba kencing di baju Nabi saw. Maka Nabi saw. minta air dan disiramkan di atas kencing dan tidak dibasuh. (Bukhari, Muslim).
164. Ummi Qais binti Mihshan r.a. membawa bayinya kepada Nabi saw. sedang bayi itu belum makan kecuali susu, maka diletakkan di pangkuan Nabi saw. tiba-tiba kencing di baju Nabi saw. Maka Nabi saw. minta air dan disiramkan di atas bekas kencing itu dan tidak dibasuh. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : WAJIB MENYUCIKAN MASJID DARI SEGALA NAJIS DAN MENYUCIKAN TANAH CUKUP DENGAN DISIRAM


162. Anas bin Malik r.a. berkata: Seorang Badui kencing di dalam masjid maka sahabat bangun untuk memukulnya. Maka Nabi saw. bersabda: Jangan kalian ganggu (hentikan kencingnya), kemudian menyuruh membawakan setimba air dan dituangkan di atas tempat yang dikencingi itu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : LARANGAN KENCING DALAM AIR YANG MENGGENANG TIDAK MENGALIR


161. Abu Hurairah ra. telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Jangan kencing salah satu kamu dalam air yang diam tidak mengalir kemudian mandi di dalamnya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : HUKUM JILATAN ANJING


160. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika anjing minum dalam bejanamu, maka harus dibasuh tujuh kali. (Bukhari, Muslim). Dalam riwayat Muslim: Jika anjing telah menjilat bejanamu maka harus dibasuh tujuh kali salah satunya dengan tanah pertamanya atau akhirnya.

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : MENGUSAP SEPATU (KHUF)


155. Jarir bin Abdullah r.a. kencing kemudian ía berwudhu dan mengusap dua sepatunya, kemudian berdiri shalat, dan ketika ditanya ia berkata: Aku telah melihat Nabi saw. berbuat seperti itu. (Bukhari, Muslim).
156. Hudzaifah r.a. berkata: Ketika aku berjalan bersama Nabi saw. lalu beliau pergi ke tempat sampah di belakang rumah (dinding pagar) lalu berdiri dan kencing, maka aku menjauh daripadanya tetapi dipanggil oleh Nabi saw. lalu aku mendekatinya dan berdiri di belakangnya sehingga selesai. (Bukhari, Muslim).
157. Al-Mughirah bin Syu’bah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. keluar untuk berhajat (buang air) maka diikutinya dengan membawa tempat air, dansesudah Rasulullah selesai Al-Mughirah menuangkan air untuknya, maka ,berwudhu dan mengusap dua sepatu bot (khuf). (Bukhari, Muslim).
158. Al-Mughirah bin Syu’bah r.a. berkata: Ketika aku bersama Nabi saw. dalam bepergian, lalu Nabi saw. berkata: Hai Mughirah bawakan tempat air, maka aku bawa dan Nabi saw. pergi sehingga sembunyi daripadaku untuk buang air, sedang memakai jubah syamiyah, kemudian ketika akan mengeluarkan lengan tangan tidak dapat karena sempit lengan bajunya, sehingga dikeluarkan dan dalam, maka aku tuangkan air untuknya untuk wudhu dan mengusap kedua sepatu botnya (khufnya). (Bukhari, Muslim).
159. Al-Mughirah bin Syu’bah r.a. berkata: Pada suatu malam aku bersama Nabi saw. dalam bepergian, lalu bertanya: Apakah ada air? Jawabku: Ya. Lalu Nabi saw. turun dari kendaraannya dan berjalan terus hingga tersembunyi di dalam gelap malam, kemudian kembali, maka aku tuangkan air padanya, maka ia membasuh muka dan kedua tangannya, tetapi ia memakai jubah kain shuf yang sempit lengannya sehingga terpaksa mengeluarkan tangan dari dalam, lalu membasuh kedua tangannya, kemudian mengusap kepalanya, kemudian aku jongkok untuk membuka sepatunya, maka Nabi saw. bersabda: Biarkan keduanya karena aku memakai keduanya ketika kedua kakiku suci, lalu diusap atas kedua sepatu bot itu. (Bukhari, Muslim).
Para ahli fiqih memasukkan syarat untuk bolehnya mengusap sepatu tanpa membukanya jika waktu memakainya sudah berwudhu. Jika tidak berwudhu maka tidak boleh hanya diusap dan harus dilepas sepatunya untuk dibasuh kakinya.

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : BERISTINJA DENGAN AIR


153. Anas r.a. berkata: Adalah Nabi saw. masuk WC maka aku dan kawanku membawakan tempat air untuk beristinja, juga membawakan tongkatnya. (Bukhari, Muslim).
154.  Anas bin Malik r.a. berkata: Adalah Nabi saw., jika keluar untuk buang air maka aku bawakán tempat air untuk bersuci dengannya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : SUNAH MENDAHULUKAN KANAN DALAM BERSUCI


152. Aisyah r.a. berkata: Nabi saw. suka mendahulukan kanan ketika bersandal, menyisir rambut, bersuci, dalam semua keadaannya. (Bukhari, Muslim)

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : LARANGAN ISTINJA DENGAN TANGAN KANAN


151. Abu Qatadah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika seseorang minum maka jangan bernafas di tempat air yang diminum. Dan jika kencing maka jangan memegang kemaluannya dengan tangan kanan, juga jangan istinja dengan tangan kanan. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : ADAB BUANG AIR BESAR ( ISTITHABAH )


148. Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika kalian buang air maka jangan menghadap kiblat dan jangan membelakanginya, tetapi hendaknya ke arah selatan atau utara (barat atau timur jika tidak menghadap/membelakanginya) (Bukhari, Muslim).
Abu Ayyub r.a. berkata:  Dan ketika kami dapatkan WC (tempat buang air) menghadap kiblat, maka kami berpaling daripadanya sambil minta ampun kepada Allah.

149. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Sesungguhnya ada orang-orang berkata: Jika duduk buang air, maka jangan menghadap kiblat dan Baitul Maqdis. Sungguh aku telah naik di atas sebuah rumah kami, tiba-tiba aku melihat Nabi saw. duduk di atas dua bata (buang air) menghadap Baitul Maqdis. (Bukhari, Muslim).

150. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Pada suatu hari aku naik di atas rumah Hafshah untuk suatu kepentingan, tiba-tiba aku melihat Rasulullah saw. buang air membelakangi kiblat menghadap Syam (arah Baitul Maqdis). (Bukhari, Muslim).
Dengan adanya keterangan ini maka ahli fiqih berpendapat, jika di rumah maka tidak apa-apa, jika di hutan lapangan terbuka maka dilarang menghadap atau membelakangi kiblat.

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : TUNTUNAN FITRAH


145. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tuntunan fitrah lima (atau: Lima dari tuntunan fitrah): 1. Khitan, 2. Mencukur bulu di sekitar kemaluan, 3. Mencabut bulu ketiak, 4. Memotong kuku, 5. Memotong (menggunting) kumis. (Bukhari, Muslim).

146. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Kalian harus berbeda dengan kaum musyrikin peliharalah (panjangkan) jenggotmu, dan potong kumismu. (Bukhari, Muslim).

147. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: potonglah kumis dan pelihara (panjangkan) jenggotmu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : SIWAK (GOSOK GIGI)


142. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Andaikan aku tidak khawatir memberatkan pada umatku (atau pada orang-orang) pasti aku perintahkan atas mereka bersiwak (gosok gigi) tiap akan shalat. (Bukhari, Muslim).

143. Abu Musa r.a. berkata: Aku datang kepada Nabi saw. maka aku melihat beliau sedang bersiwak dengan kayu ara yang ada di tangannya sampai berkata: Uk, uk, sedang kayu siwak masih di tangannya seakan beliau berusaha muntah. (Bukhari, Muslim).

144. Hudzaifah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. jika bangun tengah malam langsung menggosok giginya dengan siwak (gosok gigi). (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : SUNAH MELEBIHI SEDIKIT DALAM MEMBASUH ANGGOTA WUDHU UNTUK MEMANJANGKAN CAHAYA MUKA, TANGAN DAN KAKINYA DI HARI KIAMAT


141. Abu Hurairah r.a. berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat kelak umatku akan terkenal bercahaya muka, tangan dan kakinya bekas air wudhu, karena itu siapa yang dapat memanjangkan cahayanya itu maka boleh berbuat. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : WAJIB MEMBASUH KEDUA KAKI DENGAN SEMPURNA


139. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Dalam suatu bepergian bersama sahabat Nabi saw. pernah tertinggal sedang waktu shalat sudah mendesak, maka datang Rasulullah saw. sedang kami berwudhu dan mengusap kaki kami, tiba-tiba Nabi saw. berseru dengan suaranya: Awaslah tumit-tumit dari api neraka, diserukan dua atau tiga kali. (Bukhari, Muslim).
140. Abu Hurairah r.a. ketika ia berjalan dan melihat orang-orang sedang berwudhu dari tempat wudhu ia berkata: Sempurnakan wudhu karena Abdul Qasim saw. telah bersabda: Awaslah tumit-tumit dari api neraka. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : SUNAH MENGGUNAKAN TIGA (ATAU BILANGAN GANJIL) DALAM MENGHIRUP AIR ATAU ISTINJA DENGAN BATU


137. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang wudhu hendaknya menghirup air (mencuci hidung) kemudian mengeluarkannya, dan siapa yang beristinja dengan batu hendaknya tiga batu atau lebih asalkan ganjil. (Bukhari, Muslim).
138. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika seorang bangun dari tidurnya, lalu wudhu hendaklah ia menghirup dalam hidung kemudian mengeluarkannya diulang tiga kali, sebab setan bermalam dalam hidungnya. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB :CONTOH WUDHU NABI SAW.


136. Abdullah bin Zaid r.a. ketika ditanya tentang wudhunya Nabi saw. ia minta timba berisi air, lalu ia wudhu, mencontohkan wudhu Nabi saw. Maka menuangkan air ke tangan dan membasuh kedua telapak tangan tiga kali, kemudian memasukkan tangan ke dalam timba lalu berkumur dan menghirup air dan mengeluarkannya dari hidung tiga kali, kemudian memasukkan tangan ke dalam air dan membasuh muka tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan hingga siku dua kali, kemudian memasukkan tangan ke dalam air lalu mengusap kepalanya dari muka ke belakang satu kali, kemudian membasuh kedua kaki hingga mata kaki. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : SEMPURNANYA SIFAT WUDHU


135. Usman bin Affan r.a. minta bejana air untuk wudhu, lalu menuangkan air membasuh kedua tapak tangannya tiga kali, kemudian memasukkan tangan ke dalam tempat air, lalu berkumur dan menghirup dan mengeluarkan dari hidung, lalu membasuh muka tiga kali, dan kedua tangan sampai siku tiga kali, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, kemudian berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang wudhu seperti wudhuku ini, lalu shalat dua rakaat dengan khusyuk tidak berkata apa-apa dalam hatinya, maka akan diampunkan dosanya yang telah lalu. (Bukhari, Muslim).

KITAB : ATH-THAHARAH / BERSUCI ; BAB : WAJIB BERSUCI UNTUK SHALAT


134. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Allah tidak menerima shalat seorang yang berhadas sehingga wudhu (Bukhari, Muslim).
Yakni hadas kecil yang hanya mewajibkan wudhu seperti kentut dan sebagainya.

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TURUNNYA FITNAH BAGAIKAN TURUNNYA AIR HUJAN


1832. Usamah r.a. berkata: Rasulullah saw. melihat dari anak bukit di kota Madinah lalu bertanya: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Aku telah melihat fitnah di sela-sela rumahmu bagaikan turunnya air hujan. (Bukhari, Muslim).
1833. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Akan terjadi fitnah, di saat itu orang yang duduk lebih baik (selamat) dari yang berdiri, dan yang berdiri lebih baik (selamat) dari yang berjalan, dan yang berjalan lebih selamat daripada yang lari. Dan siapa yang mengintainya akan disambar (ditangkap) olehnya, maka siapa yang mendapat tempat berlindung dari padanya hendaklah berlindung di tempat itu. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 6 Komentar »

Abdurrahman bin Auf


Sedikit berbagi mengenai pribadi sahabat Rasulullah saw. yang layak dicontoh :
adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis dan urusan akhirat bisa menjadi teladan bagi seluruh kaum muslim. Selain sebagai konglomerat, beliau juga termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf :
• Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.
• Beliau termasuk salah satu dari enam orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
• Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
• Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.
• Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf
menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.4 Milyar nilai uang saat ini(saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 4.8 Milyar). Atas sedeqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbuny i “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu
tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf
berikutnya.
• Ketika Rasullullah membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah
yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu ?” , “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
• Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para
istri Rasulullah SAW).
• Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah
padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah.
Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 48 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta
• Beliau juga menyantuni para veteran perang badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar (sekitar Rp 480 juta) per orang untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
• Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.072 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat !.
Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.”
Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga ?, berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau :
• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata.
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan
Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk
Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari
hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA. yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TENTARA YANG AKAN MENYERBU KA’BAH DIBINASAKAN


1831. ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Akan ada tentara yang akan menyerbu Ka’bah, dan ketika sampai di lapangan terbuka tiba-tiba dimusnahkan semua dari yang pertama hingga yang terakhir. ‘Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana dibinasakan semuanya padahal di sana ada pasar-pasar dan orang-orang yang tidak ikut? Jawab Nabi saw.: Dibinasakan yang awal hingga yang akhir kemudian dibangkitkan menurut niat masing-masing. (Bukhari, Muslim).

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TERBUKANYA DINDING YAKJUJ MAKJUJ & TIBANYA BERBAGAI FITNAH


1830. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Allah telah membuka tirai dinding Yakjuj Makjuj sebesar ini sambil melengkungkan jari telunjuk dengan ibu jari. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HARI KIAMAT. 2 Komentar »

KITAB : TANDA TANDA HARI KIAMAT & BERBAGAI FITNAH (UJIAN) ; BAB : TERBUKANYA DINDING YAKJUJ MAKJUJ & TIBANYA BERBAGAI FITNAH


1829. Zainab binti Jahsy r.a. berkata: Nabi saw. telah masuk ke rumahnya dengan merasa ketakutan sambil berkata: Lailaha ilallah, celaka bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat, ini telah terbuka dinding Yakjuj dan Makjuj sebesar ini sambil melingkarkan jari telunjuk dengan ibu jarinya. Zainab binti Jahsy r.a. bertanya: Ya Rasulullah, dapatkah kami binasa padahal masih banyak salihin di atanra kami? Jawab Nabi saw.: Ya. Jika telah banyak anak jalang (atau pelacuran). (Bukhari, Muslim).

29 Ramadhan 1430 H


Ya Rabb,
jika bukan karena ampunanMu yang Maha Luas,
takkan hapus dosa-dosaku hanya dengan sujudku di sepanjang malam dan siang hari.
Ya Rabb,
telah Kau sampaikan aku di akhir Ramadhan MubarakMu,
semoga kesucian RamadhanMu dapat membasuh semua dosa-dosaku.
Ya Rabb,
perkenankan aku kembali merasakan nikmatnya RamadhanMu,
sambil mengisi sebelas bulan mendatang dalam keimanan dan taqwa padaMu.
Ya Rabb,
janganlah  Kau cabut nikmat yang telah Kau berikan ini.
Ya Rabb,
tularkan kenikmatan beriman padaMu ini kepada anak istriku, kepada keluargaku, kepada orang-orang terdekatku,
dan kepada seluruh kaum muslimin.
Amin, amin, Ya Rabbal’alamin.

KITAB ZAKAT ; BAB : HUKUMAN BERAT BAGI YANG TIDAK MENUNAIKAN ZAKAT


575. Abu Dzar r.a. berkata: Aku datang kepada Nabi saw. yang sedang di bawah naungan Ka’bah sedang bersabda: Demi Tuhan Ka’bah merekalah yang rugi, demi Tuhan Ka’bah merekalah yang rugi. Maka aku bertanya pada diriku, apakah urusanku, mungkin tampak apa-apa padaku, lalu aku duduk, sedang hatiku diliputi berbagai macam pertanyaan sehingga bertanya: Siapakah mereka itu? Jawab Nabi saw.: Mereka yang banyak harta, kecuali yang mendermakan hartanya ke kanan, ke kiri, ke muka, ke belakang (untuk shadaqah). (Bukhari, Muslim).
576. Abu Dzar r.a. berkata: Aku datang kepada Nabi saw. sedang Nabi saw. bersabda: Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, atau: Demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia, tiada seorang yang memiliki unta, lembu atau kambing lalu tidak menunaikan kewajiban zakatnya melainkan didatangkan pada hari kiamat sebesar, segemuk biasanya, lalu menginjak-injak pemiliknya dan menanduk dengan tanduknya, tiap sudah selesai yang terakhir diulang oleh yang pertama, sehingga selesai putusan orang-orang, lalu ditentukan ke surga atau neraka. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ZAKAT. 4 Komentar »

KITAB ZAKAT ; BAB : DOSA ORANG YANG TIDAK MENGELUARKAN ZAKAT


574. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Kuda itu ada tiga macam: Berupa pahala, atau penutup kepentingan, atau dosa. Adapun yang berupa pahala, maka seorang yang menyediakannya untuk perang jihad fi sabilillah, lalu dipeliharanya dalam kebun, ladang dengan tali yang panjang, maka apa yang dimakan dalam kebun/ladang itu akan tercatat kebaikan bagi pemiliknya, dan andaikan kuda itu mendaki bukit, maka bekas-bekasnya dan kotorannya pun menjadi kebaikan, dan bila ia minum dari sungai, meskipun tidak bermaksud memberi minum, itu berupa kebaikan bagi pemiliknya. Adapun orang yang memelihara untuk kebanggaan, ria dan permusuhan terhadap orang Islam, maka itu berupa dosa semata-mata terhadap pemiliknya. (Bukhari, Muslim).
Dan ketika Nabi saw. ditanya tentang himar (keledai). Maka jawab Nabi saw.: Tiada diturunkan kepadaku mengenai himar, kecuali ini ayat yang penuh padat lengkap: faman ya’mal mitsqala dzarratin khairan yarahu, waman ya’mal mitsqala dzarratin syarran yarahu. (Siapa yang berbuat seberat zarrah kebaikan pasti ia akan melihat hasil pahalanya. Dan siapa yang berbuat seberat zarrah kejahatan maka pasti akan melihat hasil balasan dosanya). (Bukhari, Muslim).

KITAB ZAKAT ; BAB : ZAKATUL FITRI (ZAKAT FITRAH)


570. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. telah mewajibkan zakatul-fitri satu sha’ dari kurma atau gandum, beras, jagung atas tiap orang merdeka atau budak, lelaki atau wanita, besar atau kecil dari kaum muslimin. (Bukhari, Muslim).
571. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi saw. menyuruh orang-orang mengeluarkan zakatul fitri satu sha’ dari kurma atau sya’ir (jawawut). Abdullah bin Umar r.a. berkata: Maka orang-orang mengeluarkan yang seharga dengan itu dua mud dari gandum. (Bukhari, Muslim).
572. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Kami biasa mengeluarkan zakatul fitri satu sha’ makanan, atau satu sha’ sya’ir, kurma, kismis dan keju. (Bukhari, Muslim).
573. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Kami biasa mengeluarkan zakatul fitri di masa Nabi saw. satu sha’ makanan atau kurma atau sya’ir atau kismis, kemudian di zaman Muawiyah dan banyak gandum ia berkata: Aku berpendapat bahwa satu mud dari gandum ini menyamai dua mud dari lain-lainnya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam ZAKAT. 1 Komentar »

KITAB ZAKAT ; BAB : MENDAHULUKAN PENGELUARAN ZAKAT SEBELUM WAKTUNYA


569. Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw. telah menyuruh orang-orang mengeluarkan zakat, tiba-tiba Nabi saw. diberitahu bahwa Ibn Jamil dan Khalid bin Al-Walid dan Abbas bin Abdul Mutthalib menolak (tidak mau mengeluarkan zakat), maka Nabi saw. bersabda: Tidak ada alasan bagi Ibn Jamil untuk menolak mengeluarkan kecuali karena ia merasa dahulunya miskin dan telah diberi kekayaan oleh Allah, adapun Khalid maka kamu aniaya padanya karena ia telah menshadaqahkan pakaian perang dan perlengkapan-perlengkapannya fi sabilillah, adapun Al-Abbas bin Abdul Mutthalib maka ia pamanda Rasulullah, maka tetap wajib padanya zakat dan sebanyak itu juga di samping yang sudah dikeluarkan. (Bukhari, Muslim).

KITAB ZAKAT ; BAB : TIDAK WAJIB ZAKAT BAGI SEORANG MUSLIM BUDAK DAN KUDANYA


568. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak ada kewajiban zakat terhadap seorang muslim di dalam hamba dan kudanya. (Bukhari, Muslim).

KITAB ZAKAT


567. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tidak wajib zakat emas perak yang kurang dari lima uqiyah (20 mitsqal), dan tidak wajib zakat unta yang kurang dari lima ekor, dan tidak wajib zakat padi, gandum dan kurma yang kurang dari lima wasaq. (Bukhari, Muslim).
1 Wasaq = 60 Sha’.      1 Sha’ = 2,5 kg.   1 Sha’ = 4 Mud.     1 Mud = 6 ons.     5 Wasaq = 300 Sha’.
5 Uqiyah = 20 Mitsqal = kurang lebih 12 pund (12 dinar ukon) kira-kira 96 gram emas.
Perak juga 20 mitsqal = 200 dirham.
Ditulis dalam ZAKAT. 1 Komentar »

KITAB I’TIKAF ; BAB : ANJURAN SUPAYA RAJIN MENCARI LAILATUL QADAR PADA MALAM-MALAM GANJIL PADA SEPULUH TERAKHIR BULAN RAMADHAN


730. ‘Aisyah r.a. berkata: Adalah Nabi saw. jika telah tanggal 21 Ramadhan yaitu sepuluh terakhir Ramadhan, maka beliau mengeratkan ikat sarungnya, dan bangun semalam suntuk serta membangunkan keluarganya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS. 1 Komentar »

KITAB I’TIKAF ; BAB : BILAKAH MASUK ORANG YANG AKAN I’TIKAF ITU DI TEMPAT I’TIKAFNYA


729. ‘Aisyah berkata: Adalah Nabi saw. jika kan i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, maka aku pasangkan dindingnya (tabirnya) maka sesudah shalat Subuh segera masuk ke dalamnya, lalu Hafshah minta izin kepada ‘Aisyah untuk memasang dindingnya, dan diizinkan lalu memasang dindingnya, kemudian diketahui oleh Zainab binti Jahsy dan memasang dinding juga, kemudian pada pagi hari Nabi saw. melihat banyaknya dinding bersabda: Apakah kalian mengira itu termasuk dari al-birr (taat), kemudian meninggalkan i’tikaf pada bulan itu, kemudian i’tikaf sepuluh malam pada bulan syawal. (Bukhari, Muslim).
Demikian Nabi saw. jika berbuat suatu amal meskipun tidak wajib, maka jika ditinggalkan karena suatu hal diganti atau diqhada, supaya pahala yang biasa didapat jangan sampai hilang.

KITAB I’TIKAF ; BAB : I’TIKAF PADA MALAM-MALAM TERAKHIR (21-30) RAMADHAN


727. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh (21-30) terakhir bulan Ramadhan. (Bukhari, Muslim).
728. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Nabi saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir (21-30) Ramadhan sehingga meninggal dunia, kemudian dilanjutkan oleh istri-istrinya sepeninggalnya. (Bukhari, Muslim)
Ditulis dalam I'TIKAF. 4 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : KELEBIHAN LAILATUL KADAR DAN ANJURAN SUPAYA MENCARINYA PADA WAKTUNYA


723. Ibn Umar r.a. berkata: Ada beberapa sahabat Nabi saw. telah diperlihatkan Lailatul Kadar dalam mimpi di malam dua puluh tujuh, maka Nabi saw. bersabda: Aku perhatikan impianmu bertepatan dalam malam dua puluh tujuh, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha mencarinya pada malam dua puluh tujuh Ramadhan. (Bukhari, Muslim).
724. Abu Said r.a. berkata: Kami i’tikaf bersama Nabi saw. pada malam-malam pertengahan (11-20) Ramadhan, lalu keluar pada pagi hari 20 (dua puluh) Ramadhan dan berkhotbah: Aku semalam diperlihatkan Lailatul Kadar, kemudian dilupakan, karena itu kalian cari pada malam-malam yang ganjil 21, 23, 25, 27, 29. Pada malam-malam yang terakhir, dan aku diperlihatkan seakan-akan aku sujud di atas air dan tanah, maka siapa yang i’tikaf bersama Nabi saw. hendaknya pulang. Maka kami pulang dan tiada melihat sedikit awanpun di langit, tiba-tiba datang awan dan turun hujan sehingga mengalir dari atas masjid yang terbuat dari daun kurma, kemudian terdengar iqamat untuk shalat, maka aku melihat Nabi saw. sujud di atas air dan tanah, sehingga aku melihat bekas tanah yang menempel di dahi Nabi saw. (Bukhari, Muslim).
725. Abu Said Al-Khudri r.a.  berkata: Biasa Nabi saw. i’tikaf pada malam-malam pertengahan (11-20) Ramadhan, maka apabila telah sore hari ke-20 Ramadhan beliau pulang ke rumah demikian pula para sahabat yang mengikutinya. Kemudian pada saat yang biasanya pulang, tiba-tiba berkhotbah dan bersabda: Aku biasa i’tikaf pada malam-malam ini, kemudian terasa padaku untuk i’tikaf pada malam-malam akhir (21-30) Ramadhan, maka siapa yang telah i’tikaf bersamaku tetaplah dalam i’tikafnya, sebab aku telah diperlihatkan malam Lailatul Kadar kemudian dilupakannya, karena itu kalian cari pada malam-malam ganjil (21-23-25-27-29), aku ditunjukkan seakan-akan aku sujud di atas tanah berair, tiba-tiba malam itu berawan dan hujan, sehingga bocor di masjid terutama mushola Nabi saw. pada malam dua puluh satu, kemudian aku melihat dengan mata kepalaku ketika Nabi saw. keluar dari shalat Subuh, muka Nabi saw. berlumuran tanah berair (lumpu). (Bukhari, Muslim).
726. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. i’tikaf pada malam-malam sepuluh terakhir (21-30) Ramadhan dan bersabda: Carilah malam Lailatul Kadar pada malam-malam terakhir (21-30) Ramadhan. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 3 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : PUASA PADA AKHIR SYA’BAN


722. Imran bin Hushain r.a. ditanya oleh Nabi saw. atau Nabi saw. tanya kepada orang sedang Imran mendengar: Hai Abu Fulan, apakah engkau pada akhir-akhir bulan ini puasa? Imran berkata: Aku kira pertanyaan itu di bulan Ramadhan. Jawab orang itu: Tidak ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.: Jika engkau telah selesai dari puasa ini maka puasalah dua hari. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB: LARANGAN PUASA BAGI ORANG YANG MADHARAT ATAU DITERUSKAN PUASA HARI RAYA DAN HARI TASYRIQ


714. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. diberi tahu bahwa aku bersumpah: Demi Allah aku akan puasa tiap siang dan akan bangun tiap malam selama hidup. Maka ketika aku ditanya, aku jawab: Aku telah terlanjur sumpah sedemikian, maka sabda Nabi saw.: Engkau tidak dapat berbuat itu, puasalah dan berbukalah (tidak puasa), bangun malam dan tidurlah, puasalah tiap bulan tiga hari maka sesungguhnya tiap kebaikan itu berlipat sepuluh kali, dan itu menyamai puasa sepanjang masa. Aku jawab: Aku kuat lebih dari itu. Sabda Nabi saw.: Puasalah sehari dan tidak puasa sehari, itu puasanya Nabi Dawud a.s. dan itu puasa yang paling utama. Jawabku: Aku lebih kuat dari itu. Sabda Nabi saw.: Tidak ada lebih utama dari itu. (Bukhari, Muslim).
715. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Ya Abdullah aku dapat berita bahwa engkau puasa tiap siang dan bangun tiap malam (semalam suntuk)? Jawabku: Benar Ya Rasulullah. Nabi saw. bersabda: Jangan berbuat begitu, puasalah dan berbukalah (tidak puasa), bangunlah dan tidur, sebab jasadmu ada hak, dan matamu ada hak, dan istrimu ada hak atasmu, dan tamumu ada hak atasmu, dan cukup bagimu puasa tiap bulan tiga hari, maka tiap kebaikan berlipat ganda sepuluh kali, maka itu sama dengan puasa sepanjang masa. Abdullah berkata: Aku telah memperberat maka diberatkan atasku. Aku berkata: Ya Rasulullah, aku merasa kuat. Maka sabda Nabi saw.: Puasalah seperti puasanya Nabi Daud a.s. dan jangan lebih dari itu. Aku tanya: Bagaimana puasa Nabi Dawud a.s.? Jawab Nabi saw.: Setengah abad. Kemudian ketika Abdullah mencapai usia tua ia berkata: Andaikan aku dahulu menerima keringanan yang diberikan oleh Nabi saw. pasti lebih baik (lebih enak). (Bukhari, Muslim).
716. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Bacalah (khatamkan bacaan) Al-Qur’an dalam masa sebulan. Jawabku: Aku merasa kuat, sehingga Nabi saw. bersabda: Bacalah (khatamkan) dalam tujuh hari jangan kurang dari itu. (Bukhari, Muslim).
717. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. bersabda kepadaku: Ya Abdullah, engkau jangan meniru si Fulan, ia dahulu suka bangun malam tetapi kemudian meninggalkan bangun malam. (Bukhari, Muslim).
718. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah saw. mendapat berita bahwa aku puasa terus menerus dan bangun shalat sepanjang malam, entah beliau memanggil aku atau aku bertemu padanya, maka beliau bersabda: Aku diberitahu bahwa engkau puasa terus menerus dan shalat malam. Puasalah dan berbukalah (tidak puasa), bangunlah dan tidur, sebab untuk matamu ada hak bagian daripadamu, juga dirimu dan istrimu ada bagian daripadamu. Jawabku: Aku merasa kuat untuk itu. Maka sabda Nabi saw.: Puasalah seperti puasanya Nabi Dawud a.s. Aku tanya: Bagaiman? Jawab Mabi saw.: Puasa sehari dan tidak puasa sehari, dan tidak pernah lari jika berhadapan dengan musuh. Abdullah berkata: Siapakah yang dapat berbuat itu ya Rasulullah. Atha’ berkata: Aku tidak ingat bagaimana lalu menyebut mengenai selamanya (terus menerus tidak pakai berhenti). Tidak puasa orang yang puasa selamanya (terus menerus). (Bukhari, Muslim).
719. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Nabi saw. bersabda kepadaku: Engkau puasa sepanjang masa, dan bangun malam semalam suntuk? Jawabku: Ya. Bersabda Nabi saw.: Jika engkau berbuat begitu akan rusak mata dan lelah badan. Tidak puasa orang yang puasa sepanjang masa terus menerus, puasa tiap bulan tiga hari itu berarti puasa sepanjang masa. Jawabku: Aku merasa kuat untuk puasa lebih dari itu. Nabi saw. bersabda: Puasalah seperti puasanya Nabi Dawud a.s. yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari, dan tidak pernah lari jika berhadapan dengan musuh (yakni dalam jihad). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : PUASA NABI SAW. SELAIN RAMADHAN


711. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa Rasulullah saw. puasa sehingga dapat dikatakan tidak pernah tidak puasa, dan ada kalanya tidak puasa sehingga dapat dikatakan tidak pernah puasa sunah. Dan tidak pernah Nabi saw. puasa sebulan penuh selain Ramadhan, juga tidak pernah aku melihat puasanya yang terbanyak kecuali bi bulan Sya’ban. (Bukhari, Muslim).
712. ‘Aisyah r.a. berkata: Tidak biasa Nabi saw. puasa dalam suatu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban, bahkan ada kalanya puasa sebulan Sya’ban penuh. Dan Nabi saw. bersabda: Kerjakan amal perbuatan sekuat tenagamu, sehingga Allah tidak jemu menerima dan memberi sehingga kamu jemu beramal, dan shalat yang disukai oleh Nabi saw. ialah yang dikerjakan terus menerus oleh orangnya meskipun sedikit, dan adalah Nabi saw. jika shalat sunah maka ditetapkan selanjutnya. (Bukhari, Muslim).
713. Ibn Abbas r.a. berkata: Nabi saw. tidak pernah puasa sebulan penuh kecuali Ramadhan, dan selalu puasa sehingga orang berkata: Tidak pernah tidak puasa, dan ada kalanya tidak puasa sehingga orang dapat berkata: Tidak pernah berpuasa. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : JIKA MAKAN, MINUM ATAU BERJIMAK KARENA LUPA TIDAK BATAL PUASANYA


710. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jika lupa lalu makan atau minum, maka hendaknya meneruskan puasanya, sebab ia diberi mkan dan minum oleh Allah Ta’ala. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : FADHILAH PUASA KARENA ALLAH BAGI ORANG YANG KUAT DAN TIDAK MADHARAT


709. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda: Siapa yang puasa sehari karena Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : FADHILAH PUASA


707. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Ta’ala berfirman: Semua amal perbuatan anak Adam untuknya, kecuali puasa, maka itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, dan puasa itu sebagai perisai, maka pada hari puasa seorang tidak boleh berkata keji juga tidak boleh ribut, marah-marah, maka jika ada orang memakinya atau mengajak berkelahi maka hendaknya menjawab: Aku sedang puasa, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, bau mulut orang yang puasa lebih sedap (harum) di sisi Allah dari bau misik (kasturi). Bagi orang yang puasa dua kegembiraan, jika berbuka bergembira, dan jika bertemu dengan Tuhan dia akan bergembira karena puasanya. (Bukhari, Muslim).
708. Sahl r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu bernama Ar-Rayyan, yang masuk dari pintu itu pada hari kiamat hanya orang yang berpuasa, tidak boleh masuk dari pintu itu selain mereka, lalu dipanggil: Dimanakah orang-orang yang berpuasa, maka bangunlah mereka dan masuk ke pintu itu dan tidak boleh masuk dari situ selain mereka, jika sudah semuanya maka ditutup dan tidak boleh orang lain masuk. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 6 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : ORANG PUASA HARUS MENJAGA LIDAH


706. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Puasa itu bagaikan perisai (dinding), maka jangan berkata keji (rayuan) atau berlaku bodoh (menjerit-jerit) dan sebagainya. Dan jika ada orang yang mengajak berkelahi atau memaki hendaknya berkata: Aku puasa, aku puasa. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya bau mulut orang yang sedang puasa itu lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi (misik). Dia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku, puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi pahalanya, dan biasa tiap kebaikan sepuluh kali lipat gandanya. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : MENGQADHA PUASANYA ORANG YANG TELAH MATI


704. ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang mati sedang mempunyai hutang puasa, maka dapat dipuasakan (dibayar puasanya) oleh walinya. (Bukhari, Muslim).
705. Ibn Abbas r.a. berkata: Seorang datang bertanya kepada Nabi saw. Ya Rasulullah, ibuku mati sedang ia berhutang puasa sebulan, apakah boleh aku mengqadha untuknya? Jawab Nabi saw.: Ya. Hutang kepada Allah lebih patut dibayar (diqadha). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : QADHA PUASA RAMADHAN DI BULAN SYA’BAN


703. ‘Aisyah r.a. berkata: Biasa jika aku berhutang puasa Ramadhan maka tidak dapat meng-qadha-nya kecuali pada bulan Sya’ban. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB : MENERANGKAN MANSUKH NYA AYAT: WA ALAL LADZINA YUTHIQUNAHU FIDYATUN DENGAN AYAT: FAMAN SYAHIDA MINKUMUSY SYAHRA FALYASHUMHU


702. Salamah r.a. berkata: Ketika turun ayat: Wa alal ladzina yuthiqunahu fidyatun tha’amu miskin (Terhadap orang yang tidak kuat puasa harus membayar fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin), maka siapa yang tidak puasa langsung membayar fidyah sehingga turun ayat: Faman syahida minkumusy syahra fal yashumhu (Siapa yang menyaksikan bulan puasa harus puasa) maka hapuslah hukum bebas puasa atau tidak puasa itu, dan tetap bagi orang yang benar-benar tidak bertenaga. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : MAKRUH PUASA HARI JUMAT SEMATA


700. Muhammad bin Abbad bertanya kepada Jabir r.a.: Apakah Nabi saw. melarang puasa hari Jumat? Jawabnya: Ya. (Bukhari, Muslim).
701. Abu Hurairah r.a. berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda: Kalian jangan berpuasa hari Jumat, kecuali disambung dengan hari yang sebelumnya atau hari yang sesudahnya. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : LARANGAN BERPUASA PADA HARI RAYA IDUL FITRI ATAU IDUL ADHA


697. Umar bin Al-Khatthab r.a. berkata: Pada kedua hari ini, Nabi saw. telah melarang orang puasa, yaitu hari raya Idul Fitri sesudah Ramadhan dan hari raya Idul Adha sesudah wukuf di Arafah. (Bukhari, Muslim).
698. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Dan tidak boleh puasa pada kedua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Bukhari, Muslim).
699. Ziyad bin Jubair berkata: Seorang datang bertanya kepada Ibn umar r.a.: Seseorang nazar akan puasa hari Senin, tiba-tiba bertepatan hari raya? Jawab Ibn Umar r.a.: Allah menyuruh menepati janji nazar tetapi Nabi saw. melarang puasa pada hari raya. (Bukhari, Muslim).  Jadi yang harus dilaksanakan, tidak puasa pada hari raya itu, dan dilaksanakan di lain hari Senin.

KITAB PUASA ; BAB : SIAPA YANG TERLANJUR MAKAN DI HARI ASYURA, SUPAYA MENAHAN DIRI SEPANJANG HARI


695. Salamah bin Al-Akwa’ r.a. berkata: Pada hari Asyura Nabi saw. menyuruh orang berseru: Siapa yang telah makan hendaknya berpuasa (menahan sepanjang hari), dan yang belum makan maka jangan makan. (Bukhari, Muslim).
696. Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz r.a. berkata: Nabi saw. mengutus orang pada hari Asyura ke daerah Anshar memberitahukan: Siapa yang tidak puasa maka hendaknya berpuasa sisa harinya itu, dan siapa yang puasa tetap puasa. Rubayyi’ berkata: Maka kami selalu puasa sesudah mendapat anjuran itu, dan melatih anak-anak kami berpuasa sehingga kami hibur mereka dengan mainan dari kapuk (kapas), dan bila menangis minta makan maka kami hibur dengan mainan itu hingga waktu buka. (Bukhari, Muslim).

Hari Asyura (عاشوراء )


Hari Asyura ialah hari kesepuluh di bulan Muharam, dimana pada hari ini telah terjadi peristiwa yang sangat besar yakni ditenggelamkannya Fir’aun beserta kaumnya dan ditolongnya Nabi Musa ‘alaihissalam beserta kaumnya. Maka hari itu adalah hari dimenangkannya Al Haq dan dihancurkannya kebathilan, pada hari itu pula Nabi Musa ‘alaihissalam berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah.
Kisah penghancuran Fir’aun ini dimuat dalam surat As-Syu’ara sbb:
Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain (yaitu Fir’aun dan kaumnya). Dan Kami selamatkan Musa dan seluruh orang-orang yang besertanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu (Fir’aun dan bala tentaranya). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar namun kebanyakan mereka tidaklah beriman.” (Asy-Syu’ara`: 60-67)

KITAB PUASA ; BAB : PUASA HARI ASYURA


688. ‘Aisyah r.a. berkata: Bangs Quraisy biasa di zaman Jahiliah berpuasa pada hari Asyura, dan Nabi saw. menyuruh juga supaya puasa hari Asyura sehingga ada kewajiban bulan Ramadhan, lalu Nabi saw. bersabda: Siapa yang akan berpuasa maka puasalah dan yang tidak maka boleh berbuka (tidak puasa). (Bukhari, Muslim).
689. Ibn Umar r.a. berkata: Biasa hari Asyura itu dipuasai oleh orang Jahiliah, maka ketika telah turun kewajiban puasa Ramadhan, Nabi saw. bersabda: Siapa yang akan puasa boleh, atau tidak puasa. (Bukhari, Muslim).  Yakni yang tidak suka puasa maka boleh juga.
690. Abdullah bin Mas’ud r.a. ketika didatangi oleh Al-Asy’ats sedang makan, maka ditegur oleh Al-Asy’ats: Ini hari Asyura? Jawab Ibn Mas’ud: Dahulu memang diharuskan puasa sebelum turun kewajiban puasa Ramadhan, tetapi setelah turun kewajiban puasa Ramadhan, ditinggalkan, karena itu dekatlah kemari, mari makan. (Bukhari, Muslim).
691. Humaid bin Abdirrahman telah mendengar Muawiah r.a. berkhotbah di atas mimbar pada hari Asyura yaitu ketika selesai menunaikan haji berkata: Hai penduduk Madinah, dimanakah ulama-ulamamu? Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Hari ini, hari Asyura tidak diwajibkan atas kamu untuk puasa, tetapi aku puasa, maka siapa suka boleh puasa, jika tidak maka boleh berbuka. (Bukhari, Muslim).
692. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika Nabi saw. telah hijrah ke Madinah melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura, maka beliau bertanya: Apakah hari ini? Jawab mereka: Ini hari baik, pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Nabi Musa a.s. berpuasa. Nabi saw. bersabda: Kami lebih layak mengikuti Musa a.s. lebih dari kalian, lalu Nabi saw. puasa dan menganjurkan sahabat supaya puasa. (Bukhari, Muslim).
693. Abu Musa r.a. berkata: Hari Asyura biasanya dijadikan hari raya kaum Yahudi, maka Nabi saw. menyuruh sahabatnya supaya berpuasa. (Bukhari, Muslim).
694. Ibn Abbas r.a. berkata: Aku tidak melihat Nabi saw. mengutamakan puasa pada suatu hari yang dilebihkan dari lainnya kecuali hari ini hari Asyura, dan bulan Ramadhan. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : SUNAH TIDAK PUASA ARAFAH BAGI ORANG YANG IKUT WUKUF DI ARAFAH


686. Ummu Fadhl binti Al-Harits r.a. berkata: Ada beberapa orang berselisih mengenai Nabi saw. apakah puasa di hari Arafah atau tidak. Ada yang berkata: Nabi saw. puasa. Ada yang berkata: Tidak puasa. Maka Ummu Fadhl mengirim kepada Nabi saw. segelas susu di waktu Nabi saw. wukuf di atas untanya di Arafah, maka langsung diminum oleh Nabi saw. (Bukhari, Muslim).
687. Maimunah r.a. berkata: Orang-orang ragu tentang puasanya Nabi saw. di hari Arafah, maka ia langsung mengirim susu di waktu Nabi saw. sedang wukuf di Arafah, lalu diminum oleh Nabi saw. sedang semua orang melihat. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : BOLEH PILIH BERPUASA ATAU TIDAK DALAM BEPERGIAN


684. ‘Aisya r.a. berkata: Hamzah bin Amr Al-Aslami r.a. bertanya kepada Nabi saw.: Apakah boleh aku puasa dalam bepergian? Sebab ia sering puasa. Jawab Nabi saw.: Jika engkau suka (ringan) puasalah, jika tidak maka berbukalah (tidak puasa). (Bukhari, Muslim).
685. Abud Darda’ r.a. berkata: Ketika keluar dalam bepergian bersama Nabi saw. di musim kemarau sehingga orang-orang terpaksa meletakkan tangan di atas kepalanya karena sangat panas, dan ketika itu tidak ada orang yang puasa kecuali Nabi saw. dan Abdullah bin Rawahah. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : ORANG YANG TIDAK PUASA MEMBORONG PAHALA JIKA MEREKA MELAYANI DAN MELAKSANAKAN SEMUA KEPENTINGAN ORANG-ORANG MUSAFIR


683. Anas r.a. berkata: Ketika kami dalam bepergian bersama Nabi saw. orang-orang yang dapat bernaung hanya bernaung dengan selimutnya, adapun orang-orang yang puasa maka tidak dapat berbuat apa-apa, adapun orang-orang yang tidak puasa maka mereka yang mengerjakan semua keperluan bersama, maka Nabi saw. bersabda: Hari ini orang yang tidak puasa telah memborong semua pahala. (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Maka bertepatan kami turun di tempat yang sangat panas, sehingga tidak ada naungan, dan orang yang banyak naungannya hanya dengan selimutnya sendiri, maka orang yang tidak puasa yang memasang kemah dan mengambil air dan segala keperluan bersama.

KITAB PUASA ; BAB : BOLEH PUASA ATAU TIDAK PUASA BAGI ORANG MUSAFIR YANG TIDAK UNTUK MAKSIAT


680. Ibu Abbas r.a. berkata: Rasulullah saw. keluar ke Makkah di bulan Ramadhan, maka beliau berpuasa sehingga sampai di Kadid maka beliau tidak puasa, dan sahabat juga ikut berbuka (tidak puasa). (Bukhari, Muslim).
Kadid suatu tempat tujuh marhalah dari Madinah dan dua marhalah dari Makkah (kira-kira tiga ratus km dari Madinah).
681. Jabir bin Abdillah r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw. sedang bepergian dengan sahabatnya tiba-tiba melihat ada orng-orang berdesakan dan ada orang yang dipayungi, maka Nabi saw. bertanya: Apakah itu? Jawab sahabat: Itu orang puasa. Maka sabda Nabi saw.: Tidak termasuk taat (amal yang baik) puasa dalam bepergian. (Bukhari, Muslim).
682. Anas bin Malik r.a. berkata: Kami bepergian bersama Nabi saw. maka yang puasa tidak mencela yang tidak puasa, demikian pula yang tidak puasa tidk mencela yang puasa. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: SANGAT HARAM JIMAK (BERSETUBUH) PADA SIANG HARI RAMADHAN DAN WAJIB MENEBUS DOSANYA DENGAN KAFARAT YANG BESAR TERHADAP ORANG KAYA, TETAPI GUGUR KAFARAT ITU TERHADAP ORANG MISKIN


678. Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. dan berkata:  Orang yang di belakang ini telah bersetubuh dengan istrinya di siang hari Ramadhan. Nabi saw. bertanya: Dapatkah engkau memerdekakan budak? Jawabnya: Tidak. Ditanya: Dapatkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? Jawabnya: Tidak. Ditanya: Dapatkah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Jawabnya: Tidak. Tiba-tiba datang orang membawa karung berisi kurma, maka Nabi saw. bersabda kepada orang itu: Bershadaqahlah dengan ini untuk dirimu. Orang itu bertanya: Apakah kepada orang yang lebih miskin dari kami. Padahal sekitarku tidak ada keluarga yang lebih fakir dari kami. Sabda Nabi: Makanlah dengan keluargamu. (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Orang itu berkata: Binasalah aku ya Rasulullah. Nabi saw. bertanya: Apakah yang membinasakan dirimu? Jawabnya: Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari Ramadhan. Lalu Nabi saw. menanyakan: Apakah engkau dapat memerdekakan budak? Jawabnya: Tidak. Dapatkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? Jawabnya: Tidak. Dapatkah memberi makan enam puluh orang miskin? Jawabnya: Tidak. Kemudian ia tetap duduk, lalu ada orang datang membawa sekarung kurma. Nabi saw. bersabda kepadanya: Ini shadaqahkan. Jawabnya: Kepada orang yang lebih fakir dari kami, sebab di daerah kami tidak ada keluarga yang lebih fakir dari kami, maka tertawalah Nabi saw. sehingga terlihat gigi serinya dan bersabda: Bawalah ini dan berikan makan kepada keluargamu. (Bukhari, Muslim).
679. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. di masjid lalu berkata: Aku terbakar, aku terbakar. Ditanya oleh Nabi saw.: Mengapakah? Jawabnya: Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari Ramadhan. Maka sabda Nabi saw.: Bershadaqahlah! Jawabnya: Aku tidak punya apa-apa. Lalu ia duduk, tiba-tiba datang seorang menuntun himar membawa makanan kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. bertanya: Manakah orang yang terbakar itu? Jawabnya: Inilah aku. Nabi bersabda: Bawalah ini dan shadaqahkan! Ia tanya: Kepada orang yang lebih fakir dari padaku, padahal keluargaku tidak ada makanan. Maka sabda Nabi saw.: Makanlah kamu. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 6 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB: SAHNYA PUASA ORANG YANG JUNUB (BERJANABAT)


677. ‘Aisyah dan Ummu Salamah r.a. keduanya berkata: Bahwa ada kalanya Nabi saw. sampai terbit fajar masih junub karena bersetubuh dengan istrinya pada waktu malam, kemudian langsung mandi dan puasa. (Bukhari, Muslim).
Marwan berkata kepada Abdurrahman bin Al-Harits: Aku sumpahi engkau harus menyampaikan hadis ini kepada Abu Hurairah. Karena Marwan pada waktu itu sebagai walikota Madinah. Abu Bakar berkata: Abdurrahman tidak suka menyampaikan berita itu kepada Abu Hurairah, kemudian ditakdirkan bertemu di Dzul Hulaifah, karena Abu Hurairah memiliki tanah di sana, lalu Abdurrahman berkata kepada Abu Hurairah: Aku akan menyebutkan kepadamu suatu hal, andaikan Marwan tidak menyumpah aku niscaya tidak akan aku sebutkan kepadamu, lalu Abdurrahman memberitahukan kepadanya hadis ‘Aisyah dan Ummu Salamah r.a. Maka dijawab oleh Abu Hurairah: Begitulah yang diberitakan kepadaku oleh Al-Fadhl bin Abbas r.a. dan dia lebih mengetahui.

KITAB PUASA ; BAB: SAHNYA PUASA ORANG YANG JUNUB (BERJANABAT)



KITAB PUASA ; BAB: MENCIUM ISTRI KETIKA PUASA TIDAK HARAM ATAS ORANG YANG TIDAK BANGKIT SYAHWATNYA KETIKA MENCIUM


675. ‘Aisyah r.a. berkata: Ada kalanya Nabi saw. mencium istrinya sedang beliau berpuasa. Kemudian ‘Aisyah tertawa. (Bukhari, Muslim).  Seakan-akan mengakui bahwa yang dicium itu dirinya sendiri.
676. ‘Aisyah r.a. berkata: Ada kalanya Nabi saw. mencium dan bersuka-suka dengan istrinya sedang beliau berpuasa, dan beliau sangat kuat menahan syahwat hawa nafsunya. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: LARANGAN PUASA BERSAMBUNG SIANG MALAM


670. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. melarang puasa bersambung siang malam. Sahabat bertanya: Engkau menyambung, ya Rasulullah. Jawab Nabi saw.: Aku tidak seperti kalian, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. (Bukhari, Muslim).
671. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. melarang puasa bersambung siang malam. Maka ada orang muslim bertanya: Engkau menyambung ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Siapakah diantara kamu yang seperti aku, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku. Dan ketika orang-orang masih juga menyambung, maka Nabi saw. menunjukkan menyambung puasa sehari, lalu disambung dua hari, kemudian orang-orang telah melihat hilal, maka Nabi saw. bersabda: Andaikan terlambat terbitnya hilal tentu aku tambah lagi, seolah-olah untuk memperingatkan orang-orang yang tidak mau dilarang itu. (Bukhari, Muslim).
672. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda : Awaslah kamu dari puasa bersambung, disabdakan dua kali. Lalu ditegur: Engkau juga menyambung ya Rasulullah. Jawab Nabi saw.: Aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku, maka kerjakan olehmu amal menurut tenagamu. (Bukhari, Muslim).
Sekadar menurut kekuatan tenagamu, supaya dapat beramal terus menerus, dan jangan beramal yang sangat memberatkan sehingga tidak dapat terus menerus dan terpaksa menghentikan amal kebaikan karena tenaga tidak mengizinkan atau sakit.
673. Anas r.a. berkata: Nabi saw. menyambung puasa pada akhir bulan Ramadhan, lalu ada orang-orang yang juga menyambung puasanya, maka ketika Nabi saw. mendengar berita itu bersabda: Andaikan masih lanjut bulannya niscaya aku akan terus menyambung, untuk menghentikan orang-orang yang memaksa-maksa diri dalam agama, sungguh aku tidak seperti kalian, aku selalu diberi makan dan minum oleh Tuhanku. (Bukhari, Muslim).
674. ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw. melarang orang-orang menyambung puasa siang malam itu karena rahmat sayang kepada mereka, dan ketika ditegur: Engkau menyambung ya Rasulullah. Jawab Nabi saw.: Aku tidak seperti kalian, aku diberi makan dan minum oleh Tuhanku.

KITAB PUASA ; BAB: HABISNYA WAKTU PUASA


668. Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika malam tiba dari sini (timur) dan keluar siang dari sini (barat), dan terbenam matahari maka berbuka orang yang puasa. (Bukhari, Muslim)
669. Ibn Abi Aufa r.a. berkata: Ketika kami bersama Nabi saw. dalam bepergian, tiba-tiba Nabi saw. menyuruh orang: Turunlah buatkan makanan untukku. Jawabnya: Ya Rasulullah, masih ada matahari. Lalu Nabi saw. bersabda: turunlah buatkan makanan untukku. Jawabnya: Ya Rasulullah, masih ada matahari (udara masih terang), tetapi Nabi saw. menyuruhnya yang ketiga kali : Turunlah buatkan makanan untukku. Maka turunlah orang itu membuatkan makanan, lalu Nabi saw. minum, kemudian sambil menunjuk dengan jarinya bersabda: Jika kamu telah melihat malam tiba dari arah ini, maka masa berbuka telah tiba bagi orang yang puasa. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB : FADHILAH SAHUR (MENGAKHIRKAN SAHUR) DAN MENYEGERAKAN BUKA PUASA


665. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Bersahurlah kalian karena makan sahur itu mengandung berkah (barakah). (Bukhari, Muslim).
666. Anas r.a. berkata: Zaid bin Tsabit memberi tahu bahwa ia telah bersahur bersama Nabi saw. kemudian langsung keluar untuk shalat Subuh. Anas bertanya: Berapa lama antara sahur dengan shalat? Jawab Zaid: Sekadar orang membaca lima puluh atau enam puluh ayat. (Bukhari, Muslim). Sekitar 15 atau 20 menit.
667. Sahl bin Saad r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Manusia selalu dalam keadaan baik selama mereka segera berbuka (yakni jika telah nyata terbenam matahari). (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: PERMULAAN WAKTU PUASA KETIKA TERBIT FAJAR JUGA MASUKNYA WAKTU SUBUH


660. Adi bin Hatim r.a. berkata: Ketika turun ayat : Hatta yatabayyana lakumul khaithul abyadhu minal khaitil aswadi. (sehingga kamu dapat membedakan antara benang putih dan benang hitam), maka aku ambil benang hitam dan benang putih dan aku letakkan keduanya di bawah bantalku dan tiap bangun aku lihat, maka tetap aku tidak dapat membedakan, hingga pagi hari aku pergi kepada Nabi saw. dan aku beritakan kepadanya, tiba-tiba Nabi saw. bersabda: itu adalah hitam (gelap) malam dan putih (terangnya) siang. (Bukhari, Muslim).
661. Sahl bin Saad r.a. berkata: Ketika turun ayat Kulu wasyrabu hatta yatabayyana lakumul khaitul abyadhu minal khaithil aswadi, dan belum turun kalimat lanjutannya: Minal fajri, maka orang-orang jika akan puasa mengikatkan di kakinya tali putih dan hitam, kemudian ia tetap makan  minum sehingga dapat membedakan warna kedua tali itu, lalu Allah menurunkan minal fajri, maka dengan turunnya itu mereka mengerti bahwa yang  dimaksud benang putih dan benang hitam itu adalah siang dan malam. (Bukhari, Muslim)
662. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya bilal itu azan agak malam, karena itu kamu boleh makan, minum sehingga Ibn Ummu Maktum azan. (Bukhari, Muslim).
663. ‘Aisyah r.a. berkata: Sesungguhnya bilal azan agak malam, maka Nabi saw. bersabda: Kalian boleh makan, minum sehingga azannya Ibn Ummi Maktum, sebab ia tidak azan kecuali sesudah terbit fajar. (Bukhari, Muslim).
664. Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jangan ada orang yang tertahan untuk makan sahur karena mendengar azan Bilal, sebab ia azan agak malam untuk memulangkan orang yang belum pulang atau membangunkan orang yang masih tidur, dan bukan karena terbit fajar atau tiba waktu Subuh, Rasulullah berkata sambil menunjuk ke atas kemudian ke bawah, sehingga terbit fajar (begini). (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: DUA BULAN YANG TIDAK BERKURANG


659. Abu Bakar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Dua bulan yang tidak berkurang, yaitu dua hari raya,  bulan Ramadhan dan Dzul Hijjah. (Bukhari, Muslim).
Yakni nilai keduanya tidak berkurang dalam arti kebesaran karunia Allah yang diturunkan pada keduanya.

KITAB PUASA ; BAB: ADA KALANYA BULAN ITU DUA PULUH SEMBILAN HARI


658. Ummu Salamah r.a. berkata: Nabi saw. ketika bersumpah tidak akan masuk kepada istrinya selama sebulan, kemudian ketika telah berjalan dua puluh sembilan hari, maka Nabi saw. masuk di waktu pagi atau sore pada mereka, dan ketika ditanya: Ya Nabiyullah, engkau bersumpah tidak masuk selama sebulan? Jawab Nabi saw.: Sesungguhnya ada kalanya bulan itu dua puluh sembilan hari. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: JANGAN MENDAHULUI RAMADHAN DENGAN PUASA SEHARI ATAU DUA HARI


657. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jangan ada seorang mendahului puasa Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi seorang yang biasa puasa hari itu, maka ia boleh puasa hari itu. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

KITAB PUASA ; BAB: WAJIB PUASA RAMADHAN KARENA TERLIHAT HILAL JIKA TIDAK MAKA DICUKUPKAN BILANGAN TIGA PULUH HARI


653. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah ketika menyebut Ramadhan bersabda: Jangan puasa sehingga kalian melihat hilal (bulan sabit) dan jangan berhari raya sehingga melihat hilal, maka jika tertutup oleh awan maka perkirakanlah. (Bukhari, Muslim).
654. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Bulan itu begini, begini dan begini (sambil menunjukkan jari-jarinya sepuluh, sepuluh dan sembilan), kemudian bersabda: Dan begini, begini dan begini (sepuluh, sepuluh dan sepuluh), yakni adakalanya duapuluh sembilan dan adakalanya tigapuluh hari. (Bukhari, Muslim).
655. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Kami umat yang ummi tidak dapat menulis dan menghitung (menghisab), bulan itu begini dan begini, yakni adakalanya dua puluh sembilan dan ada kalanya tiga puluh. (Bukhari, Muslim).
656. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berhari rayalah kalian karena melihat hilal, maka jika tersembunyi daripadamu maka cukupkan bilangan Sya’ban tiga puluh hari. (Bukhari, Muslim).

KITAB PUASA ; BAB: FADHILAH BULAN RAMADHAN


652. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jika tiba bulan Ramadhan terbuka semua pintu langit dan ditutup pintu-pintu Jahanam dan dirantai setan. (Bukhari, Muslim)
Ditulis dalam PUASA. 1 Komentar »

Posting Hadits mengenai Puasa


Alhamdulillah, beberapa hari lagi Ramadhan yang suci akan mengunjungi kita.
Dalam rangka itu, InsyaAllah akan saya posting terlebih dahulu hadits-hadits mengenai puasa ini, yang terangkum dalam KITAB PUASA.
Semoga kita semua disampaikan oleh Allah kepada Bulan nan Agung itu, dan dikeluarkan dalam keadaan Fitri.
Amiin.

BAB: AMAL YANG UTAMA DALAM ISLAM


24. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Seorang bertanya kepada Nabi saw.: Apakah yang baik dalam Islam? Jawab Nabi saw.: Memberi makan, dan memberi salam pada orang yang engkau kenal atau tidak kenal. (Bukhari, Muslim).
25. Abu Musa r.a. berkata: Sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah yang utama dalam Islam? Jawab Nabi saw.: Orang yang dapat selamat semua orang Islam (muslim) dari gangguan lidah dan tangannya. (Bukhari, Muslim).

BAB: CABANG-CABANG IMAN


21. Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Iman itu enam puluh lebih cabangnya, dan sifat malu itu satu cabang dari iman. (Bukhari, Muslim).
Muslim meriwayatkan: Tujuh puluh lima cabang, yang utama ialah kalimat La ilaha illallah, dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan di jalanan, dan malu itu satu cabang dari iman.
22. Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. melihat seorang yang menasihati saudaranya karena malu, maka Nabi saw. bersabda: Biarkanlah ia, karena sesungguhnya malu itu adalah bagian daripada iman. (Bukhari, Muslim).
23. Imran bin Hushain r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Malu  itu tiada mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan. (Bukhari, Muslim).

Mencoba upload text arab


Hari ini, atas masukan dari pengunjung blog ini,  saya mencoba untuk memasukkan text Arabic dari Hadits yang ada.
Karena saya belum memiliki scanner, dengan kamera yang saya miliki saya coba capture text arab yang ada di buku, untuk kemudian diretouch, jadi mohon maaf jika hasilnya tidak sebaik bila menggunakan scanner.
Semoga dengan cara tersebut, hadits-hadits yang ada di blog ini juga dilengkapi dengan text arab-nya.

BAB : SIAPA YANG MENGHADAP ALLAH DENGAN IMAN YANG TIDAK RAGU PASTI MASUK SURGA


17. Ubadah bin Ash-Shamit r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Siapa yang membaca: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu wa anna Muhammadan abduhu warasuluhu, wa anna Isa abdullahi warasuluhu (wabnu amatihi) wakalimatuhu alqaaha ila Maryam waruhun minhu, waljannatu haq wannaru haq. (Aku percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa dan tidak bersekutu, dan bahwa Nabi Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya, dan bahwa Isa juga hamba Allah dan utusan-Nya (putra dari hamba-Nya), dan kalimat Allah yang telah diturunkan kepada Maryam, juga Isa sebagai ruh yang diciptakan Allah, dan surga itu haqq (benar), juga neraka haqq (benar),  pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga meskipun bagaimana amalnya). (Yakni jika dibaca dengan penuh iman keyakinan). (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Allah akan memasukkannya ke dalam surga dari pintu mana yang ia suka, dari pintu-pintu surga yang delapan itu.
18. Muadz bin Jabal r.a. berkata: Ketika aku sedang mengikuti di belakang kendaraan Nabi saw. tiada renggang antaraku dengan Nabi saw. kecuali belakang kendaraan itu, tiba-tiba Nabi saw. memanggil: Ya Muadz. Jawabku: Labbaika Rasulullah wa sa’daika. Kemudian terus berjalan sejenak, lalu memanggil: Ya Muadz! Jawabku: Labbaika Rasulullah wa sa’daika. Kemudian terus berjalan lalu memanggil: Ya Muadz! Jawabku: Labbaika Rasulullah wa sa’daika. Lalu bersabda: Tahukah engkau apakah hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya?  Jawab Muadz: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya, adalah supaya mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun. Kemudian meneruskan perjalanan, lalu bertanya: Ya Muadz bin Jabal. Jawabku: Labbaika Rasulullah wa sa’daika. Lalu ditanya: Tahukah engkau apakah hak hamba jika mereka telah melaksanakan kewajiban itu? Jawab Muadz: Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw. Hak hamba atas Allah bahwa Allah tidak akan menyiksa mereka. (Bukhari, Muslim).
19.

19. Muadz bin Jabal r.a. berkata: Ketika aku di belakang Rasulullah saw. di atas himar yang bernama Ufair, tiba-tiba Nabi saw. bertanya: Ya Muadz tahukah engkau apakah hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya, dan apakah hak hamba atas Allah? Jawab Muadz: Allahu warasuluhu a’lamu (Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui). Maka sabda Nabi saw.: Hak Allah yang diwajibkan atas hamba-Nya adalah supaya mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. Dan hak hamba atas Allah, adalah tidak akan menyiksa siapa yang tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun. Lalu Muadz bertanya: Ya Rasulullah bolehkah aku sampaikan kabar gembira ini pada semua orang supaya mereka gembira? Jawab Nabi saw.: Jangan diberitakan dahulu supaya tidak sembrono (niscaya akan teledor/sembrono). (Bukhari, Muslim).

BAB : PERTAMA-TAMA DALAM IMAN MENGUCAP KALIMAT: LAA ILAHA ILLALLAH


16. Al-Musayyab bin Hazn r.a. berkata: Ketika Abu Thalib akan mati datanglah Nabi saw. ke rumahnya, dan mendapatkan di sana ada Abu Jahl bin Hisyam, Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah, maka Nabi saw. berkata kepada Abu Thalib: Wahai pamanku, katakanlah: Laa ilaha illallah, suatu kalimat yang mana aku akan menjadi saksi untukmu di sisi Allah. Lalu Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata: Hai Abu Thalib, apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Mutthalib? Kemudian Nabi saw. menawarkan kembali  kepada Abu Thalib dan kedua orang itu juga menyanggah kembali, sehingga akhirnya Abu Thalib berkata: Bahwa dia tetap pada agama Abdul Mutthalib, dan menolak kalimat Laa ilaha illallah. Lalu Nabi saw. bersabda: Demi Allah aku akan tetap membacakan istigfar untukmu selama aku tidak dilarang untuk itu. Maka kemudian Allah menurunkan ayat 113 surat At-Taubah:
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik meskipun mereka kerabat yang dekat, sesudah nyata bahwa mereka orang-orang ahli neraka jahim.” (At-Taubah 113). (Bukhari, Muslim).

BAB : PERINTAH PERANG TERHADAP ORANG KAFIR HINGGA MEREKA MENGAKUI BAHWA TIADA TUHAN KECUALI ALLAH DAN NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH


13. Abu Hurairah r.a. berkata: Ketika Nabi saw. wafat, dan Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. diangkat sebagai khalifah, dan terjadilah orang-orang yang murtad (yakni telah menolak sebagian dari kewajiban-kewajiban dalam Islam), maka Umar r.a. berkata kepada Abu Bakar r.a.: Bagaimana, atau dengan alasan apakah engkau akan memerangi orang-orang itu, padahal Nabi saw. telah bersabda: Aku diperintah memerangi orang-orang itu sehingga mereka mengakui La ilaha ilallah, maka siapa telah mengakuinya (mengucapkannya) berarti terpelihara daripadaku harta dan jiwanya, kecuali menurut hak Islam, dan perhitungan mereka terserah kepada Allah. Jawab Abu Bakar r.a.: Demi Allah aku akan memerangi orang yang membedakan antara kewajiban shalat dengan kewajiban zakat, sebab zakat itu kewajiban harta kekayaan, demi Allah jika mereka menolak kewajiban zakat meskipun sebesar anak kambing, yang biasa mereka serahkan kepada Nabi saw. pasti akan aku perangi mereka karena menolak zakat itu. Kemudian Umar r.a. berkata: Demi Allah, benar-benar Allah telah membuka hati Abu Bakar r.a. sehingga aku sadar bahwa itulah yang benar. (Bukhari, Muslim).
14. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Aku diperintah memerangi orang-orang sehingga mereka mengakui La ilaha ilallah, maka siapa yang telah mengucap La ilaha ilallah, maka telah terpelihara daripadaku jiwa dan hartanya kecuali menurut kewajibannya dalam Islam, dan perhitungan (yakni bila ia tidak jujur), terserah kepada Allah ta’ala. (Bukhari, Muslim).
15. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: aku diperintah memerangi orang-orang sehingga mereka mengucapkan kalimat syahadat bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, maka bila mereka telah mengerjakan semua itu berarti telah terpelihara daripadaku darah dan harta mereka kecuali dengan hak kewajiban dalam Islam, dan perhitungan mereka terserah kepada Allah. (Bukhari, Muslim).

BAB : WAJIB BERIMAN KEPADA ALLAH DAN RASULULLAH SERTA MENJALANKAN SEMUA SYARIAT AGAMA


10. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika utusan dari Abdul-Qais datang kepada Nabi saw. ditanya: Utusan siapakah kalian?  Jawab mereka: Rabi’ah. Maka disambut oleh Nabi saw.: Selamat datang rombongan utusan yang tidak kecewa dan tidak menyesal.  Lalu mereka bertanya: Ya Rasulullah, kami tidak dapat datang kepadamu kecuali dalam bulan haram (Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharam), sebab diantara kami dengan kamu ada suku kafir dari Mudhar (yakni yang selalu merampok di jalanan), karena itu ajarkan pada kami ajaran yang jelas terperinci untuk kami beritakan pada orang-orang yang di belakang kami, dan dapat memasukkan kami ke surga, mereka juga menanyakan tentang minuman.
Maka Nabi saw. menyuruh mereka empat perkara dan mencegah dari empat perkara: Menyuruh beriman kepada Allah saja. Lalu ditanya: Apakah kalian mengerti apakah iman kepada Allah saja itu?  Jawab mereka: Allah dan Rasulullah yang lebih mengetahui. Maka sabda Nabi saw.: Percaya bahwa tiada Tuhan kecuali Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa bulan Ramadhan, dan memberikan seperlima dari hasil ghanimah, dan melarang mereka membuat minuman dalam gentong, atau dibuat dalam labu, atau melubangi batang pohon, atau bejana yang dicat dengan tir.  Kemudian Nabi saw. bersabda: Ingatlah semua itu dan sampaikan pada orang-orang yang dibelakanmu. (Bukhari, Muslim)
Dalam riwayat Muslim, ada tambahan: Bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al-Asyaj: Sesungguhnya engkau memiliki dua sifat yang disukai oleh Allah, yaitu kesabaran dan ketenangan.
Riwayatnya ketika utusan itu telah sampai ke kota Madinah maka semua rombongan segera pergi kepada Rasulullah saw. kecuali Al-Asyaj, yang tenang-tenang berganti pakaian dan memperbaiki dirinya, baru ia menghadap kepada Rasulullah saw. Dan ketika Rasulullah saw. bertanya pada rombongan: Apakah kamu mewakili kaummu?  Jawab mereka: Ya.  Tetapi Al-Asyaj berkata: Ya Rasulullah, kami akan berbaiat mengenai diri kami, kemudian bila kembali kami akan menyampaikan ajaran-ajaranmu kepada kaum kami, maka siapa yang menurut, termasuk pada golongan kami, dan yang tidak maka terserah. Maka Nabi saw. memuji Al-Asyaj; Sungguh engkau memiliki dua sifat yang disukai oleh Allah yaitu ketenangan dan kesabaran.
11. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw. mengutus Muadz bin Jabal r.a. ke Yaman, beliau berpesan: Engkau akan menghadapi orang-orang ahli kitab, karena itu pertama yang harus engkau ajarkan kepada mereka adalah tauhid dalam beribadah kepada Allah, maka bila mereka telah mengerti benar, bari tahukanlah pada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu tiap sehari semalam, dan bila mereka telah mengerjakan itu, beritakan pada mereka bahwa Allah mewajibkan mereka mengeluarkan zakat harta untuk diberikan kepada fakir miskin mereka, maka bila mereka taat pada itu, maka engkau terima dari mereka, dan berhati-hati jangan mengambil milik kesayangan mereka. (Bukhari, Muslim)
12. Ibn Abbas r.a. berkata: Ketika Nabi saw. mengutus Mu’adz r.a. ke Yaman beliau berpesan kepadanya: Berhati-hatilah terhadap doanya orang yang teraniaya, sebab antara dia dengan Allah tidak ada hijab (penghalang). (Bukhari, Muslim)

BAB : RUKUN ISLAM LIMA


9. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Islam didirikan di atas lima perkara :
  1. Percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah.
  2. Mendirikan Shalat
  3. Mengeluarkan zakat
  4. Haji ke Baitullah jika kuat perjalanannya
  5. Puasa bulan Ramadhan.
Ditulis dalam HADITS. 1 Komentar »

BAB : IMAN YANG DAPAT MEMASUKKAN KE SURGA


7. Abu Ayyub Al-Anshari r.a. berkata:  Seorang Badui menghadang Nabi saw. di tengan jalan, lalu memegang kendali unta kendaraan Nabi saw. dan bertanya: Ya Rasulullah, beritakan kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga. Maka sahabat bertanya-tanya: Mengapa, mengapa orang itu? Jawab Nabi saw.: Ada kepentingannya. Lalu Nabi saw. menjawab: Hendaknya engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, dan menunaikan (mengeluarkan) zakat dan menghubungi famili (kerabat). Kemudian Nabi saw. berkata padanya: Lepaskan kendali unta itu. (Bukhari, Muslim)
8. Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang Badui datang bertanya kepada Nabi saw.: Tunjukkan kepadaku amal bila aku kerjakan aku dapat masuk surga! Jawab Nabi saw.: Hendaknya engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat yang fardlu (wajib), menunaikan zakat yang fardlu, dan puasa bulan Ramadhan. Lalu Badui itu berkata: Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, aku tidak akan melebihi dari itu. Maka ketika ia telah pergi, Nabi saw. bersabda kepada sahabatnya: Siapa yang ingin melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang itu. (Bukhari, Muslim)

Bismillahirrahmanirrahim


Mohon maaf bagi akhi & ukhti pengunjung blog ini jika saya sudah mengecewakan kalian semua.
Ternyata memang susah untuk tetap konsisten dalam kebaikan.
Sekian lama saya absen dari Blog ini.
InsyaAllah, dengan izinNya, mulai malam ini dan selanjutnya, akan saya teruskan Blog ini sehingga menjadi lengkap satu buku.
Saran & comment dari akhi & ukhti sekalian akan saya perhatikan.
terutama penyajian hadist dalam tulisan arabnya,  saya akan coba cari cara untuk bisa memuatnya berdampingan dengan artinya.

BAB : SHALAT LIMA WAKTU SALAH SATU RUKUN ISLAM


6. Thalhah bin Ubaidillah r.a. berkata : Seorang dari Najed datang kepada Nabi saw. sedang ia terurai rambutnya, lalu ia mendekat kepada Nabi saw., dengung suaranya dapat didengar tetapi tidak dapat ditangkap (dimengerti) apa yang dikatakannya tiba-tiba ia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah saw. bersabda : Lima kali shalat dalam sehari semalam. Ia bertanya : Apakah ada kewajiban bagiku selain itu ? Jawab Nabi saw. : Tidak, kecuali jika anda akan shalat sunah. Lalu Nabi saw. bersabda : Dan puasa pada bulan Ramadhan. Orang itu bertanya : Apakah ada lagi puasa yang wajib atasku selain itu ? Jawab Nabi saw. : Tidak, kecuali jika anda puasa sunah. Lalu Nabi saw. menerangkan kewajiban zakat. Maka ia bertanya : Apakah ada kewajiban selain itu ? Jawab Nabi saw. Tidak, kecuali jika anda bershadaqah sunah. Maka pergilah orang itu, sambil berkata : Demi Allah aku tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu. Maka Rasulullah saw. bersabda : Sungguh bahagia ia jika benar-benar (yakni dalam ucapannya tidak akan mengurangi atau melebihi itu). (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS. 2 Komentar »

BAB : IMAN


5. Abu Hurairah ra. berkata : Pada suatu hari ketika Nabi saw. duduk bersama sahabat, tiba-tiba datang seorang bertanya : Apakah iman ? Jawab Nabi saw. : Iman ialah percaya pada Allah, dan Malaikat-Nya, perjumpaan dengan Allah, Nabi utusan-Nya dan percaya pada hari bangkit dari kubur. Lalu ditanya : Apakah Islam ? Jawab Nabi saw.: Islam ialah menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, dan puasa di bulan Ramadhan. Lalu bertanya : Apakah Ihsan? Jawab Nabi saw.: Ihsan ialah menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya, maka jika engkau tidak melihatNya, ketahuilah bahwa Allah melihatmu. Lalu dia bertanya : Bilakah hari kiamat ? Jawab Nabi saw.: Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui dari orang yang bertanya, tetapi aku memberitakan padamu beberapa syarat (tanda-tanda) akan tibanya hari kiamat, yaitu jika budak sahaya telah melahirkan majikannya, dan jika penggembala unta dan ternak lainnya telah berlomba membangun gedung-gedung. Persoalan ini termasuk dalam lima macam perkara yang tidak dapat mengetahuinya kecuali Allah, yang tersebut dalam ayat :
“Sesungguhnya hanya Allah yang mengetahui, bilakah hari kiamat, dan Dia pula yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang di dalam rahim ibu, dan tiada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, dan tidak seorangpun yang mengetahui dimanakah ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui sedalam-dalamnya.”
Kemudian pergilah orang itu. Lalu Nabi saw. menyuruh sahabat : Kembalikanlah orang itu! Tetapi sahabat tidak melihat bekas orang itu. Maka Nabi saw. bersabda : Itu Malaikat Jibril datang untuk mengajarkan agama kepada manusia. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam IMAN. 3 Komentar »

BAB : BERAT DOSA ORANG YANG BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH SAW.


1. Ali r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Kalian jangan berdusta atas namaku, maka sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku pasti masuk neraka. (Bukhari, Muslim).
2. Anas r.a. berkata : Sesungguhnya yang menahan diriku memperbanyak riwayat hadist kepadamu adalah karena Nabi saw. bersabda : Siapa yang berdusta atas namaku, maka ia menyiapkan tempatnya dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
3. Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Siapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah menyiapkan tempatnya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim).
4. Al-Mughirah ra. berkata : Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya berdusta kepada siapapun, tidak sama dengan berdusta atas namaku, siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka. (Bukhari, Muslim).
Ditulis dalam HADITS. Kaitkata: . 2 Komentar »

BAB : NIAT


Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan yang dianggap bagi tiap manusia apa yang ia niatkan. Maka yang hijrahnya tulus ikhlas menurut kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu diterima oleh Allah dan Rasulullah. Dan siapa yang niat hijrahnya untuk dunia (kekayaan) yang akan didapat (dikejar), atau wanita yang akan dikawin, maka hijrah itu terhenti pada niat hijrah yang ia tuju. (Bukhari, Muslim)
Ditulis dalam HADITS. 5 Komentar »

Bismillahirrahmanirrahim

Puja dan puji hanya untuk ALLAH semata, pencipta manusia dan alam semesta.
Shalawat dan salam bagi Rasul akhir zaman, NabiAllah Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Dengan kata Bismillahirrahmanirrahim,
InsyaAllah, saya akan mencoba memuat Kumpulan Hadist Bukhori Muslim dalam Blog ini.
Hadist ini  disalin dari buku : Al-Lu’lu’ wal Marjan (Mutiara Hadist yang disepakati BUKHARI dan MUSLIM) Karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi dan Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia oleh H. Salim Bahreisy.
Semoga Allah senantiasa memberikan kelapangan waktu dan kemauan bagi saya agar saya dapat secara konsisten memposting hadist ini setiap hari.
Semoga Blog ini dapat menebar manfaat bagi umat.
Wassalam

0 komentar:

Poskan Komentar